Categories
Penyakit

Cara Ampuh Mencegah Terinfeksi Virus Corona

Virus Corona adalah virus yang sekarang ini paling ditakuti karena virus ini bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak sampai dengan orang yang sudah dewasa bisa terjangkit Corona ini. jadi sekarang tidak hanya menjaga kesehatan dan kebersihan badan sendiri saja tetapi harus bisa mengingatkan orang sekitar agar juga melakukan hal yang sama. Memang untuk cara mencegah Corona adalah dengan selalu menjaga kebersihan dan juga harus bisa membuat tubuh kebal dengan virus. Kalau tubuh sudah bersih dan juga kekebalan tubuh sudah bagus maka kecil kemungkinannya virus Corona masuk ke dalam tubuh.

Kebiasaan Yang Harus Dilakukan Saat Pandemi Corona

Ada banyak sekali kebiasaan yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama masa pandemi ini, kebiasaan yang dulunya tidak dilakukan setiap hari sekarang harus dilakukan selalu. Untuk tahu kebiasaan tersebut apa saja berikut adalah penjelasan singkatnya.

  • Rajin Berolahraga

Olahraga bukan saja harus dilakukan waktu pandemi saja tetapi olahraga ini memang harus selalu dilakukan setiap harinya. Tetapi kalau sekarang lebih sering lagi olahraganya sebab harus bisa menjaga imun tubuh supaya tidak mudah sakit. Untuk olahraganya juga jangan sampai dilakukan di luar rumah atau di ruangan yang banyak orangnya tetapi lakukan saja di rumah. Jenis olahraga yang dapat dilakukan bisa aerobik dan juga bisa yoga.

  • Menjaga Kebersihan

Kebersihan memang harus selalu dijaga sebab kalau badan tidak bersih maka mudah sekali terinfeksi bakteri, kuman atau virus Corona. Menjaga kebersihan juga terbukti menjadi cara mencegah Corona paling ampuh, makanya pemerintah mewajibkan masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan badan. Menjaga kebersihan tidaklah sulit, ada cara yang mudah sekali yaitu dengan cuci tangan saja. Kalau mau mencuci tangan ini harus di air mengalir dan juga jangan lupa memakai sabun juga.

  • Jaga Jarak  

Menjaga jarak juga jadi pencegahan menularnya Corona, kalau dulu bertemu orang itu bersalaman atau jabat tangan sekarang jangan dulu. Sebab dengan kontak langsung bisa membuat virus Corona berpindah, meskipun terkesan tidak sopan tetapi harus dilakukan. Untuk jarak yang aman itu satu sampai dengan dua meter, jadi dibatasi kalau memang berdiri atau sedang duduk di tempat umum. Usahakan juga jangan terlalu sering pergi ke tempat yang sering didatangi orang banyak, seperti pasar atau Mall.

  • Memakai Pelindung

Menggunakan pelindung tubuh juga jadi cara mencegah Corona, pelindung yang dapat digunakan bisa masker atau bisa juga sarung tangan. Kalau memakai masker tidak hanya waktu bepergian saja tetapi kalau memang sedang bertemu orang lain juga harus pakai masker tersebut. Dengan memakai masker virus jadi tidak bisa masuk ke hidung, kalau pakai pelindung tangan juga sama jadi tidak perlu bersentuhan secara langsung dengan benda atau orang.

Makanan Yang Harusnya Dikonsumsi Pasien Corona

Kalau sudah terkena Corona jangan takut karena bisa sembuh dan cara agar cepat sembuh adalah dengan mengonsumsi makanan yang penuh dengan vitamin C, vitamin E dan juga Vitamin B. Vitamin-vitamin tersebut dibutuhkan karena bisa membuat imun atau kekebalan tubuh jadi bagus. Jika imun sudah bagus pasti virus cepat hilang dan cara tersebut juga termasuk cara mencegah Corona.

Ingin tahu cara mencegah tertular Corona, simak selengkapnya hanya di Ngovee. Jangan lupa juga untuk download Jovee agar dapat tahu vitamin juga suplemen yang bagus untuk imunitas tubuh. 

Categories
Penyakit

Psikosomatik, Saat Pikiran Menimbulkan Penyakit Fisik

Stres merupakan salah satu penyebab psikosomatik, dimana stres memang termasuk hal yang kerap dialami oleh semua orang. Akan tetapi perlu hati-hati sebab bila stres dibiarkan dapat menyebabkan beragam permasalahan kesehatan, termasuk diantaranya psikosomatik. Penyakit bisa saja bermunculan dan bahkan bisa memperburuk kondisi ataupun keluhan fisik tertentu, misalnya nyeri.

Psikosomatik yang terdiri dari dua kata yaitu pikiran (psyche) dan juga tubuh (soma). Psikosomatik merupakan penyakit yang melibatkan baik pikiran dan tubuh, dimana pikiran berpengaruh pada tubuh sehingga menimbulkan penyakit dan menjadi semakin buruk. Istilah psikosomatik dipakai ketika ada keluhan tubuh yang diduga dikarenakan atau semakin buruk oleh faktor mental atau psikis, misalnya rasa cemas dan stres.

Sementara itu berdasarkan istilah psikologi, penyakit ‘fungsional’ atau psikosomatik adalah kondisi yang membuat terasa sakit dan permasalahan di fungsi tubuh, meskipun tak ditemukan kelainan saat pemeriksaan fisik atau pemeriksaan pendukung seperti tes darah atau rontgen.

Bagaimana Pengaruh Pikiran Terhadap Penyakit?

Seperti yang telah diketahui secara umum, pikiran bisa memunculkan perubahan gejala di tubuh seseorang. Sebagai contoh saat merasa cemas atau takut maka akan muncul beberapa tanda seperti meningkatnya denyut jantung, palpitasi atau jantung berdebar-debar, tremor atau gemetaran, mual dan ingin muntah, berkeringat, sakit pada kepala, dada atau perut, napas semakin cepat, mulut menjadi kering, nyeri otot atau punggung.

Gejala fisik itu dikarenakan adanya peningkatan aktivitas impuls atau listrik saraf dari otak menuju beragam organ tubuh. Selain itu penyebab psikosomatik dipengaruhi pula oleh pelepasan zat epinefrin (adrenalin) ke aliran darah.

Sampai saat ini, seperti apa persisnya pikiran dapat memicu gejala tertentu dan berpengaruh terhadap penyakit fisik seperti darah tinggi atau ruam kulit masih belum diketahui dengan pasti. Impuls saraf yang mengarah pada organ-organ tubuh maupun otak diduga bisa berpengaruh pada sel-sel tertentu pada sistem imun tubuh, sehingga memicu munculnya gejala penyakit. Namun yang pasti hal ini belum diketahui dengan pasti.

Penyakit yang Disebabkan Psikosomatik

Saat faktor mental menimbulkan gejala penyakit, namun penyakit itu sendiri tak dapat dideteksi atau ditemukan secara fisik, atau mungkin ada keluhan sakit yang tak sesuai gejalanya, maka beragam kondisi ini termasuk ke dalam gangguan psikosomatik. Terkadang keluhan psikosomatik sulit dikenali, baik oleh si penderita maupun oleh dokter, sebab tak memperlihatkan gejala dan tanda yang spesifik. Akan tetapi ada satu hal pasti, gangguan ini bisa memicu permasalahan nyata untuk penderita beserta orang-orang disekitarnya.

Mengenai penyebab psikosomatik, tentu pada beberapa kasus memang telah dibuktikan bahwa penyakit bisa diperparah oleh kondisi mental. Contoh pada penderita psoriasis, tekanan darah tinggi, tukak lambung, eksim dan diabetes. Tak jarang kondisi penyakit itu nantinya kambuh atau semakin parah saat penderitanya merasa cemas atau stres. Akan tetapi kondisi itu tampak nyata dan pada pemeriksaan fisik bisa dideteksi oleh dokter.

Akan berbeda pada gangguan psikosomatik, dimana gejala yang muncul berikut tanda kelainan fisik yang ada pada si penderita tak selalu terlihat, dan sulit dideteksi oleh dokter. Akan tetapi dampak dan keluhan gangguan itu terasa nyata oleh penderitanya. Hal ini yang terkadang membuat penyebab psikosomatik sulit untuk bisa dideteksi.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang manfaat lainnya? Simak pembahasan lengkapnya di Ngovee. Untuk memperoleh suplemen dan vitamin, unduh aplikasi Ngovee melalui Google Play Store ataupun App Store. Dapatkan suplemen dan vitamin terbaik hanya di Ngovee.

Categories
Penyakit

Kenali Gejala Sleep Apnea Berikut

Mungkin banyak orang yang sebenarnya mengalami beberapa gejala Sleep apnea, akan tetapi tidak banyak yang menyadari hal tersebut. Jangankan untuk menyadarinya ya, tahu nama penyakit itu pun mungkin saja tidak jadi ya wajar kalau tidak mengenalinya. Namun memang sebenarnya ini adalah suatu hal yang sangatlah berbahaya dan harus disadari betul gejalanya itu seperti apa. Mari kita kenali dulu seperti apakah penyakit Sleep apnea itu dan beberapa gejalanya untuk bisa kalian sadari.

Mengenali Penyakit Sleep Apnea

Jadi penyakit Sleep apnea itu adalah salah satu penyakit yang merupakan sebuah gangguan pada tidur yang membuat orang tidak bernapas. Namun tidak bernapasnya itu bukan lama ya, jadi hanya beberapa detik saja akan tetapi terjadi beberapa kali pada saat tertidur. Kondisi seperti ini biasanya akan menyebabkan tubuh itu akan kekurangan oksigen dan membuat orang jadi terasa tetap mengantuk. Pada wanita itu bisa jadi akan menyebabkan mendengkur pada saat sedang hamil.

Penyebab Sleep Apnea

Ada beberapa penyebab dari penyakit gangguan tidur ini yang mungkin harus dipahami juga oleh banyak orang supaya bisa menghindarinya. Ada beberapa penyebab memang seperti misalnya karena mungkin kecanduan alkohol dan juga mungkin karena rokok. Selain itu faktor obesitas pun bisa menyebabkan orang mengalami Sleep apnea ini, jadi harus diwaspadai betul ya. Berikut ini beberapa faktor penyebab munculnya penyakit Sleep apnea sebelum masuk ke gejala Sleep apnea.

1. Central Sleep Apnea

Penyebab yang pertama adalah otak tidak dapat mengirimkan sinyal dengan cukup baik ke otot pernapasan, sehingga orang berhenti bernapas. Hal ini menyebabkan kontrol pernapasan jadi tidak terlalu baik dan membuat penderita berhenti bernapas untuk beberapa waktu. Penyebab ini yang menjadikan jenis Sleep Apnea yakni Central Sleep apnea.

2. Obstructive Sleep Apnea

Penyebab berikutnya adalah otot di belakang tenggorokan itu terlalu rileks, sehingga saluran pernapasan menyempit atau tertutup saat bernapas. Kondisi ini disebut Obstructive Sleep apnea yang merupakan salah satu jenis Sleep apnea. Ini akan menyebabkan penderita akan kesulitan bernapas pada saat tidur dan membuatnya kekurangan oksigen.

3. Complex Sleep Apnea

Untuk jenis Complex Sleep apnea itu adalah gabungan dari kedua penyebab sebelumnya yang mengakibatkan orang terkena Sleep apnea. Jadi apabila penyebabnya mulai dari otak tidak bisa mengirimkan sinyal ke otot pernapasan dan otot belakang tenggorokan terlalu rileks. Ini akan menimbulkan beberapa gejala Sleep apnea yang mungkin cukup jelas ya.

Gejala Penyakit Sleep Apnea

Kebanyakan orang yang mengalami penyakit Sleep apnea ini tidak akan menyadari adanya gejala dari penyakit ini. Justru yang sering menyadari hal itu adalah orang yang sedang tidur di samping penderita ataupun orang yang tidur satu kamar dengan penderita. Memang ada beberapa gejala yang mungkin muncul dari penyakit ini. Berikut beberapa di antaranya.

1. Tersengal-sengal dengan berusaha mengambil napas saat tidur

2. Terbangun dari tidur karena tercekik dan batuk-batuk

3. Mengorok dengan keras

4. Berhenti bernapas beberapa kali selama tertidur

5. Terbangun dengan mulut yang kering

6. Merasa mengantuk di siang hari

7. Sakit kepala saat bangun tidur pun bisa menjadi gejala Sleep apnea

Kalau kalian mengalami beberapa gejala di atas, maka kalian bisa mencoba konsultasi ke dokter untuk lebih jelasnya. Kalian bisa install Lifepack, karena di sana ada informasi dan bisa konsultasi ke dokter. Kalian juga bisa dapat resep obat untuk mengatasinya.

Categories
Penyakit

Mengenal Ciri-Ciri Penyakit Divertikulitis

Divertikulitis adalah divertikula yang mengalami peradangan, divertikula sendiri merupakan kantung yang  berada di dalam saluran pencernaan. Untuk Divertikula tidak termasuk organ bawaan dari lahir karena organ ini terbentuk waktu seseorang umurnya sudah melebihi 40 tahun. Untuk ciri penderita Divertikulitis yaitu penderitanya sering merasa sakit perut, badan demam dan sering mual, untuk ciri-cirinya memang sama seperti penyakit lainnya tapi ada satu ciri yang berbeda sekali. Untuk perbedaannya adalah pada saat penderita Divertikulitis buang air besar jadi tidak normal, maksudnya jadi lebih sering atau malah jarang.  

Siapa Saja Yang Bisa Terkena Divertikulitis?

Jangan sampai menyepelekan Divertikulitis sebab jenis penyakit ini termasuk penyakit mematikan kalau dibiarkan menjadi parah dan yang meninggal karena penyakit ini juga sudah lumayan banyak. Kalau dibiarkan begitu saja penyakit ini bisa menyebabkan usus besar rusak, jika sudah rusak ususnya pasti tubuh akan kesulitan untuk menyerap makanan. Sebenarnya penyakit ini bukanlah penyakit baru karena yang sudah mengalami juga sudah banyak. Tetapi masih banyak juga yang kurang paham kenapa sampai terkena penyakit ini dan siapa saja yang beresiko terkena. Untuk kelompok orang yang besar kemungkinan terkena Divertikulitis ada beberapa kelompok dan berikut daftarnya.

  • Penderita Obesitas

Kalau menderita obesitas jangan merasa tenang karena penyebab terjadinya Divertikulitis adalah karena tubuh terlalu banyak lemak jadi besar kemungkinan kalau obesitas juga akan terkena. Penderita obesitas sampai terkena dikarenakan usus harus bekerja lebih keras lagi untuk mencerna lemak-lemak yang ada di dalam tubuh. Karena terlalu keras bekerja membuat usus jadi rusak, makanya perlu sekali menjaga berat badan agar tidak obesitas.

  • Ada Keturunan

Kalau punya orang tua yang menderita Divertikulitis maka harus lebih hati-hati lagi karena ada kemungkinan terkena juga sebab penyakit ini juga termasuk penyakit turunan. Jadi besar kemungkinan kalau orang tuanya terkena maka anaknya juga akan terkena dan ini bukan mitos karena sudah diuji melalui penelitian. Kalau di negara barat biasanya Divertikulitis itu terjadi di sebelah kiri perut tetapi kalau di Asia itu di kanan perut.

  • Orang Yang Sedang Diet Serat

Melakukan diet memang penting karena dengan diet bisa membuat badan jadi lebih bagus dan lebih sehat tetapi ada diet yang harusnya tidak boleh dilakukan dan diet tersebut adalah diet serat. Diet serat ini juga jadi salah satu penyebab terjadinya Divertikulitis, makanya untuk yang ingin diet serat baiknya berpikir ulang dulu saja karena dampaknya bisa buruk sekali. Terjadinya Divertikulitis adalah kebutuhan serat yang tidak terpenuhi sehingga kondisi usus tidak bagus.

  • Pasien Yang Rutin Mengonsumsi Obat

Seorang pasien atau yang menderita sebuah penyakit juga bisa terkena Divertikulitis juga, karena obat-obatan kimia yang terlalu sering dikonsumsi juga membuat usus tidak bagus kondisinya. Jadi kalau memang sedang sakit baiknya minum obat yang herbal dulu saja, kalau memang tidak sembuh barulah minum obat kimia.

Cara Jitu Mencegah Terjadinya Divertikulitis

Semua jenis penyakit itu bisa dicegah dan begitu juga dengan penyakit Divertikulitis, untuk pencegahan Divertikulitis adalah dengan berolahraga yang rutin. Kalau sudah sering olahraga pasti badannya bisa sehat dan sistem pencernaan juga bisa lancar, selain harus olahraga juga perlu banyak minum air putih. Sebab air putih terbukti membantu sistem pencernaan agar lancar.

Beli obat untuk Divertikulitis tidak perlu antri lama di apotek maka gunakan saja Lifepack. Unduh Lifepack di Google Play Store juga App Store.

Categories
Penyakit

Memahami Penyakit Epididimitis Dari Penyebab, Diagnosis, Dan Gejalanya

Mungkin banyak yang masih belum memahami apa itu penyakit epididimitis. Epididimitis sendiri adalah sebuah penyakit peradangan dimana sebuah struktur berkelok yang letaknya menempel pada bagian belakang testis yang fungsinya menjadi tempat penyimpanan sperma matang. Infeksi ini memiliki banyak penyebab, dimana penyebab penyakit epididimitis umumnya disebabkan dari bakteri. Biasanya infeksi akan menyerang pria dengan berbagai usia, tetapi lebih banyak menyerang pada pria yang berusia 14-35 tahun. Pria yang bergonta-ganti pasangan dan melakukan hubungan seksual juga rentang terkena epididimitis.

Penyebab Utama Penyakit Epididimitis

Ada 2 jenis penyebab utama penyakit epididimitis yaitu lewat bakteri dan virus. Berikut penjelasan lengkapnya :

· Bakteri

Ada banyak kemungkinan penyebab penyakit epididimitis bisa dialami sebagian pria. Pada umumnya disebabkan oleh adanya bakteri yang berkembang. Bakteri yang jadi penyebabnya ini sendiri memiliki beberapa jenis. Sebagian disebabkan oleh terjangkit infeksi menular dari hubungan seksual yaitu klamidia dan gonore. Selain dari hubungan seksual, infeksi juga bisa terjadi karena adanya infeksi yang terjadi pada saluran kemih walaupun kasusnya masih tidak banyak ditemui.

· Virus

Selain dari bakteri, penyebab pria mengalami penyakit epididimitis juga dari virus. Virus biasanya jadi penyebab dominan penyakit epididimitis terjadi pada anak-anak. Epididimitis dari virus ini tidak disebabkan oleh adanya pyuria (tanda peradangan atau bakteri). Biasanya disebabkan karena basil tuberkulosis yang umum terjadi pada daerah endemis TB.

Diagnosis Epididimitis

Seseorang bisa menemukan apakah dirinya mengidap penyakit epididimitis saat melakukan wawancara medis atau bisa dengan melalui pemeriksaan fisik.

Dari informasi yang terkumpul melalui wawancara medis, akan ditemukan beberapa gejala yang umumnya adalah rasa nyeri pada skrotum. Nyeri ini bisa menyebar sampai ke daerah inguinal yang biasa disertai dengan meningkatnya suhu badan yang tinggi.

Sedangkan jika melalui pemeriksaan lewat laboratorium umumnya dapat ditemukan adanya peningkatan leukosit. Leukosit adalah penyebab penyakit epididimitis dan perlu pemeriksaan agar bisa menunjang diagnosis dengan metode kultur urine dan juga pewarnaan gram sekret penis.

Gejala Penyakit Epididimitis

Ada beberapa gejala yang dialami pria yang mengalami penyakit epididimitis, antara lain adalah :

·         Testis menjadi Kemerahan

·         Testis panas saat teraba

·         Mengalami demam

·         Rasa nyeri saat buang air kecil

·         Rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual

·         Adanya pembesaran kelenjar getah bening inguinal

·         Pembengkakan pada area skrotum

·         Skrotum  terasa nyeri yang bersifat gradual

Beberapa gejala tadi tidak semuanya dialami saat pria mengalami penyakit epididimitis. Ada gejala yang hanya beberapa terjadi, ada juga yang semua gejala dialami. Jadi harus benar – benar dipahami agar saat gejala tersebut dirasakan, bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

Jangan anggap Sepele Penyakit Epididimitis

Itu tadi beberapa penjelasan tentang penyakit epididimitis mulai dari penyebab utama penyakit ini bisa menyerang para pria, cara diagnosis, dan juga gejala yang umumnya terjadi. Penyakit ini jangan sampai di anggap sepele, karena jika dibiarkan akan berdampak serius pada kesehatan. Jadi agar bisa terhindar dan tidak ingin terjangkit penyakit ini, hindari penyebab penyakit epididimitis ini dengan cara hidup yang bersih dan sehat. Demikian informasi seputar penyakit epididimitis, semoga bermanfaat dan bisa membantu. Ingat untuk selalu menjaga kesehatan karena biaya pengobatan saat ini tidak bisa dibilang murah.

Ingin konsultasi lanjut tentang kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Anda bisa tebus obat, proses cepat bebas antri. Aplikasi juga tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Mengenal Lebih Dalam Tentang Penyakit HIV

Penyakit HIV adalah salah satu penyakit yang sudah merenggut banyak sekali nyawa, di Indonesia sendiri pengidap penyakit ini sudah mencapai ratusan ribu dan jumlah tepatnya adalah 640 ribu jiwa sudah terkena HIV. Kalau sampai ada yang masih bertanya apa itu HIV jelas itu tidaklah wajar karena penyakit ini yang harus benar-benar dihindari. Penularan penyakit ini terbilang cepat sekali karena dari gen saja bisa tertular, jadi kalau ayah atau ibu ada yang terkena pasti anaknya juga akan terkena.

Cara Mencegah Penularan Penyakit HIV

Jika diberikan pilihan mau terkena HIV atau tidak jelas jawabannya tidak karena kalau sudah terkena itu akan sulit sekali sembuhnya sebab untuk obatnya juga masih belum ditemukan. Karena masih tidak ada obatnya inilah yang membuat penyakit ini sangat ditakuti karena kemungkinan bertahan hidup kalau sudah terkena itu akan kecil sekali. Agar tidak terkena atau terjangkit penyakit ini maka harus tahu dulu cara menghindarinya seperti apa, untuk cara tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

·         Pakailah Kondom

Kalau sekarang mau berhubungan badan itu jangan sampai tidak pakai kondom sebab virus HIV itu akan cepat menular lewat hubungan badan. Sekarang bukan saja pria yang harus pakai kondom tetapi perempuan juga harus memakainya agar pasangan penularan ini bisa dicegah.

·         Tidak Berganti Pasangan

Melonjaknya penderita HIV itu dikarenakan banyak pasangan yang sering ganti-ganti pasangannya, jadi tidak hanya berhubungan badan dengan satu orang saja tetapi selalu berganti. Padahal belum tentu pasangannya itu tidak terkena penyakit, jadi penting sekali tahu dulu apa itu HIV agar waktu akan berhubungan badan itu nyaman karena sudah tahu cara menghindarinya.

·         Jangan Pakai Narkoba

Selain dari berhubungan badan virus HIV juga bisa masuk ke dalam tubuh kalau memakai narkoba, pemakaian narkoba ini juga menjadi penyebab terbesar bertambahnya penderita HIV di Indonesia. Para pemakai narkoba sampai terkena HIV dikarenakan waktu menggunakan narkoba itu memakai jarum suntik bekas. Pada jarum suntik tersebut masih terdapat darah yang ada virusnya makanya kalau pakai jarum tersebut bisa terkena juga.

·         Melakukan Pemeriksaan Rutin

Akan lebih baik kalau sering memeriksakan kesehatan ke dokter agar tahu apakah tubuh itu sehat atau tidak dan jangan lupa juga bertanya pada dokter lebih jelas mengenai apa itu HIV. Jadi selain nantinya akan tahu kondisi tubuh seperti apa juga akan mendapatkan info yang lebih jelas tentang penyakit HIV tersebut.

·         Selalu Jujur Dengan Pasangan

Kejujuran juga penting sekali karena kalau tidak jujur dengan pasangan bukan saja nantinya akan menulari pasangan tetapi juga bisa menyebabkan keturunannya bisa terkena juga. Jadi agar bisa melindungi pasangan dan juga anak maka harus jujur dulu dengan pasangannya.

Mitos Mengenai Penyakit HIV

Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat mengenai virus HIV dan salah satunya adalah virus tersebut itu bisa menular melalui gigitan nyamuk. Mitos ini salah besar karena kalau penderita digigit nyamuk dan nyamuk tersebut menggigit orang lain itu tidak akan berpengaruh apa pun karena struktur biologi nyamuk tersebut. Jadi jangan langsung percaya pada mitos tetapi cari tahu dulu apa itu HIV agar paham.

Untuk bisa memperoleh info yang valid tentang HIV maka bisa memperolehnya di Ngovee. Segera saja unduh aplikasi Jovee agar bisa tahu rekomendasi suplemen yang paling bagus untuk kesehatan tubuh. 

Categories
Penyakit

Seputar Gejala Dan Penyebab Penyakit Autoimun Lupus

Sakit autoimun lupus merupakan salah satu penyakit yang cukup familiar bagi masyarakat di Tanah Air. Penyakit autoimun ini merupakan sebuah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh bukan melindungi tubuh, namun malah menyerang tubuh itu sendiri. Jika kekebalan tubuh diperlukan untuk menjaga tubuh dari ancaman organisme yang asing seperti virus maupun bakteri. Namun pada penyakit autoimun ini, sistem kekebalan tubuh melihat sel yang sehat merupakan bagian dari organisme asing layaknya bakteri maupun virus, sehingga sistem secara otomatis mengeluarkan protein autoantibodi yang menyerang sel tubuh yang sehat.

Penyebab Penyakit Autoimun

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti terkait dengan penyebab dari penyakit autoimun ini. Namun terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko seseorang menderita sakit autoimun lupus ini. Beberapa penyebab tersebut antara lain:

  1. Kelamin atau gender, dimana dalam hal ini perempuan memiliki risiko lebih besar atau rentan terkena penyakit autoimun daripada pria. Penyakit umumnya dijumpai pada masa kehamilan sedang berlangsung.
  2. Etnis. Pada beberapa kasus, penyakit autoimun menyerang suatu etnis tertentu, seperti halnya diabetes tipe 1 yang banyak menimpa orang Eropa, namun penyakit lupus ini cukup rentan pada etnis Amerika Latin maupun Afrika-Amerika.
  3. Riwayat keluarga. Salah satu penyebab dari terjadinya sakit autoimun lupus pada tubuh karena adanya riwayat keluarga yang mengalami penyakit autoimun sebelumnya. Walaupun tidak selalu terserang, namun rentan terhadap serangan penyakit autoimun.
  4. Kondisi lingkungan. Penyakit ini dapat disebabkan pula dari paparan lingkungan seperti bahan kimia, cahaya matahari dan juga infeksi virus serta bakteri dimana hal tersebut dapat memperparah keadaan penderita.

Gejala Penyakit Autoimun

Beberapa gejala yang dirasakan oleh penderita yang mengalami sakit autoimun lupus ini diantaranya diawali dengan:

  • Demam yang ringan
  • Rambut sering rontok
  • Timbul ruam pada kulit
  • Otot terasa pegal
  • Cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi
  • Mudah timbul kelelahan
  • Kesemutan yang terjadi di daerah tangan maupun kaki
  • Sering merasa haus

Masing-masing dari gejala autoimun tersebut dapat menimbulkan jenis penyakit autoimun, yang mana contohnya yakni:

  • Penyakit Graves yang mana dapat menyebabkan berat badan semakin menurun, rasa gelisah, mata yang cenderung menonjol, rambut rontok dan jantung yang berdebar.
  • Penyakit Multiple Sclerosis yang mana disertai dengan gejala seperti gangguan pada penglihatan, kurang koordinasi antara sistem tubuh serta terasa nyeri, otot yang sering tegang dan kelelahan.
  • Penyakit Psoriasis yang ditandai dengan kulit yang berubah menjadi bersisik.
  • Penyakit Lupus yang mana dapat berpengaruh pada sistem organ dan dapat menimbulkan gejala seperti ruam pada kulit, sariawan, kulit yang sensitif, nyeri sendi, demam, sakit kepala, nyeri pada dada, sesak napas, dan tidak jarang diikuti oleh kejang dan pendarahan pada tubuh.
  • Penyakit Kolitis Ulseratif dan Gejala Crohn’s, yang mana ditandai dengan demam, buang air besar timbul darah, berat badan yang menurun serta nyeri perut dan diare.
  • Penyakit Hasimoto yang mana ditandai dengan sembelit, kulit kering, peningkatan pada berat badan, depresi dan sensitif pada udara dingin.
  • Sindrom Guillain-Barre yang mana mengakibatkan kelelahan bahkan hingga kelumpuhan.
  • Penyakit Rehumatoid Arthritis yang mana dapat menimbulkan nyeri pada sendi, radang pada sendi dan timbul pembengkakan.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan penderita sakit autoimun lupus yang dapat berkomplikasi menjadi penyakit lain yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Sekarang ini, beli obat tak harus antri lagi. Kehadiran aplikasi Lifepack yang dapat diunduh melalui Google Play Store maupun App Store dapat memudahkan dalam pemesanan dan pembelian obat secara online bebas antri.

Categories
Penyakit

Mengenal Jenis Kanker Rektum

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling menyebabkan sesuatu yang sangat fatal. Kanker rektum adalah salah satu jenis kanker yang banyak diidap oleh orang Indonesia. Kanker ini terjadi pada area usus pencernaan paling bawa dekat dengan anus. Kanker ini juga bisa dikenal sebagai kanker anus. Seperti pada umumnya sebuah kanker, kanker anus ini disebabkan karena adanya kelainan genetik yang membuat sel usus tumbuh secara tidak normal dan akhirnya menghasilkan sel-sel kanker yang semakin tumbuh membesar.

Jika sel ini aktif pertumbuhannya maka bisa jadi sel ini menjadi kanker yang lebih ganas. Tapi ketika pertumbuhan tidak ganas bisa jadi akan menjadi jaringan polip biasa. Jaringan sel yang tumbuh secara abnormal ini sering menjadi penyebab terjadinya polip maupun kanker pada usus manusia.

Gejala Kanker Anus Atau Rektum

Orang yang mengalami kanker ini biasanya akan menunjukkan beberapa gejala. Setiap gejala biasanya akan bisa dirasakan oleh penderita itu sendiri. Berikut adalah beberapa gejala yang terjadi pada seseorang yang mengalami kanker anus atau rektum ;

●  Rasa Tidak Nyaman Pada Perut

Pada awal pertumbuhan kanker ini biasanya penderita akan mengalami perasaan yang tidak nyaman pada perut seperti merasa kembung dan kram di perut. Jika anda merasakan gejala ini secara konsisten maka perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker yang tumbuh pada usus anda. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini bisa membuat kanker yang terjadi pada usus anda jadi semakin mudah untuk ditangani.

●  BAB Tidak Lancar

Seseorang yang mengalami kanker anus ini akan menunjukkan gejala buang air besar tidak lancar. Perubahan kebiasaan pasti akan terjadi pada orang-orang yang menderita kanker usus. Jika anda mengalami buang air besar tidak lancar disertai dengan gejala lain maka sebaiknya anda memeriksakan kondisi pencernaan anda. Bisa jadi hal tersebut adalah gejala kanker rektum yang menjangkiti tubuh anda.

●  BAB Berlendir Atau Berdarah

Gejala seseorang yang mengalami kanker pada usus mereka salah satunya adalah adanya lendir atau bercak darah pada tinja yang dikeluarkan. Hal ini disebabkan karena rektum mengalami luka karena digerogoti oleh sel kanker yang tumbuh.

●  Berat Badan Turun Drastis

Hampir semua penderita kanker termasuk kanker rektum akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi sangat drastis. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik akibat adanya sel kanker pada usus. Biasanya penderita kanker ini juga akan mengalami kehilangan nafsu makan yang tentu saja bisa semakin memperburuk penurunan berat badan yang terjadi.

●  Lemas Tidak Bertenaga

Rasa lemas dan tidak bertenaga akan dirasakan oleh penderita kanker karena lemas menjadi salah satu gejala kanker yang sering terjadi dan dirasakan oleh penderita kanker.

●  Bergantian Antara Diare dan Sembelit

Gejala yang cukup umum pada penderita kanker yang terjadi pada usus ini adalah mengalami diare dan sembelit pada waktu yang hampir berdekatan. Hal ini disebabkan karena sel kanker merusak sistem pencernaan yang terjadi di usus.

Kapan Membutuhkan Bantuan Dokter?

Jika beberapa gejala yang sudah dibahas di atas anda rasakan maka anda harus segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika anda abai padahal sudah merasakan semua gejala kanker rektum maka kanker tersebut menjadi sangat berbahaya untuk anda. Setelah berobat pastikan anda mengkonsumsi obatnya secara teratur. Anda juga bisa menebus obat secara online.

Download aplikasi Lifepack di Playstore atau Appstore, Lifepack adalah apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri. 

Categories
Penyakit

Inilah Ciri-Ciri Pengidap Penyakit Hemokromatosis!

Penderita Hemokromatosis itu mudah sekali dikenali karena ciri ciri hemokromatosis itu akan bisa diketahui tanpa harus pergi ke dokter. Salah satu cirinya sendiri adalah merasa tidak bersemangat dan juga merasa lemah, kondisi seperti itu sampai terjadi dikarenakan produksi energi menjadi terganggu sebab zat besinya terlalu banyak. Selain akan merasa lemas juga merasa nyeri pada perut, rasa nyeri ini timbul karena organ di perut itu menyimpan zat besi terlalu banyak. Kalau ada keluarga yang mengalami seperti itu sebaiknya harus diantar ke dokter saja supaya mendapatkan perawatan.

Penyakit Yang Ditimbulkan Hemokromatosis

Gejala Hemokromatosis memang mudah dikenali tetapi meskipun begitu banyak penderita Hemokromatosis yang malah menganggap remeh. Sebab dibiarkan saja juga gejalanya akan hilang jadi tidak terlalu dipikirkan. Tetapi tindakan seperti itulah yang salah karena kalau kondisi Hemokromatosis dibiarkan bisa memunculkan beberapa penyakit lain yang bisa mengancam jiwa. Makanya disarankan sekali kalau sudah merasakan gejala seperti yang disebutkan tadi harus ke dokter saja agar tidak mengalami penyakit-penyakit seperti berikut ini.

·         Kanker Kolon

Zat besi memang bagus sekali tapi kalau berlebih pastinya tidak bagus juga sebab zat besi tersebut bisa saja mengendap di usus besar. Karena adanya endapan tersebutlah yang menyebabkan reaksi Fenton menjadi tidak terkendali yang nantinya membuat terjadinya mutasi gen yang menimbulkan kanker di usus buntu. Kalau sudah terkena kanker harus rutin berobat karena sel kanker kalau sudah berkembang bisa merambat ke organ-organ penting lainnya.

·         Keracunan Zat Besi

Kalau mengalami keracunan juga bisa jadi ciri ciri Hemokromatosis, sebab kalau berlebihan zat besi pastinya akan mengalami keracunan. Biasanya kalau keracunan itu disebabkan oleh terlalu banyak makan suplemen, seharusnya tidak harus makan suplemen karena zat besi bisa diperoleh dari mengkonsumsi makanan. Kalau sudah keracunan biasanya merasa mual, sakit perut dan juga akan muntah.

·         Serangan Jantung

Jantung merupakan organ terpenting yang ada di tubuh manusia, kesehatan jantung ini harus dijaga sebaik mungkin kalau mau umurnya panjang. Salah satu cara menjaga agar jantung tetap sehat adalah kontrol kadar zat besi agar selalu normal, sebab kalau terlalu banyak akan menyebabkan disfungsi jantung dan juga keracunan. Kalau terjadi pastinya akan menyebabkan juga gagal jantung dan detak jantung menjadi tidak normal, jadi kalau jantung tidak normal bisa jadi itu ciri ciri hemokromatosis.

·         Diabetes

Selain jantung bermasalah juga bisa menyebabkan diabetes juga, jadi terkena diabetes juga tidak selalu karena keturunan atau karena terlalu banyak minum-minuman manis. Kalau diabetes maka luka di tubuh akan lebih lama sembuhnya dan inilah yang akan berbahaya sebab bagian tubuh yang luka bisa diamputasi. Karena membahayakan maka kontrol terus zat besi di dalam tubuh agar tidak terkena diabetes.

Proses Mendiagnosis Penyakit Hemokromatosis

Untuk tahu terkena Hemokromatosis atau tidak itu harus melalui tes dulu yang dilakukan dokter. Salah satu tes yang dilakukan adalah tes DNA, pemeriksaan DNA ini perlu dilakukan karena dari memeriksa DNA jadi tahu apakah ada kelainan genetik atau tidak. Sebab salah satu ciri ciri Hemokromatosis adalah salah satu anggota keluarganya ada yang menderita Hemokromatosis makanya tes tersebut itu pasti selalu dilakukan.

Ingin berkonsultasi secara mendalam dengan dokter tentang Hemokromatosis? Unduh saja aplikasi Lifepack. Aplikasi tebus resep obat, tanpa antri. Tersedia di Google Play Store juga App Store.

Categories
Penyakit

Pengobatan Untuk Penyakit Esofagitis

Esofagitis adalah penyakit yang terjadi akibat adanya peradangan di area kerongkongan. Kerongkongan sendiri merupakan penghubung dari mulut dan juga lambung. Jadi nantinya makanan yang berasal dari mulut akan disalurkan menuju lambung oleh kerongkongan. Banyak sekali orang yang menanyakan pengobatan esofagitis karena seseorang yang menderita penyakit ini akan merasakan sakit pada tenggorokannya dan juga sulit untuk menelan makanan. Bahkan ada kasus dimana penyakit esofagitis ini menyebabkan rasa sakit pada bagian dada.

Lama Penyembuhan Penyakit Esofagitis

Lamanya penyembuhan penyakit esofagitis umumnya adalah selama 14 hari hingga 28 hari untuk orang-orang yang memiliki sistem imun tubuh yang bagus. Tentunya proses penyembuhan akan lebih lama jika seseorang memiliki sistem imun tubuh yang kurang bagus. Perlu kamu ketahui bahwa apabila penyakit esofagitis ini harus segera mendapatkan penanganan dari pihak kesehatan.

Jika penderita penyakit esofagitis tidak segera mendapatkan perawatan dari pihak kesehatan maka nantinya akan timbul masalah yang lebih besar seperti penyempitan pada kerongkongan, luka pada kerongkongan, dan bahkan bisa memicu kanker pada kerongkongan. Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan seseorang.

Menanggapi hal tersebut tentunya sekarang kita harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga kesehatan kita, supaya nantinya kita tidak terkena penyakit esofagitis. Namun jika seseorang memang sudah terlanjur terkena penyakit esofagitis maka diperlukan pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Mari kita pahami bersama-sama mengenai bagaimana pengobatan esofagitis yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ini.

Pengobatan Untuk Penyakit Esofagitis

Berikut ini adalah pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan penyakit esofagitis  :

  • Pemberian Obat Penurun Asam Lambung

Untuk penderita penyakit esofagitis yang mengalami refluks asam lambung maka nantinya dokter akan memberikan obat-obatan yang bisa menurunkan asam lambung. Namun jika memang keadaan semakin memburuk maka dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan operasi dengan tujuan untuk memperkuat pembatas antara kerongkongan dan lambung. Pengobatan esofagitis yang satu ini memang cukup sering dilakukan.

  • Pemberian Obat Antibiotik

Untuk orang yang mengalami penyakit esofagitis yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri, maka dokter akan memberikan obat antibiotik supaya bakteri yang menyerang kerongkongan bisa dilawan. Tak hanya bakteri saja yang bisa menyebabkan penyakit esofagitis ternyata jamur juga bisa menyebabkan penyakit esofagitis. Untuk mengatasi penyakit esofagitis yang disebabkan oleh jamur maka nanti dokter juga akan memberikan obat antibiotik agar jamur bisa mati dan pasien akan segera sembuh dari penyakit esofagitis.

  • Konsultasi Penggantian Obat

Ada beberapa obat yang memiliki efek samping berupa peradangan pada bagian kerongkongan manusia. Maka dari itu untuk mengatasinya kita harus melakukan konsultasi dengan dokter mengenai obat yang akan kita konsumsi. Hal ini dilakukan supaya nantinya efek samping obat yang bisa menyebabkan esofagitis bisa kita hindari. Pastinya dokter sudah sangat memahami mengenai obat-obatan dan cara yang tepat untuk menangani pasien jadi kamu tidak perlu khawatir.

  • Pemberian Anti Alergi

Esofagitis bisa jadi disebabkan oleh alergi terhadap sesuatu. Akibat adanya alergi maka kerongkongan akan mengalami peradangan sebagai respons terhadap alergi. Untuk mengatasi hal seperti ini biasanya dokter akan memberikan obat anti alergi kepada pasiennya. Selain memberikan pengobatan esofagitis dokter juga akan memberikan pasien informasi mengenai makanan apa saja yang sementara waktu tidak boleh dimakan.

Unduh sekarang juga aplikasi Lifepack hanya di Google Playstore ataupun Appstore, apotek online untuk membayar resep obat bebas antri. Tentunya menebus resep obat jadi lebih praktis.