Categories
Kesehatan Penyakit

Cara Menyembuhkan Kista Dengan Metode Yang Ampuh

Kista adalah penyakit yang menjangkit pada tubuh manusia. Penyakit ini berbentuk seperti sebuah benjolan yang berisi cairan. Tidak hanya muncul di bagian kulit saja, ada beberapa bagian tubuh lain yang menjadi tempat bertumbuhnya kista. Seperti rahim, otak, atau pada bagian ginjal.

baca: Konsultasi Kista di Apotek Online

Kista sendiri dibagi menjadi 2 yaitu kista jinak dan kista ganas. Sedangkan untuk jenisnya terdapat berbagai macam yang cara menyembuhkan kista juga berbeda-beda.

Metode-metode untuk menyembuhkan kista

Penyakit kista terkadang muncul tanpa disadari karena tidak adanya gejala yang dirasakan sebelum munculnya penyakit ini. Namun jangan cemas masih ada banyak orang yang ingin mengetahui tentang cara menyembuhkan kista dengan metode yang ampuh. Yuk, cek caranya:

1. Direndam dengan Air Hangat

Cara menyembuhkan kista adalah dengan merendam di air hangat. Terdapat beberapa jenis kista antara lain adalah kista bartholin yang dapat diatasi dengan cara ini. air hangat akan berguna dalam membuat benjolan kista mengecil dan hilang. Air hangat yang mengandung belerang di pemandian air panas lebih dianjurkan untuk pengobatan kista.

Metode dengan cara berendam di air panas ini hanya berlaku untuk penyakit kista yang jinak dan tidak terlalu parah. Berbeda dengan kista yang lebih ganas, yang harus diobati dengan prosedur kedokteran yang lebih efisien.

2. Menggunakan obat Kortikosteroid

Penyakit kista berbentuk benjolan yang mana untuk menyembuhkan dan membuat kulit kembali sehat seperti sedia kala, dokter yang menangani penyakit ini akan memberikan obat kortikosteroid dengan cara disuntikkan pada kista sehingga menghilangkan radangnya. Bilamana radang yang terdapat pada kista hilang maka kulit akan berangsur-angsur pulih.

3. Obati dengan antibiotik

Benjolan pada kista mengandung cairan yang di dalamnya terdapat kuman sehingga menyebabkan infeksi. Kuman penyebab infeksi ini dapat diatasi dengan memberikan obat antibiotik. Sebenarnya kuman inilah yang membuat kista tidak sembuh-sembuh. Jadi cara menyembuhkan kista adalah dengan obat antibiotik.

Obat antibiotik akan membunuh kuman-kuman yang berada pada benjolan kista dan mengeluarkannya lewat keringat dan urin pasien. Obat ini dapat diperoleh dengan mudah di apotik namun untuk penggunaannya harus dengan resep dokter ya supaya dosisnya sesuai dengan kegunaan dan tidak menyebabkan penyakit lainya.

4. Metode Aspirasi

Permasalahan pada penyakit kista terdapatnya cairan yang berada di dalam kulit. Jangan mencoba untuk mengeluarkan sendiri cairan ini. Meskipun dengan menekan dan memencet dengan tangan akan membuat cairan ini keluar, tetapi cara ini sangat berbahaya untuk dilakukan. Sehingga untuk menyembuhkan kista harus ditangani oleh dokter untuk mengeluarkan cairan itu.

Metode aspirasi adalah cara untuk menyembuhkan kista. Dokter menusukkan jarum suntik ke dalam kista dan menghisap cairan sehingga akan berpindah dari dalam benjolan ke dalam tabung suntik. Jenis kista yang mampu diatasi dengan metode aspirasi adalah kista ganglion.

5. Penyinaran Laser

Laser yang telah disesuaikan oleh dokter untuk pengobatan kista akan disiarkan pada benjolan yang terdapat pada tubuh pasien. Laser ini yang kemudian akan menyembuhkan dan menyusutkan benjolan kista. Beberapa rumah sakit telah menyarankan dan melakukan metode penyinaran untuk kista.

6. Operasi Kista

Jika cara menyembuhkan kista yang telah dibahas diatas belum mampu untuk menyembuhkan penyakit ini. Cara yang harus pasien ambil adalah dengan operasi kista. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kista pada organ dalam pada tubuh. Sebelum operasi dokter akan memeriksa pasien terlebih dahulu sebelum operasi dilakukan.

baca: Cek Tekanan Darah Normal

Itulah cara menyembuhkan kista. Supaya terhindar dari penyakit kulit seperti kista disarankan untuk selalu menjaga kebersihan diri, selalu berdoa dan berikhtiar agar selalu diberikan kesehatan ya. Tetap positif dan semangat!

Categories
Penyakit

Yuk Kenali Definisi, Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Rubella

Rubella menjadi salah satu penyakit yang cukup populer, terutama pada tahun 2016 silam. Penyakit ini disebut juga dengan campak Jerman yang biasanya secara umum menyerang kalangan anak-anak. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan pula, kalangan dewasa akan terkena penyakit rubella. Berikut ini informasi lengkapnya terkait rubella. Yuk disimak!

Definisi Rubella

Penyakit Rubella disebut juga campak Jerman yakni sebuah infeksi virus yang menimbulkan tanda berupa ruam merah pada area kulit. Umumnya, penyakit ini menyerang kalangan anak-anak dan juga remaja. terutama di Indonesia tepatnya pada tahun 2016 yang tercatat sebanyak 800 kasus yang disebabkan rubella.

baca: Beberapa Gejala Tifus yang Sering Muncul

Penyebaran rubella sangatlah mudah yang dapat ditularkan melalui bulir-bulir liur di udara, terutama ketika batuk dan bersin. Berbagi makanan dan minuman dengan penderita rubella sangatlah dilarang, guna menjaga tubuh agar terhindar dari serangan rubella yang dapat menular dengan mudah.

Gejala Rubella

Seperti yang disinggung sebelumnya, rubella lebih rentan menyerang anak-anak. Hal ini dapat ditunjukkan dengan gejala seperti demam, sakit kepala, pilek, nafsu makan yang kurang, area mata memerah, adanya pembengkakan kelenjar limfa yakni pada area telinga dan leher. Selain itu, gejala lainnya yakni adanya ruam berbintik merah yang mulanya muncul di area wajah, yang perlahan menyebar menuju badan, tangan, dan kaki serta adanya rasa sakit pada persendian.

Penyebab Terjadinya Rubella

Setiap penyakit tentunya muncul karena alasan tertentu. Begitu pun dengan rubella, kehadirannya bukan tanpa sebab. Namun terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya rubella. Adapun penyebabnya yakni disebabkan oleh virus bernama Rubella. Virus ini dapat menyebar dengan mudah melalui bulir air liur yang terpercik dari penderita rubella, terutama ketika bersin dan batuk.

Cara Mencegah Penyakit Rubella

Selanjutnya, melakukan pencegahan tentunya lebih baik dibanding melakukan pengobatan. Beberapa cara dapat dilakukan guna mencegah terjadinya penyakit rubella. Di antara cara yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

1. Melakukan Imunisasi Rubella

Pertama, pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi Rubella. Untuk kawasan Indonesia, imunisasi Rubella diberikan dalam bentuk MMR atau MR. Imunisasi biasanya dilakukan pada usia 15 bulan dan selanjutnya akan diulang pada usia 5 tahun. Jenis imunisasi rubella tentunya bisa didapatkan oleh orang dewasa,  namun tidak untuk wanita hamil.

2. Hindari Kontak Secara Langsung dengan Penderita Rubella

Selanjutnya, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak secara langsung dengan para penderita rubella. Hal ini sebagai salah satu langkah atau pun upaya agar terhindar dari rubella. Cara ini hendaknya dilakukan terutama oleh mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi rubella. Pencegahan lebih baik dilakukan sebelum penyakit lebih kuat menyerang tubuh.

3. Menjaga Kebersihan dengan Baik

Kebersihan adalah salah satu kunci agar tubuh tetap sehat. Begitupun untuk menghindari penyakit yang menimbulkan ruam merah pada kulit ini hendaknya jagalah kebersihan dengan sebaik mungkin. Kebersihan lingkungan dan kebersihan tubuh menjadi salah satu penunjang agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai serangan penyakit.

4. Olahraga yang Teratur

Selanjutnya, melakukan olahraga yang teratur menjadi salah satu cara lainnya yang bisa dilakukan agar terhindar dari rubella. Melakukan olahraga secara teratur akan membuat tubuh lebih terlihat bugar. Selain itu, olahraga yang teratur juga akan membantu menjaga stamina tubuh lebih maksimal serta sistem kekebalan tubuh pun lebih baik.

5. Menjalani Vaksinasi MMR Bagi Penderita Serumah

Agar terhindar dari rubella, hendaknya lakukan vaksinasi MMR pada penderita yang tinggal serumah. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mencegah penularan dari penderita rubella. Langkah ini juga biasanya dilakukan pada ibu hamil agar terhindar dari penularan rubella yang bisa menyerang ibu hamil.

baca: Apa Obat Penyakit Gondogan?

Nah, itulah beberapa informasi terkait penyakit rubella mulai dari definisi, gejala, hingga pencegahan yang bisa dilakukan. Apapun penyakitnya, melakukan pencegahan lebih baik sebelum terjadinya serangan berbagai penyakit yang dapat berdampak buruk pada tubuh.

Categories
Obat Penyakit

Kenali Obat untuk Penyakit Gondongan dan Penyebabnya

Salah satu jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia adalah penyakit gondongan. Penyakit ini dalam penelusuran AkronRegister menyebabkan timbulnya bengkak pada salah satu bagian wajah. Bengkak ini menimbulkan rasa sakit atau nyeri saat Anda menelan makanan atau minuman. Tubuh pun mengalami demam yang cukup tinggi sebelumnya. Untuk mengobati penyakit ini bisa dilakukan dengan cara alami seperti di bawah ini.

Penyakit Gondongan dan Penyebabnya

Penyakit gondongan timbul akibat adanya infeksi oleh virus yang menyerang kelenjar parotis sehingga membengkak. Kelenjar parotis sendiri bekerja sebagai penghasil air liur. Sehingga serangan virus pada kelenjar parotis akan mempengaruhi produksi air liur pada tubuh. Virus yang menyerang kelenjar parotis disebut sebagai virus paramyxovirus.

baca juga: Obat Sariawan yang Alami

Virus paramyxovirus bisa menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui air liur yang keluar dari bersin maupun batuk. Penularan ke orang lain bisa terjadi baik secara langsung seperti terpapar air liur akibat batuk dan bersin penderita gondongan. Selain itu penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung lewat barang yang telah terkontaminasi oleh virus paramyxovirus. Penularan lewat barang terjadi ketika air liur penderita menempel pada barang tersebut. 

Waktu yang dibutuhkan oleh virus paramyxovirus dalam menginfeksi inangnya yakni 14 hingga 25 hari. Virus ini pertama-tama akan masuk ke saluran pernapasan dan berkembang biak di kelenjar parotis. Gejala yang mungkin dirasakan penderita meliputi:

  • Sulit untuk menelan makanan bahkan minuman hingga menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan
  • Saat mengunyah makanan merasakan rasa nyeri dan sakit di area dekat tenggorokan
  • Demam tinggi dengan suhu bisa melebihi 38 derajat Celcius
  • Kering pada area organ mulut 

Jenis Obat Alami untuk Penyakit Gondongan

Untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri akibat penyakit gondongan bisa menggunakan bahan alami berikut.

  • Bawang Putih

Di dalam bawang putih terkandung zat aktif allicin yang memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Dengan konsumsi lebih banyak bawang putih, maka kondisi imunitas tubuh akan semakin baik dan penyakit gondongan akan lebih cepat sembuh. 

  • Jahe

Di dalam jahe terkandung minyak asiri yang memiliki kemampuan dalam menaikkan imunitas tubuh. Minyak asiri memiliki kemampuan sebagai anti peradangan yang dapat membuat rasa nyeri pun berkurang. 

  • Lidah Buaya

Pada seseorang yang mengalami gondongan, maka akan timbul bengkak pada salah satu sisi wajah. Lidah buaya dapat digunakan sebagai pereda bengkak di salah satu bagian wajah. Caranya cukup dengan mengoleskan bagian daging lidah buaya yang telah dibelah menjadi dua. Olesan dari daging lidah buaya akan memberikan efek dingin dan menenangkan wajah yang bengkak. 

  • Konsumsi Air Putih

Seseorang yang sedang mengalami sakit gondongan akan merasakan rasa nyeri di sisi rahang belakang. Hal ini menyebabkan penderita sakit gondongan tidak tertarik untuk mengkonsumsi makanan ataupun minuman. Hal ini dapat menyebabkan penderita merasa dehidrasi parah. Oleh karena itu sebaiknya tetap konsumsi cukup air selama sakit agar imunitas tubuh dapat kembali sehat. 

  • Larutan Air Garam

Untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat penyakit gondongan bisa dilakukan dengan berkumur menggunakan larutan air garam. Cara membuatnya cukup dengan mencampurkan beberapa sendok garam ke dalam air hangat. Kemudian gunakan air garam yang masih hangat itu untuk berkumur secara rutin agar nyeri berkurang.

Sebenarnya, kunci dari pengobatan penyakit gondongan adalah menaikkan sistem imunitas tubuh agar gondongan dapat menghilang dengan sendirinya. Hanya saja, rasa sakit yang dirasakan penderita akibat gondongan tentu sebaiknya diobati agar tidak mengganggu.

Categories
Penyakit

Waspadai! Begini Cara Penyebaran Bakteri Difteri

Penyebaran bakteri difteri memang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Hal ini dikarenakan apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, dapat menimbulkan dampak yang fatal, salah satunya yaitu terjadinya kematian. Ketika penanganan medis dilakukan, maka dokter akan memberikan pengobatan secara khusus. Tujuannnya supaya infeksi dan bakteri dapat dibasmi sekaligus menghilangkan racun.

baca juga: Tips Memilih Dokter Gigi di Bandung

Perlu diketahui dengan baik bahwa untuk penyakit yang satu ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang telah memproduksi adanya racun berbahaya. Penyakit jenis ini mempunyai gejala yang khas dan bisa dibedakan dari jenis penyakit yang lainnya. Gejala yang mudah dikenali yaitu adanya kehadiran pseudomembran yang pada biasanya akan menempel pada bagian tenggorokan, amandel, bahkan di bagian hidung.

Pseudomembran adalah selaput yang tebal dengan warna abu-abu. Pada bagian teksturnya memang sangat halus, yaitu seperti lendir. Selain itu pseudomembran juga dapat menempel keras di bagian lapisan bawahnya. Untuk lapisan tersebutlah yang bisa saja menghalangi adanya aliran udara yang terdapat pada saluran pernafasan. Oleh karena itu difteri seringkali menimbulkan penderita mengalami kesulitan menelan makanan dan kesulitan bernafas.

Cara Penyebaran Difteri

Bakteri Difteri bisa saja menimbulkan pembengkakan yang terdapat pada bagian leher dan terjadi di saluran pernafasan paling atas. Secara umum dokter bisa mengidentifikasi penyakit tersebut dengan 2 gejala khas. Dalam mengatasinya penyakit menular ini, dokter akan melakukan diagnosis dengan cara melalui pemeriksaan secara fisik maupun sampel pada kultur melalui laboratorium terlebih dahulu. 

Tindakan pengobatan yang secara umum dilakukan oleh petugas medis atau dokter yaitu seperti memberikan bantuan pernafasan melalui alat bantu pernafasan, memberikan antibiotik, serta memberikan obat Difteri yang berupa antitoksin. Supaya Anda dapat terhindarkan dari adanya penyebaran bakteri Difteri, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, yaitu mengenai bagaimana cara penyebaran bakteri Difteri, seperti berikut ini:

  1. Melalui Tetesan Udara

Pada saat bersin atau batuk difteri dapat ditularkan, terutama diri seseorang yang sudah terinfeksi bakteri. Batuk dan bersin dapat melepaskan udara pada tetesan yang terkontaminasi. sehingga orang yang berada di dekatnya dan menghirupnya maka bisa tertular penyakit. Difteri bisa saja menyebar melalui cara ini. Terlebih lagi ketika diri seseorang berada dalam kondisi yang tidak sehat atau di ruangan yang penuh.

  1. Barang yang Terkontaminasi

Selain melalui batuk dan bersin, penyakit atau penyebaran bakteri juga bisa terjadi melalui barang yang terkontaminasi, Apabila seseorang memegang barang yang terkontaminasi, baik itu dari segi minuman atau makanan maupun barang pribadi yang lainnya. Hal ini sekresi pada saraf bakteri dapat tersimpan, sehingga penyebaran bakteri tersebut dapat menularkan ke orang lain yang memegang barang tersebut.

  1. Bersentuhan

Penyebaran selanjutnya yang bisa menularkan bakteri difteri yaitu melalui sentuhan. Terlebih lagi apabila penderita memiliki luka terbuka atau seperti lesi kulit, maka hal ini lebih memudahkan orang lain mengalami penyebaran bakteri. Untuk itu disarankan Anda untuk lebih berhati-hati supaya penyebaran bakteri Difteri tidak Anda alami. Selain bersentuhan pada luka, ternyata menyentuh pakaian yang terkena luka terbuka juga beresiko adanya penyebaran bakteri Difteri.

Apabila pasien sudah menunjukkan gejala-gejala yang parah, maka dokter akan memberikan penanganan yang tepat sambil menunggu hasil dari diagnosis laboratorium. Pada masa pengobatan tersebut bisa dilakukan untuk mencegah adanya komplikasi Difteri secara serius. Apabila tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, maka dapat menimbulkan kerusakan beberapa organ tubuh seperti Jantung, ginjal, maupun sistem saraf.