Categories
Obat Penyakit

Kenali Obat untuk Penyakit Gondongan dan Penyebabnya

Salah satu jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia adalah penyakit gondongan. Penyakit ini dalam penelusuran AkronRegister menyebabkan timbulnya bengkak pada salah satu bagian wajah. Bengkak ini menimbulkan rasa sakit atau nyeri saat Anda menelan makanan atau minuman. Tubuh pun mengalami demam yang cukup tinggi sebelumnya. Untuk mengobati penyakit ini bisa dilakukan dengan cara alami seperti di bawah ini.

Penyakit Gondongan dan Penyebabnya

Penyakit gondongan timbul akibat adanya infeksi oleh virus yang menyerang kelenjar parotis sehingga membengkak. Kelenjar parotis sendiri bekerja sebagai penghasil air liur. Sehingga serangan virus pada kelenjar parotis akan mempengaruhi produksi air liur pada tubuh. Virus yang menyerang kelenjar parotis disebut sebagai virus paramyxovirus.

baca juga: Obat Sariawan yang Alami

Virus paramyxovirus bisa menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui air liur yang keluar dari bersin maupun batuk. Penularan ke orang lain bisa terjadi baik secara langsung seperti terpapar air liur akibat batuk dan bersin penderita gondongan. Selain itu penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung lewat barang yang telah terkontaminasi oleh virus paramyxovirus. Penularan lewat barang terjadi ketika air liur penderita menempel pada barang tersebut. 

Waktu yang dibutuhkan oleh virus paramyxovirus dalam menginfeksi inangnya yakni 14 hingga 25 hari. Virus ini pertama-tama akan masuk ke saluran pernapasan dan berkembang biak di kelenjar parotis. Gejala yang mungkin dirasakan penderita meliputi:

  • Sulit untuk menelan makanan bahkan minuman hingga menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan
  • Saat mengunyah makanan merasakan rasa nyeri dan sakit di area dekat tenggorokan
  • Demam tinggi dengan suhu bisa melebihi 38 derajat Celcius
  • Kering pada area organ mulut 

Jenis Obat Alami untuk Penyakit Gondongan

Untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri akibat penyakit gondongan bisa menggunakan bahan alami berikut.

  • Bawang Putih

Di dalam bawang putih terkandung zat aktif allicin yang memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Dengan konsumsi lebih banyak bawang putih, maka kondisi imunitas tubuh akan semakin baik dan penyakit gondongan akan lebih cepat sembuh. 

  • Jahe

Di dalam jahe terkandung minyak asiri yang memiliki kemampuan dalam menaikkan imunitas tubuh. Minyak asiri memiliki kemampuan sebagai anti peradangan yang dapat membuat rasa nyeri pun berkurang. 

  • Lidah Buaya

Pada seseorang yang mengalami gondongan, maka akan timbul bengkak pada salah satu sisi wajah. Lidah buaya dapat digunakan sebagai pereda bengkak di salah satu bagian wajah. Caranya cukup dengan mengoleskan bagian daging lidah buaya yang telah dibelah menjadi dua. Olesan dari daging lidah buaya akan memberikan efek dingin dan menenangkan wajah yang bengkak. 

  • Konsumsi Air Putih

Seseorang yang sedang mengalami sakit gondongan akan merasakan rasa nyeri di sisi rahang belakang. Hal ini menyebabkan penderita sakit gondongan tidak tertarik untuk mengkonsumsi makanan ataupun minuman. Hal ini dapat menyebabkan penderita merasa dehidrasi parah. Oleh karena itu sebaiknya tetap konsumsi cukup air selama sakit agar imunitas tubuh dapat kembali sehat. 

  • Larutan Air Garam

Untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat penyakit gondongan bisa dilakukan dengan berkumur menggunakan larutan air garam. Cara membuatnya cukup dengan mencampurkan beberapa sendok garam ke dalam air hangat. Kemudian gunakan air garam yang masih hangat itu untuk berkumur secara rutin agar nyeri berkurang.

Sebenarnya, kunci dari pengobatan penyakit gondongan adalah menaikkan sistem imunitas tubuh agar gondongan dapat menghilang dengan sendirinya. Hanya saja, rasa sakit yang dirasakan penderita akibat gondongan tentu sebaiknya diobati agar tidak mengganggu.

Categories
Penyakit

Waspadai! Begini Cara Penyebaran Bakteri Difteri

Penyebaran bakteri difteri memang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Hal ini dikarenakan apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, dapat menimbulkan dampak yang fatal, salah satunya yaitu terjadinya kematian. Ketika penanganan medis dilakukan, maka dokter akan memberikan pengobatan secara khusus. Tujuannnya supaya infeksi dan bakteri dapat dibasmi sekaligus menghilangkan racun.

baca juga: Tips Memilih Dokter Gigi di Bandung

Perlu diketahui dengan baik bahwa untuk penyakit yang satu ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang telah memproduksi adanya racun berbahaya. Penyakit jenis ini mempunyai gejala yang khas dan bisa dibedakan dari jenis penyakit yang lainnya. Gejala yang mudah dikenali yaitu adanya kehadiran pseudomembran yang pada biasanya akan menempel pada bagian tenggorokan, amandel, bahkan di bagian hidung.

Pseudomembran adalah selaput yang tebal dengan warna abu-abu. Pada bagian teksturnya memang sangat halus, yaitu seperti lendir. Selain itu pseudomembran juga dapat menempel keras di bagian lapisan bawahnya. Untuk lapisan tersebutlah yang bisa saja menghalangi adanya aliran udara yang terdapat pada saluran pernafasan. Oleh karena itu difteri seringkali menimbulkan penderita mengalami kesulitan menelan makanan dan kesulitan bernafas.

Cara Penyebaran Difteri

Bakteri Difteri bisa saja menimbulkan pembengkakan yang terdapat pada bagian leher dan terjadi di saluran pernafasan paling atas. Secara umum dokter bisa mengidentifikasi penyakit tersebut dengan 2 gejala khas. Dalam mengatasinya penyakit menular ini, dokter akan melakukan diagnosis dengan cara melalui pemeriksaan secara fisik maupun sampel pada kultur melalui laboratorium terlebih dahulu. 

Tindakan pengobatan yang secara umum dilakukan oleh petugas medis atau dokter yaitu seperti memberikan bantuan pernafasan melalui alat bantu pernafasan, memberikan antibiotik, serta memberikan obat Difteri yang berupa antitoksin. Supaya Anda dapat terhindarkan dari adanya penyebaran bakteri Difteri, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, yaitu mengenai bagaimana cara penyebaran bakteri Difteri, seperti berikut ini:

  1. Melalui Tetesan Udara

Pada saat bersin atau batuk difteri dapat ditularkan, terutama diri seseorang yang sudah terinfeksi bakteri. Batuk dan bersin dapat melepaskan udara pada tetesan yang terkontaminasi. sehingga orang yang berada di dekatnya dan menghirupnya maka bisa tertular penyakit. Difteri bisa saja menyebar melalui cara ini. Terlebih lagi ketika diri seseorang berada dalam kondisi yang tidak sehat atau di ruangan yang penuh.

  1. Barang yang Terkontaminasi

Selain melalui batuk dan bersin, penyakit atau penyebaran bakteri juga bisa terjadi melalui barang yang terkontaminasi, Apabila seseorang memegang barang yang terkontaminasi, baik itu dari segi minuman atau makanan maupun barang pribadi yang lainnya. Hal ini sekresi pada saraf bakteri dapat tersimpan, sehingga penyebaran bakteri tersebut dapat menularkan ke orang lain yang memegang barang tersebut.

  1. Bersentuhan

Penyebaran selanjutnya yang bisa menularkan bakteri difteri yaitu melalui sentuhan. Terlebih lagi apabila penderita memiliki luka terbuka atau seperti lesi kulit, maka hal ini lebih memudahkan orang lain mengalami penyebaran bakteri. Untuk itu disarankan Anda untuk lebih berhati-hati supaya penyebaran bakteri Difteri tidak Anda alami. Selain bersentuhan pada luka, ternyata menyentuh pakaian yang terkena luka terbuka juga beresiko adanya penyebaran bakteri Difteri.

Apabila pasien sudah menunjukkan gejala-gejala yang parah, maka dokter akan memberikan penanganan yang tepat sambil menunggu hasil dari diagnosis laboratorium. Pada masa pengobatan tersebut bisa dilakukan untuk mencegah adanya komplikasi Difteri secara serius. Apabila tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, maka dapat menimbulkan kerusakan beberapa organ tubuh seperti Jantung, ginjal, maupun sistem saraf.