Categories
Penyakit

Waspadai! Begini Cara Penyebaran Bakteri Difteri

Penyebaran bakteri difteri memang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Hal ini dikarenakan apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, dapat menimbulkan dampak yang fatal, salah satunya yaitu terjadinya kematian. Ketika penanganan medis dilakukan, maka dokter akan memberikan pengobatan secara khusus. Tujuannnya supaya infeksi dan bakteri dapat dibasmi sekaligus menghilangkan racun.

baca juga: Tips Memilih Dokter Gigi di Bandung

Perlu diketahui dengan baik bahwa untuk penyakit yang satu ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang telah memproduksi adanya racun berbahaya. Penyakit jenis ini mempunyai gejala yang khas dan bisa dibedakan dari jenis penyakit yang lainnya. Gejala yang mudah dikenali yaitu adanya kehadiran pseudomembran yang pada biasanya akan menempel pada bagian tenggorokan, amandel, bahkan di bagian hidung.

Pseudomembran adalah selaput yang tebal dengan warna abu-abu. Pada bagian teksturnya memang sangat halus, yaitu seperti lendir. Selain itu pseudomembran juga dapat menempel keras di bagian lapisan bawahnya. Untuk lapisan tersebutlah yang bisa saja menghalangi adanya aliran udara yang terdapat pada saluran pernafasan. Oleh karena itu difteri seringkali menimbulkan penderita mengalami kesulitan menelan makanan dan kesulitan bernafas.

Cara Penyebaran Difteri

Bakteri Difteri bisa saja menimbulkan pembengkakan yang terdapat pada bagian leher dan terjadi di saluran pernafasan paling atas. Secara umum dokter bisa mengidentifikasi penyakit tersebut dengan 2 gejala khas. Dalam mengatasinya penyakit menular ini, dokter akan melakukan diagnosis dengan cara melalui pemeriksaan secara fisik maupun sampel pada kultur melalui laboratorium terlebih dahulu. 

Tindakan pengobatan yang secara umum dilakukan oleh petugas medis atau dokter yaitu seperti memberikan bantuan pernafasan melalui alat bantu pernafasan, memberikan antibiotik, serta memberikan obat Difteri yang berupa antitoksin. Supaya Anda dapat terhindarkan dari adanya penyebaran bakteri Difteri, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, yaitu mengenai bagaimana cara penyebaran bakteri Difteri, seperti berikut ini:

  1. Melalui Tetesan Udara

Pada saat bersin atau batuk difteri dapat ditularkan, terutama diri seseorang yang sudah terinfeksi bakteri. Batuk dan bersin dapat melepaskan udara pada tetesan yang terkontaminasi. sehingga orang yang berada di dekatnya dan menghirupnya maka bisa tertular penyakit. Difteri bisa saja menyebar melalui cara ini. Terlebih lagi ketika diri seseorang berada dalam kondisi yang tidak sehat atau di ruangan yang penuh.

  1. Barang yang Terkontaminasi

Selain melalui batuk dan bersin, penyakit atau penyebaran bakteri juga bisa terjadi melalui barang yang terkontaminasi, Apabila seseorang memegang barang yang terkontaminasi, baik itu dari segi minuman atau makanan maupun barang pribadi yang lainnya. Hal ini sekresi pada saraf bakteri dapat tersimpan, sehingga penyebaran bakteri tersebut dapat menularkan ke orang lain yang memegang barang tersebut.

  1. Bersentuhan

Penyebaran selanjutnya yang bisa menularkan bakteri difteri yaitu melalui sentuhan. Terlebih lagi apabila penderita memiliki luka terbuka atau seperti lesi kulit, maka hal ini lebih memudahkan orang lain mengalami penyebaran bakteri. Untuk itu disarankan Anda untuk lebih berhati-hati supaya penyebaran bakteri Difteri tidak Anda alami. Selain bersentuhan pada luka, ternyata menyentuh pakaian yang terkena luka terbuka juga beresiko adanya penyebaran bakteri Difteri.

Apabila pasien sudah menunjukkan gejala-gejala yang parah, maka dokter akan memberikan penanganan yang tepat sambil menunggu hasil dari diagnosis laboratorium. Pada masa pengobatan tersebut bisa dilakukan untuk mencegah adanya komplikasi Difteri secara serius. Apabila tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, maka dapat menimbulkan kerusakan beberapa organ tubuh seperti Jantung, ginjal, maupun sistem saraf.