Categories
Kesehatan Penyakit

Gejala dan Diagnosis pada Glukoma

Glukoma adalah penyakit yang mengganggu penglihatan hingga dapat menyebabkan kebutaan. Umumnya glukoma menyerang sistem saraf pada mata yang disebabkan oleh cairan yang menumpuk sehingga memberikan tekanan yang tinggi pada retina mata. Pemeriksaan glukoma perlu dilakukan sedini mungkin dengan melihat tanda-tanda dan gejala penyakit ini.

Tanda-Tanda Dan Gejala glukoma

glukoma adalah penyakit umum yang banyak menyerang di usia senja yaitu diatas 60 tahun, namun banyak pula faktor yang menyebabkan glukoma. glukoma juga terdiri dari beberapa jenis yaitu glukoma sudut tertutup, glukoma sudut terbuka, glukoma sekunder, dan glukoma kongenital. Berikut gejala yang dialami berdasarkan jenis glukomanya.

1. glukoma Sudut Terbuka

Pada kasus glukoma sudut terbuka, umumnya pasien akan mengalami kesulitan dalam melihat bidang luas dan fokus pada satu benda. Misalnya seperti tiba-tiba tidak dapat melihat suatu benda yang berada tepat di depan sehingga mengalami tersandung. Ketika membaca ada beberapa kata yang tidak terlihat atau tiba-tiba hilang. Gejala lainnya adalah mengalami nyeri di kepala namun sulit mendeteksi bagian yang terasa sakit. Pemeriksaan glukoma harus segera dilakukan jika mengalami keluhan seperti ini.

2. glukoma Sudut Tertutup

Pada kasus glukoma sudut tertutup, pasien akan mengalami keluhan atau gejala ketika kondisi telah akut. Keluhan pada pasien glukoma sudut tertutup jarang timbul ketika kondisi pasien sedang dalam keadaan tenang. Kondisi ini dikarenakan kecenderungan asimtomatik. Keluhan lainnya seperti sakit kepala di sekitar daerah mata yang mengganggu disertai dengan mual hingga muntah. Mata berair dan berwarna merah serta pandangan menjadi kabur yang disebabkan oleh edema kornea.

3. glukoma Normotensi

glukoma normotensi memiliki kondisi glukoma norma tension (GNT) pada pasien. Pasien umumnya memiliki keluhan atau gejala sakit kepala yang semakin parah setiap harinya, dan sulit dibedakan dengan rasa sakit pada migrain. Pada kondisi tertentu seperti kronik, pasien dapat mengalami penyempitan pandangan hingga akhirnya tidak dapat melihat ketika semakin parah.

Diagnosis glukoma

Para dokter biasanya akan melakukan beberapa tes sebelum akhirnya mendiagnosis jenis glukoma yang dialami oleh pasien. Beberapa pemeriksaan glukoma dilakukan oleh dokter melalui beberapa tes berikut ini.

· Tes Lapang Pandang, pada tes ini dokter akan memeriksa kemampuan ruang pandang pasien secara menyeluruh. Dokter akan memberikan titik untuk diamati oleh pasien pada alat khusus, alat tersebut adalah parimeter. Dalam kondisi tak normal, pasien akan dapat melihat titik-titik tersebut.

· Genioskopy, pada tes ini dokter akan memeriksa kadar cairan yang terdapat dalam retina mata pada pasien. Tes ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang disebut genioscop

· Tonometry, tes ini merupakan tes untuk memeriksa tekanan pada retina mata. Pasien akan diberi tetesan anestesi sehingga pasien tidak merasakan sakit ketika alat khusus ditempelkan pada bola mata. Alat yang ditempelkan pada retina pasien disebut tonometer.

· Pachymetry, dokter akan memeriksa ketebalan kornea pada pasien untuk mengetahui tingkat tekanan pada mata.

glukoma dapat dicegah dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Pengobatan penyakit glukoma dapat dilakukan untuk mencegah kebutaan dengan menggunakan obat tetes mata yang diresepkan dokter. Pemeriksaan glukoma secara dini dapat mengantisipasi kebutaan pada pasien glukoma.

Ingin mengetahui informasi lebih banyak seputar glukoma? Daftarkan email Anda di Lifepack. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin dengan harga spesial, unduh aplikasi Lifepack. Kami dapat membantu anda memenuhi kebutuhan dan beli obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Categories
Kesehatan Penyakit

Kenali Gejala Eklamsia dan Cara Cepat Mengatasinya

Gejala Eklampsia umumnya dikenali dengan munculnya kejang dan kehilangan kesadaran yang dialami oleh ibu hamil. Gangguan atau komplikasi pada kehamilan ini terjadi pada kisaran usia kehamilan minggu ke 20. Namun sering kali kondisi ini bisa diketahui lebih awal karena pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh ibu hamil.

Mengenal Gejala Eklamsia dan Penanganan Cepatnya

Umumnya ibu hamil yang mengalami gejala dari komplikasi Eklampsia adalah yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Untuk itu ibu hamil dengan kondisi ini harus mendapatkan pemantauan dan pengawasan secara tepat dan cepat agar supaya resiko Eklampsia tak terjadi yang bisa membahayakan nyawa ibu dan janin dalam kandungan. Lalu apa saja gejala dari Eklampsia tersebut?

 1.  Tekanan darah tinggi

Salah satu gejala paling umum yang terjadi dari Eklampsia adalah dimana ibu hamil memiliki riwayat tekanan darah tinggi dari awal kehamilan. Jika hal ini terjadi, dokter kandungan akan memberikan pemeriksaan rutin dan menyeluruh terkait pencegahan terjadinya preeklampsia serta Eklampsia pada ibu hamil. Akan diberikan obat penurun tekanan darah, obat untuk mengatasi gejala dari Eklampsia lainnya serta obat untuk membuat kondisi ibu hamil lebih stabil.

2. Alami preeklampsia

Kondisi preeklampsia adalah kondisi awal sebelum terjadinya Eklampsia. Kondisi ini bisa terjadi dengan atau tanpa gejala sekalipun. Jika dengan gejala maka umumnya yang terjadi adalah terdapat gangguan penglihatan, nyeri pada otot, sakit kepala berat, mual dan muntah.

Jika kondisi preeklampsia tak ditangani dengan cepat dan tepat maka bisa berubah menjadi kondisi eklampsia yang sangat berbahaya pada nyawa ibu dan janin dalam kandungan. Dan gejala Eklampsia sendiri terdiri dari terjadinya kejang, penderita mengalami kegelisahan dan kebingungan, ada penurunan kesadaran hingga terjadinya koma, sesak nafas, sakit kepala yang amat sangat serta terasa nyeri di bagian perut.

 3.  Kondisi tubuh bagian kaki dan tangan yang membengkak

Bengkak yang terjadi pada kondisi eklampsia bisa dikenali dengan mudah yaitu terjadi di bagian kaki serta tungkai. Jika kondisi eklampsia terhitung berat, maka pembengkakan bisa terjadi di seluruh bagian tubuh ibu hamil. Hal ini kemudian akan mengakibatkan terjadinya penambahan berat badan secara drastis.

Penanganan Kondisi Preeklampsia dan Eklampsia dengan Cepat serta Tepat

Jika kemudian ibu hamil didiagnosa mengalami preeklampsia atau gejala Eklampsia maka langkah tepat dan cepat yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan langsung pada dokter spesialis kandungan. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan tes darah, urine dan USG untuk mengetahui kondisi ibu hamil serta janin yang berada dalam kandungan.

Jika kehamilan sudah mendekati masa melahirkan namun ibu hamil mengalami kejang, kehilangan kesadaran hingga kesulitan untuk bernafas maka segera bawa ibu hamil ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit yang terdekat dari rumah Anda. Dalam hal ini Anda berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Jika preeklampsia tak ditangani dengan cepat dan tepat maka bisa berubah menjadi kondisi komplikasi Eklampsia yang tentunya beresiko lebih tinggi pada ibu hamil dan janinnya. Dan jika Eklampsia juga tak ditangani dengan cepat dan tepat akan memberikan beberapa resiko berat yang bisa menjadi komplikasi yang berbahaya.

Diantaranya adalah terjadinya kerusakan otak secara permanen, ada perdarahan otak yang bisa berdampak serangan stroke, terjadi kerusakan pada organ hati dan ginjal, terjadi kondisi gawat pada janin dalam kandungan serta resiko paling fatal adalah kematian ibu serta janin yang dikandungnya. Itulah ulasan singkat tentang gejala Eklampsia yang perlu diketahui sejak dini.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Kesehatan Obat Penyakit

Wajib Baca! Inilah Dosis Obat Hipertensi yang Benar

dosis obat hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan sebuah penyakit dimana tekanan darah diastolic dan diastolik melebihi batas normal. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat hipertensi. Lantas, bagaimana dosis obat hipertensi yang benar itu? Simak selengkapnya dibawah ini.

Gejala Hipertensi

Sebelum membahas tentang dosis obat hipertensi ada baiknya jika Anda perlu tahu gejala penyakit ini terlebih dahulu. Untuk mengetahui seseorang memiliki hipertensi atau tidak sebenarnya mudah yakni dengan cara memeriksakan tekanan darah ke apotek, puskesmas atau bahkan rumah sakit dengan menggunakan alat tensi.

Meskipun mudah, sayangnya tidak cukup banyak orang yang memiliki kesadaran tinggi akan penyakit ini. Adapun beberapa gejala yang sering muncul diantaranya seperti:

1. Nyeri di bagian dada

Para penderita hipertensi biasanya akan merasakan dada terasa nyeri, seperti tertusuk, dan terasa perih. Rasa nyeri ini bisa muncul di bagian dada kanan ataupun dada kiri. Nah, jika nyeri ini muncul secara terus-menerus, maka hal ini tidak boleh didiamkan. Anda harus memeriksakan ke dokter karena terjadi masalah pada jantung.

2. Aritma

Aritma merupakan sebuah kondisi dimana terjadi kelainan pada irama jantung. Gangguan ini meliputi detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat atau bahkan tidak teratur. Pada dasarnya, aritma ini adalah hal yang wajar terjadi. Namun, pada penderita hipertensi, aritma terjadi secara terus-menerus.

3. Sakit kepala

Sakit kepala adalah salah satu gejala yang sering muncul pada penderita hipertensi. Nah, penderita ini biasanya akan mengalami keulitan tidur karena sakit kepala.

4. Masalah penglihatan

Orang yang memiliki hipertensi juga akan mengalami masalah terhadap penglihatannya. Penglihatan akan menjadi buram karena terjadi penyempitan dan penebalan pada pembuluh darah di bagian mata.

Cara Mengobati Hipertensi

Setelah mengetahui gejala di atas, Anda juga perlu tahu cara mengobati hipertensi ini. Nah, hipertensi bisa diobati dengan menggunakan cara yakni dengan mengonsumsi obat dan menjaga pola hidup yang sehat.

Dokter biasnaya akan merekomendasikan obat untuk para enderita hipertensi agar tekanan darahnya kembali normal. Obat tersebut juga diberikan beradasakan dosis yang telah direkomendasikan oleh dokter serta dilihat dari kebutuhan si penderita.

Bisa jadi, dosis pemberian obat ini akan dinaikkan atau bahkan diturunkan sesuai dengan kondisi pasien apakah sudah membaik atau belum. Adapun obat yang biasa direkomendasikan adalah antagonis kalsium. Obat ini memiliki fungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah berangsur-angsur menurun.

Ada juga obat dalam bentuk ACE inhibitor atau yang kerap disebut dengan captropil. Obat ini memiliki fungsi merilekskan dinding pembuluh darah. Sehingga tekanan darah bisa menurun dan kembali normal.

Dosis obat hipertensi

Selain Captropil, ada juga obat hipertensi yang bernama Amplodipine. Obat ini tersedia dalam dua jenis yakni amplodipine 5mg dan aplodipine 10 mg. adapun obat ini bekerja dengan cara melemaskan didnding pembuluh darah. Dengan demikian, aliran darah akan menjadi lebih lancar dan mengurangi tekanan darah.

Adapun dosis dari penggunaan obat ini akan disesuaikan berdasarkan usia, respon pasien terhadap obat, serta kondisi kesehatan pasien. Nah, di bawah ini adalah dosis obat hipertensi berdasakan tujuan penggunaannya.

Untuk hipertensi yang terjadi pada orang dewasa, bisa mengonsumsi 5-10 mg amplodipine per hari. Sedangkan pada anak-anak dengan usia 6-17 tahun bisa mengonsumsi dengan dosis 2,5-5 mg per hari. Sedangkan untuk mengatasi masalah angina pectoris, pasien dewasa bisa mengonsumsi obat ini dengan dosis 5-10 mg per hari.

Dengan menggunakan dosis obat hipertensi yang tepat, maka masalah hipertensi pada diri Anda bisa diatasi dengan benar dan lebih maksimal. Dengan demikian, tekanan darah akan kembali normal dan Anda bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

Waspada 9 Penyebab penyakit asam lambung

Penyebab penyakit asam lambung

Salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada orang-orang adalah memiliki penyakit asam lambung. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari dewasa hingga anak-anak. Untuk gejalanya sendiri sangat mirip dengan nyeri di dada. Yuk cari tahu info lengkap seputar penyebab penyakit asam lambung.

Penyebab penyakit asam lambung

Bagian perut manusia memiliki beberapa pintu yang berbentuk katup. Nah, katup ini berbentuk seperti cincin otot yang sering disebut dengan nama sfinter esofagus bagian bawah. Dalam keadaan yang normal, setelah selesai makan katup ini akan tertutup. Sehingga asupan hanya bisa melewatinya saja.

Nah, ketika si katup ini tidak tertutup dengan sempurna atau sering terbuka. Maka, asam lambung yang telah diproduksi oleh lambung dan seharusnya tetap berada di perut akan naik menuju ke kerongkongan bahkan sampai ke mulut.

Adapun salah satu penyebab penyakit asam lambung ini adalah kelainan lambung atau disebut dengan hernia hiatal. Kondisi lambung yang seperti ini menjadikan bagian atas perut serta sfinger esofagus bagian bawah akan mengalami pergerakan di atas diafragma.

Nah, diafragma sendiri merupakan sebuah otot yang berfungsi untuk memisahkan bagian dada dengan bagian perut. Biasanya, diafragma akan berfungsi untuk menjaga asam lambung tetap berada di dalam perut.

Untuk seseorang yang menderita hernia hiatal, maka asam lambungnya akan naik ke kerongkongan dan bisa menimbulkan beberapa gejala penyakit lain. Tidak hanya karena hernia hiatal saja, namun ada juga penyebab penyakit asam lambung seperti.

1. Sering makan dalam porsi yang terlalu banyak.

Seseorang yang makan dalam porsi terlalu banyak dan terlalu sering juga bisa menyebabkan asam lambung naik. Oleh sebab itu, makanlah secukupnya seperti makanlah sebelum lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang.

2. Kebisaan rebahan setelah makan

Tidak bisa dipungkiri bahwasanya setelah makan dan perut dalam keadaan yang kenyang memang paling enak itu rebahan. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan langsung rebahan setelah makan juga bisa menyebabkan asam lambung naik.

3. Obesitas atau kelebihan berat badan

Seseorang yang memiliki berat badan yang terlalu berlebihan atau obesitas juga akan mudah terkena asam lambung. Pasalnya, lambung bekerja terlalu keras dalam mencerna makanan.

4. Ngemil di jam tidur

Kebiasaan ngemil pada jam tidur atau mendekati jam tidur juga tidak baik lho. pasalnya, hal ini akan menjadikan asam lambung lebih mudah naik. Katup yang seharusnya sudah tertutup karena setelah makan harus sering terbuka karena ngemil.

5. Mengonsumsi soda, kopi, alkohol atau teh yang berlebihan

Untuk Anda yang suka mengonsumsi soda, kopi, the atau bahkan alkohol dalam jumlah berlebihan ada baiknya sedikit dikurangi. Mengapa demikian? Pasalnya, minuman ini sangat berpengaruh terhadap lambung. Mereka juga bisa menaikkan asam lambung yang seharusnya tetap berada di perut.

6. Merokok

Penyebab lain asam lambung naik adalah merokok. Untuk Anda yang asam lambungnya sering naik, ada baiknya kurangi intensitas dalam merokok, atau bahkan hilangkan.

7. Adanya tekanan di perut saat hamil

Seseorang yang sedang hamil juga sering mengalami penyakit asam lambung. Mengapa hal ini bisa terjadi, pasalnya bagian perut mengalami tekanan karena ada janin di dalamnya. Nah, hal ini berdampak dengan asam lambung yang jadi naik ke kerongkongan.

8. Efek samping mengonsumsi obat tertentu

Seseorang yang mengalami penyakit asam lambung juga bisa disebabkan karena mengonsumsi obatan tertentu. Misalnya Anda sedang menjalani perawatan dan secara tidak langsung hal ini berdampak pada asam lambung yang naik.

Itulah beberapa penyebab penyakit asam lambung yang bisa Anda ketahui. Yuk, jangan kesehatan agar lambung tetap sehat dan terhindar dari penyakit ini.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

7 Penyebab Hernia yang Wajib Dihindari

Penyebab Hernia

Hernia merupakan salah satu penyakit yang cukup familiar di telinga, karena memang penyakit ini juga banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Panyakit ini ditandai dengan adanya tonjolan dari suatu jaringan atau organ ke daerah-daerah yang tidak biasa. Terdapat beberapa faktor penyebab hernia, berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Mengangkat Beban Terlalu Berat

Penyababnya yang pertama adalah mengangkat beban yang terlalu berat. Biasanya hal ini tidak akan terjadi begitu saja, namun dalam jangka panjang. Jadi, meskipun sekarang masih kuat, jangan terlalu memaksakan diri untuk mengangkat beban yang berat, karena hal tersebut bisa mengakibatkan penyakit hernia di masa mendatang.

2. Sulit Buang Air Besar

Beberapa orang menganggap masalah ini adalah masalah yang sepele. Padahal, susah buang air besar bisa memicu munculnya penyakit hernia. Hal ini dikarenakan perut dipaksa untuk mengejan dengan keras, sehingga memicu jaringan otot menjadi tegang. Untuk menghindarinya Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan dengan kandungan serat yang tinggi.

Makanan dengan kandungan serat yang tinggi akan membuat pencernaan menjadi semakin lancar. Beberapa makanan tersebut misalnya adalah seperti sayur dan buah-buahan. Jadi, selalu sisipan sayur dalam menu makan Anda dan juga jangan lupa untuk mengonsumsi buah sebagai makanan penutup, agar gizi yang diperoleh bisa lebih lengkap.

3. Obesitas

Penyebab herniayang selanjutnya adalah obesitas. Berat badan yang terlalu berlebihan memang memiliki efek yang buruk pada kesehatan, salah satunya adalah bisa memicu hernia. Hal ini dikarenakan, berat badan yang berlebih akan membuat perut menjadi tertekan dan mengakibatkan otot perut menjadi lemah dan usus bisa turun dari tempatnya.

4. Faktor Keturunan

Ternyata hernia juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Jadi, jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat terkena hernia, maka keturunan selanjutnya pun akan memiliki peluang yang sama. Maka, penting sekali untuk menghindari penyebab-penyebab dari hernia, agar terhindar dari penyakit yang satu ini.

5. Penyakit Paru-paru

Penyakit paru-paru adalah salah penyakit yang sangat mengganggu, karena akan membuat penderitanya mengalami gangguan pernafasan dalam jangka waktu yang lama, misalnya seperti batuk. Salah satu penyakit paru-paru yang memicu hernia adalah gangguan fibrosis kistik yang menyebabkan batuk kronis.

Ketika penderitanya mengalami batuk secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, maka perut akan lebih banyak mendapatkan tekanan. Sehingga, hal tersebut dapat memicu otot perut menjadi lemah dan memicu turunnya usus.

6. Kehamilan

Hernia tidak hanya akan menyerang pria, ternyata penyakit yang satu ini juga berpeluang menyerang perempuan. Terutama pada saat masa kehamilan. Hal ini dikarenakan ketika sedang hamil, perut akan mengalami peningkatan tekanan dan akan memicu otot pada bagian perut akan menjadi lemah. Jadi, Anda perlu berhati-hati saat sedang hamil.

7. Merokok

Rokok memiliki kandungan racun didalamnya, dan hal tersebut dapat memicu beberapa penyakit kronis. Termasuk salah satunya adalah sakit hernia, meskipun tergolong penyakit ringan, hernia juga dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangai. Sebenarnya, bukan karena rokok secara langsung, namun diakibatkan oleh penyakit batuk yang bisa disebabkan oleh rokok.

Itulah tadi beberapa penyebab hernia yang sangat penting untuk dihindari. Sekarang, mulailah untuk selalu menghindari beberapa penyebab tersebut, karena hernia bisa saja tidak datang saat ini, namun bisa mengancam masa depan Anda nantinya. Selalu terapkan hidup sehat, seperti olahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

Penyakit Cholelithiasis: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Penyakit Cholelithiasis

Cholelithiasis atau yang lebih dikenal dengan penyakit baru empedu merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sakit mendadak pada area perut. Kondisi ini biasa disebabkan oleh terbentuknya baru pada kantung empedu. Kondisi ini bisa juga terjadi pada saluran empedu. Untuk lebih lengkapnya berikut ini penjelasan mengenai penyakit Cholelithiasis.

Apa itu Penyakit Cholelithiasis

Cholelithiasis atau batu empedu adalah gumpalan padat material atau kristal yang terbentuk  pada kantung empedu. Kantung empedu terletak di bawah hati dan berbentuk buah pir. Empedu juga dapat membantu menghilangkan kolesterol dari dalam tubuh. Kantung empedu membantu tubuh mencerna lemak dengan mengumpulkan dan melepaskan empedu ke dalam usus kecil.

Batu yang ada pada kantung empedu biasanya diakibatkan oleh penyumbatan kantung empedu atau saluran empedu. Batu empedu bisa terdiri dari campuran senyawa atau kolesterol tertentu. Secara umum terdapat 2 jenis batu empedu, yaitu batu pigmen dan batu kolesterol

1. Batu Kolesterol

Jenis batu empedu yang paling umum adalah batu kolesterol. Batu kolesterol berwarna kekuningan. Batu kolesterol mengandung penumpukan kolesterol yang tidak dapat dicerna dan juga beberapa senyawa lainnya.

2. Batu Pigmen.

Berbeda dengan batu kolesterol, batu empedu jenis ini berwarna coklat tua dan hitam karena mengandung kelebihan bilirubin.

Ukuran batu di kantung empedu bervariasi. Ada yang seukuran sebutir pasir, ada juga yang seukuran bola golf. Jumlah batu yang terbentuk mungkin juga berbeda-beda. selain itu jumlahnya juga berbeda-beda. Adanya batu di kantung empedu bisa menyakitkan dan bisa menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani. Ini disebut penyakit Cholelithiasis.

Gejala Penyakit Cholelithiasis

Umumnya batu empedu tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika batu menyumbat saluran empedu atau saluran pencernaan lainnya, hal itu dapat menyebabkan nyeri mendadak. Nyeri ini bisa terjadi di beberapa bagian perut, termasuk perut bagian tengah atau perut bagian kanan.

Nyeri ini juga bisa menjalar ke samping atau ke tulang belikat. Gejala sakit perut bermacam-macam, misalnya bisa mulai kapan saja, berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam, dan tidak kunjung sembuh bahkan setelah buang air, kentut atau muntah. Frekuensi kemunculannya jarang tetapi bisa dipicu oleh makanan berlemak tinggi.

Jika penyumbatan terjadi pada salah satu saluran pencernaan dan disebabkan oleh batu empedu, maka akan muncul gejala sebagai berikut:

  • Sakit perut yang terus-menerus, terutama setelah makan makanan tinggi lemak (kolik bilier) selama beberapa waktu.
  • Penyakit kuning dari detak jantung yang cepat
  • Demam yang terjadi jika ada infeksi pada saluran empedu
  • Kulit yang gatal
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah

Oleh sebab itu, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami sakit perut parah yang berlangsung lebih dari delapan jam, penyakit kuning, atau demam.

Penyebab Penyakit Cholelithiasis

Batu empedu diyakini terbentuk karena penumpukan kolesterol dan bilirubin pada kantung empedu. Penumpukan terjadi ketika empedu tidak mampu melarutkan kelebihan kolesterol dan bilirubin yang diproduksi oleh hati.

Seseorang dengan batu empedu juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, keturunan, pola makan yang tidak sehat, pola makan yang terlalu ketat, dan kondisi medis tertentu.

Cara Pengobatan Penyakit Cholelithiasis

Jika gejala yang Anda alami tidak terlalu parah, dan kristal yang terbentuk tidak terlalu besar, obat pereda nyeri seperti obat asam empedu dapat diberikan. Obat ini mengandung ursodiol atau chenodiol, yang mampu melarutkan batu empedu kemudian dilarutkan ke urin. Jika kondisi semakin parah, berikut ini beberapa cara pengobatan yang mungkin dilakukan.

1. Injeksi MTBE

Perawatan ini melibatkan penyuntikan pelarut MTBE ke dalam kantung empedu untuk melarutkan batu empedu dengan cepat. Namun, prosedur ini memiliki efek samping berupa rasa terbakar yang parah. Oleh karena itu, sebelum menggunakan metode ini, Anda harus terlebih dahulu mengetahui informasi tentang prosedur ini, termasuk manfaat dan efek sampingnya.

2. Terapi ESWL

Ini efektif dilakukan pada batu empedu tunggal dengan diameter kurang dari 2 cm. Metode ini digunakan untuk memecah atau menghancurkan batu empedu dengan mengirimkan gelombang kejut melalui jaringan lunak tubuh.

3. ERCP

Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan batu empedu tanpa mengeluarkan kantung empedu. Langkah ini dilakukan untuk pasien yang kurang kuat untuk menjalani operasi.

4. Operasi

Jika berbagai cara di atas tidak memperbaiki kondisi dan batu empedu masih muncul. Maka dilakukan prosedur pengangkatan kantung empedu melalui operasi.

Seperti itulah informasi mengenai penyakit Cholelithiasis yang perlu Anda ketahui. Untuk mengantisipasi munculnya batu empedu Anda bisa melakukan beberapa hal seperti olahraga secara rutin, mengonsumsi minyak zaitun dan juga memperhatikan pola makan Anda.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

5 Ciri Serangan Jantung yang Harus Segera Ditanggapi

Ciri Serangan Jantung

Jantung merupakan organ vital yang harus dijaga kesehatannya. Salah satu cara untuk menjaga agar otot-otot jantung selalu bekerja dengan baik adalah dengan rutin berolahraga. Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang sehat untuk mencegah serangan jantung. Terdapat beberapa ciri serangan jantung, berikut adalah di antaranya.

1. Rasa Tidak Nyaman pada Dada

Ciri jantung mulai terserang yang pertama adalah munculnya rasa tidak nyaman pada bagian dada. Hal ini dikarenakan adanya sumbatan pada bagian arteri jantung. Rasa tidak nyaman yang terjadi biasanya adalah seperti sesak,nyeri, tekanan pada bagian dada, dan rasa seperti terbakar. Biasanya tanda ini akan muncul selama beberapa menit saja.

Pada umumnya rasa tidak nyaman ini akan muncul ketika melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Sehingga, saat sedang jam padat dan Anda merasa ada yang sakit pada bagian dada, lebih baik istirahat terlebih dahulu sampai rasa tersebut hilang. Namun, beberapa orang juga ada yang merasakan tanda ini ketika sedang beristirahat.

Jika rasa ini hanya muncul hanya sekali, mungkin bisa saja ini bukan tanda dari adanya serangan jantung. Namun, jika tanda ini muncul berkali-kali, segeralah untuk memeriksakannya ke dokter agar bisa mendapatkan diagnosa yang tepat. Perlu diketahui juga, bahwa wanita tidak memiliki tanda ini saat mengidap penyakit jantung.

2. Mulas atau Sakit Perut

Tanda yang kedua ini umumnya dirasakan oleh wanita. Beberapa wanita biasanya akan mengalami mual, mulas atau rasa tidak nyaman pada perut saat memiliki gangguan jantung. Tanda ini memang tidak bisa dipastikan menandakan adanya serangan jantung, namun Anda tetap untuk diwaspadai. Konsultasikan dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Nyeri pada Bagian Lengan

Ciri serangan jantung lainnya adalah rasa nyeri pada bagian lengan. Biasanya, rasa ini berasal dari dada yang sebelah kiri yang selanjutnya menjalar ke tubuh di bagian kiri, salah satunya adalah pada bagian lengan.  Jadi, saat Anda merasa sakit pada lengan di bagian kiri, Anda bisa memeriksakannya ke dokter, karena hal tersebut bisa berpeluang serangan jantung.

4. Batuk tak Kunjung Sembuh

Saat kondisi tubuh sedang lemah, mungkin batuk akan mudah menyerang. Namun, beda ceritanya dengan serangan jantung, cirinya adalah batuk yang tak kunjung sembuh. Biasanya batuk ini juga mengeluarkan riak berwarna putih atau merah muda. Hal ini bisa dijadikan sebagai tanda gagal jantung.

Batuk ini bisa dikarenakan adanya kebocoran pembuluh darah pada jantung, sehingga darah yang bocor tersebut akan kembali lagi ke paru-paru. Jika Anda mengalami hal ini, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter, karena hal ini perlu penanganan yang cepat agar tidak menjadi semakin parah.

5. Detak Jantung Tidak Beraturan

Jantung bisa saja mengalami detakan yang tidak beraturan karena beberapa hal, misalnya adalah saat gugup, kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi kafein dan bekerja keras. namun, untuk orang-orang  yang mengalami serangan jantung, akan mengalami detak jantung yang tidak beraturan tanpa sebab.

Itulah tadi beberapa ciri serangan jantung yang perlu diwaspadai. Penting juga untuk menghindari makanan-makanan yang bisa memicu serangan jantung, misalnya adalah seperti soda, minuman manis, makanan cepat saji, karbohidrat olahan dan makanan tinggi kolesterol. Jangan lupa untuk selalu imbangi dengan olahraga secara teratur.

Penasaran dengan tips dan trik kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Kesehatan Penyakit

6 Cara Menangani Paru-Paru Basah agar Tidak Kambuh

Cara Menangani Paru-paru Basah

Penyakit paru-paru basah identik dengan permasalahan pada sistem pernapasan. Hal ini dikarenakan paru-paru mengalami peradangan dan infeksi. Oleh karena itu bagi Anda yang tidak memiliki penyakit ini ada baiknya Anda menjaga kesehatan. Sedangkan bagi Anda yang sedang menjalani perawatan ada baiknya Anda menyimak informasi berikut mengenai cara menangani paru-paru basah agar tidak kambuh lagi.

1. Melakukan Vaksinasi

Penyakit paru-paru basah ini bisa terjadi disebabkan adanya infeksi karena jamur, bakteri atau virus. Langkah penanganan agar penyakit ini tidak kambuh adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap diri Anda sendiri. Terutama terkait vaksin influenza maupun vaksin pneumonia yang bisa menyebabkan penyakit ini.

2. Menjauhi Rokok dan Alkohol

Apabila ada penyakit yang menyerang pada sistem pernapasan, itu tandanya Anda harus berhati-hati terhadap dengan udara di sekitar Anda. Terutama menjaga kesehatan sistem pernapasan dari asap rokok. Bagi Anda yang merupakan seorang perokok aktif, segera hentikan kebiasaan ini.

Pasalnya, merokok dapat merusak dan memperparah kondisi paru-paru. Sedangkan bagi Anda yang merupakan perokok pasif, ada baiknya Anda menjauhi lingkungan yang mengandung banyak kepulan asap. Begitu juga dengan alkohol yang dapat membahayakan kesehatan.

3. Menjaga Kebersihan Diri

Cara menangani paru-paru basah berikutnya adalah menjaga kebersihan diri sendiri. Misalnya dari membiasakan sering mencuci tangan di mana saja dan sebelum serta sesudah melakukan aktivitas atau menyentuh benda apapun. Hal ini ditujukan demi menghindari penularan kuman dari orang lain atau dari benda yang terkontaminasi kuman.

Selain itu, Anda juga harus menjaga kebersihan diri terkait dengan lingkungan yang ada disekitar Anda. Misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan rumah secara rutin setidaknya setiap hari harus Anda sapu. Hal ini ditujukan agar sirkulasi udara disekitar Anda tetap terjaga dengan baik.

4. Mengganti Pola Hidup Lebih Sehat Lagi

Cara yang terpenting lainnya adalah menjaga pola hidup agar sistem pernapasan lebih sehat lagi. Beberapa diantaranya adalah berolahraga. Ada baiknya Anda melakukan olahraga di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari pagi dengan baik. Sebelum keluar rumah, jangan lupa juga untuk menggunakan masker. Hal ini ditujukan agar polusi, udara kotor, maupun droplet dari orang lain tidak mengenai Anda.

5. Menjaga Asupan Nutrisi yang Lengkap

Pada saat tubuh Anda mengalami suatu penyakit, hal tersebut menandakan sistem imun atau pertahanan tubuh sedang melemah. Oleh karena itu, Anda bisa menambah asupan gizi untuk proses pemulihan tubuh. Terutama asupan gizi yang berfungsi sebagai antioksidan. Jangan lupa untuk makan makanan dari sayuran, buah-buahan, ikan ataupun dari produk susu.

6. Meminum Air Putih

Menjaga tubuh agar tetap sehat, termasuk menjaga apa yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satunya adalah air putih. Apabila Anda memiliki hobi minum kopi atau lainnya, mulai saat ini biasakan untuk mengonsumsi air putih. Tubuh memerlukan air putih agar tidak terjadi dehidrasi. Adapun ukuran minimal air putih yang bisa Anda konsumsi adalah 8 gelas per hari. Lebih dari itu juga bisa Anda konsumsi.

Demikianlah beberapa informasi mengenai cara menangani paru-paru basah yang bisa Anda lakukan agar penyakit pernapasan ini tidak kambuh. Apabila Anda mengalami gejala lain misalnya batuk, Anda bisa meminimalisir rasa sakit dengan meminum teh peppermint dengan air hangat. Apabila Anda mengalami gejala lainnya, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Alami Sakit Perut Sebelah Kiri? 5 Penyakit Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Sakit Perut Sebelah Kiri

Perut merupakan salah satu masalah yang paling sering dialami. Namun menggambarkan gejala sakit perut, nyeri perut maupun perut melilit terbilang masih kurang spesifik. Lokasi juga merupakan salah satu bahan pertimbangan untuk mengetahui penyebab rasa sakit tersebut. Ini dia beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri.

1. Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut merupakan peradangan pada pankreas yang terletak di sisi kiri atas perut. Gejalanya bisa muncul secara mendadak dan menyebabkan nyeri di daerah perut bagian atas. Rasa nyerinya juga bisa menjalar ke daerah punggung. Penyakit ini juga bisa melibatkan organ lain. Kondisi ini juga bisa berkembang menjadi pankreatitis kronis.

2. Gastritis

Gastritis bisa terjadi ketika ada iritasi pada lapisan lambung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan luka. Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit tertentu atau terlalu banyak minum minuman beralkohol juga bisa menjadi penyebab gastritis.

Gejala yang paling sering dialami yakni rasa nyeri pada bagian kiri atas perut yang disertai dengan rasa terbakar, mual dan muntah hingga perasaan perut atas penuh setelah makan. Gastritis bisa terjadi secara tiba-tiba atau perlahan dari waktu ke waktu. Dalam kondisi tertentu penyakit ini berisiko meningkatkan kanker lambung.

3. Angina

Angina merupakan istilah yang sering digunakan untuk nyeri dada yang disebabkan karena berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Biasanya angina sering digambarkan sebagai sensasi dada diremas-remas, tertekan, berat, sesak dan sakit di dada. Angina atau yang sering disebut dengan anemia pectoris juga bisa menjadi masalah yang berulang atau tiba-tiba.

Gejala angina yang dirasakan wanita cukup berbeda dari gejala angina klasik. Bila terjadi pada wanita penderitanya akan merasakan gejala seperti mual, sakit perut sebelah kiri, sesak nafas dan kelelahan ekstrem yang disertai dengan nyeri dada. Bahkan rasa tidak nyaman ini juga bisa terjadi pada leher, rahang dan punggung.

4. Penyakit Ginjal

Masalah batu ginjal umumnya disebabkan karena tingginya kadar kalsium atau asam urat dalam tubuh. Selain itu dehidrasi juga bisa menjadi penyebab batu ginjal. Gejala penyakit batu ginjal yang sering dialami antara lain seperti sakit perut pada bagian kiri bawah, mual dan muntah, nyeri di pangkal paha hingga demam.

Sakit perut pada bagian kiri bawah juga bisa disebabkan karena infeksi pada ginjal. Peradangan umumnya terjadi mulai dari kandung kemih yang kemudian menjalar ke ginjal. Rasa nyeri juga bisa terjadi saat buang air kecil. Bahkan terkadang urine juga berdarah. Jika mengalaminya pastikan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

5. Kista Indung Rahim

Rahim merupakan tumor jinak yang berisi cairan dan tumbuh di dalam atau permukaan dinding rahim. Ada beberapa wanita yang memiliki kista Indung rahim pada beberapa titik selama hidup mereka. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya. Bahkan mayoritas kista ovarium juga bisa menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

Namun pada beberapa kasus kista ovarium yang pecah bisa menyebabkan gejala yang serius. Mulai dari sakit perut sebelah kiri, terasa nyeri pada panggul secara tiba-tiba, perut yang parah dan rasa sakit yang disertai dengan demam atau muntah. Jadi jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter

Itu dia beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri yang perlu Anda waspadai. Meski terkesan sepele namun sakit perut juga bisa menjadi salah satu pertanda adanya masalah serius dalam tubuh. Jadi jangan ragu untuk rutin melakukan pemeriksaan agar terhindar dari beberapa masalah di atas. Selain itu jangan lupa untuk rutin berolahraga dan memulai gaya hidup sehat.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

6 Cara Penanganan Penyakit Bronkitis agar Tidak Kambuh

Cara Penanganan Penyakit Bronkitis

Bronkitis merupakan suatu penyakit yang menyebabkan peradangan dan terjadi pada saluran utama pernapasan atau bronkus. Bronkus sendiri merupakan organ dalam sistem pernapadan yang berfungsi sebagai saluran pembawa udara dari dan menuju paru-paru. Pada umumnya, penyakit ini ditandai dengan gejala batuk yang berlangsung selama seminggu atau lebih. Berikut ini ada beberapa informasi mengenai cara penanganan penyakit bronkitis agar tidak kambuh lagi.

1. Hindari Rokok dan Asap Rokok

Penyakit bronkitis kerap kali menyerang pada bronkus yang merupakan organ sistem pernapasan. Oleh karena itu, agar penyakit ini tidak kambuh lagi Anda harus menghindari rokok dan asap rokok. Bagi Anda yang suka sekali mengisap rokok, ada baiknya Anda harus memulai meninggalkan kebiasaan tersebut. Jika Anda tetap tidak menghiraukannya, maka dampak yang terjadi bisa membahayakan.

Bagi Anda yang tidak merokok atau sebagai perokok pasif, segera tinggalkan lingkungan yang mengandung asap rokok. Jika Anda terpaksa berada diantaranya, maka Anda bisa mengingatkan kepada orang yang merokok untuk segera mematikan rokoknya.

2. Gunakan Masker

Pada saat Anda hendak keluar rumah, ada baiknya Anda selalu menggunakan masker. Selain menghindarkan Anda dari asap rokok, penggunaan masker juga dapat mencegah Anda terpapar dari zat-zat berbahaya yang terdapat di udara bebas. Pemilihan masker juga harus Anda perhatikan. Pilihlah masker yang memiliki setidaknya 3 lapisan minimal masker medis.

3. Jaga Kebersihan

Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan agar penyakit bronkitis tidak kambuh lagi adalah dengan menjaga kebersihan di manapun Anda berada. Usahakan juga selalu mencuci tangan setiap selesai beraktivitas. Bersihkan rumah dan kamar setidaknya 3 hari sekali dan upayakan ruangan Anda mendapatkan cukup sinar matahari pagi.

4. Jaga Pemakaian Barang Pribadi

Cara penanganan penyakit bronkitis berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah menghindari berbagi pakai barang pribadi Anda dengan orang lain. Sekalipun itu dengan keluarga atau orang rumah. Misalnya tidak mudah membagi pakai peralatan makan, minum, selimut, jaket, dan barang lainnya. Hal ini disebabkan penyakit bronkitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, terutama virus penyebab selesma (common cold) dan virus influenza.

5. Lakukan Vaksinasi

Langkah penanganan lainnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap diri Anda sendiri. Terutama vaksin influenza maupun vaksin pneumonia. Hal ini ditujukan agar sistem pernapasan Anda tidak mudah terserang oleh berbagai macam benda asing yang hendak merusak kesehatan tubuh melalui sistem pernapasan. Misalnya saja infeksi karena virus, bakteri maupun parasit.

6. Jaga Pola Hidup

Hal terpenting yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjaga pola hidup agar tetap sehat. Salah satunya cara adalah dengan istirhat teratur. Apabila Anda yang memiliki kesibukan atau aktivitas yang begitu padat, jangan lupa untuk memerhatikan kesehatan Anda sendiri.

Biasakan untuk istirahat dengan tidur setidaknya 7 jam sehari. Jangan lupa jaga asupan nutrisi dengan makan makanan yang mengandung gizi seimbang. Serta biasakan minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Demikianlah beberapa informasi mengenai cara penanganan penyakit bronkitis yang bisa Anda terapkan. Apabila Anda masih merasakan penyakit itu, segera cek kembali pola hidup yang Anda jalani. Anda juga bisa mengonsultasikannya dengan tenaga medis terkait dengan kondisi medis Anda.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Anda juga bisa mengetahui info kesehatan terpercaya dengan mendaftarkan email anda di Ngovee.