Categories
Penyakit

9 Gejala Virus Corona yang Harus Diwaspadai

Gejala Virus Corona

Pandemi corona belum menunjukan tanda-tanda mereda dan masih mengancam dunia. Ada beberapa gejala virus corona misalnya muncul batuk kering, sesak nafas, demam, sakit otot dan sakit tenggorokan. Namun, tak hanya itu saja ada beberapa gejala corona yang lain. Berikut ini adalah beberapa gejala yang disebabkan oleh corona.

 1. Silent Hypoxia

Gejala corona yang satu ini sangat mengejutkan bagi sebagian dokter yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Silent hypoxia membuat pasien positif corona menderita infeksi paru-paru kronis dengan tingkat oksigen yang sangat renda.

Namun, pasien tidak mengalami masalah pernafasan sama sekali. Kebanyakan pasien yang mengalami silent hypoxia sebelumnya memiliki gejala demam, batuk dan kelelahan tapi nafas mereka menjadi pendek. 

2. Masalah Pencernaan

Banyak pasien yang positif virus corona tidak mengalami gejala pernafasan sama sekali. Namun, pasien justru menderita gejala gastrointestinal seperti diare, mual dan muntah dan tidak disertai dengan demam. Biasanya pasien yang mengalami masalah pencernaan terlambat mendapatkan uji corona dibandingkan dengan pasien yang mengalami sesak nafas.

3. Kehilangan Bau dan Rasa

Gejala virus corona yang mungkin muncul juga adalah hilangnya kemampuan mencium bau dan rasa. Anosmia atau kehilangan penciuman biasanya dialami beberapa pasien dengan tingkatan kasus ringan hingga sedang. Gejala ini dapat membuat pasien corona mengalami penurunan nafsu makan. 

4. Kelelahan

Kelelahan ekstrim juga bisa menjadi tanda awal virus corona. Hampir 40 persen dari 6.000 orang yang positif corona mengaku mengalami kelelahan dan bisa berlanjut lama setelah virus hilang. Bahkan beberapa orang yang telah pulih dari corona juga mengaku masih merasa kelelahan dan kekurangan energi. 

5. Kebingungan Parah

Selain kelelahan, pada beberapa orang terutama lansia juga ditemukan gejala baru seperti disorientasi dan kebingungan parah. Kondisi ini biasanya disertai dengan demam dan masalah pencernaan. Ahli menyebutkan gejala ini bisa muncul mungkin disebabkan oleh silent hypoxia karena suplai oksigen di otak rendah.

6. Mata Merah

Peneliti mengatakan beberapa persen penderita corona juga mengalami gejala mata merah atau konjungtivitis. Jika hal ini terjadi, maka pasien sudah ada potensi untuk menularkan virus corona ke orang lain. Mata merah pada penderita corona terjadi akibat adanya virus pada lapisan jaringan tipis dan transparan yang menutupi bagian putih mata. Konjungtivitis perlu dicurigai jika ada tanda corona lain seperti demam, batuk dan sesak nafas.

7. Menggigil dan Tubuh Terasa Sakit

Beberapa orang yang menderita corona mengatakan merasa menggigil dan tubuhnya terasa sakit serta demam tinggi saat malam hari. Namun, tidak semua orang yang menderita corona tidak selalu mengalami reaksi parah dan tidak merasakan sakit apapun. 

8. Batuk Kering

Batuk kering juga merupakan gejala yang sering terjadi pada pasien corona. Namun, batuk yang muncul pada pasien corona bukan batuk biasa tapi batuk yang sangat mengganggu. Batuk pada pasien corona seolah berasal dari sesuatu yang jauh di dalam dada. 

9. Nafas Sesak

Sesak nafas adalah gejala umum yang sering muncul apabila penyakit mencapai tahap serius dan bisa terjadi tanpa diiringi dengan batuk. Apabila penderita covid merasakan dada seperti diikat atau mulai merasa kesulitan untuk bernafas maka harus dilakukan tindakan yang tepat.

Ada beberapa tanda-tanda darurat lain yang terjadi pada pasien positif seperti rasa sakit terus menerus atau tekanan di dada. Bibir dan wajah menjadi kebiruan karena mengalami kekurangan oksigen.

Itulah beberapa gejala virus corona yang harus Anda waspadai. Pastikan Anda melakukan protokol kesehatan yang tepat dan benar untuk menghindarkan diri dari virus corona. Jangan lupa gunakan masker dan jaga jarak saat Anda harus bepergian keluar rumah.

Ingin mendapat tips menarik mengenai gaya hidup sehat? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee untuk melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

9 Gejala Penyakit Psikosomatik yang Dialami Generasi Milenial

penyakit psikosomatik

Stres kerap kali dialami oleh siapa saja, termasuk generasi milenial. Hal ini dikarenakan generasi milenial dituntut untuk bergerak cepat dan sesuai dengan tenggat waktu. Apabila tidak ditangani dengan baik, akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Inilah yang disebut sebagai penyakit psikosomatik. Yaitu penyakit fisik yang disebabkan oleh mental. Baik itu cemas, khawatir, takut, maupun depresi. Ini dia gejalanya. 

1. Gemetar

Pada umumnya orang yang mengalami penyakit ini akan diawali dengan rasa gemetar atau tremor. Hal ini dikarenakan gangguan psikologis terlalu mendominasi hingga mengakibatkan kondisi ini kentara. 

2. Jantung Berdebar

Gejala berikutnya yang biasanya dirasakan oleh penderita adalah jantung berdebar. Rasa jantung berdebar ini hampir sama seperti efek samping penggunaan obat. Terkadang jantung berdebar akan semakin terasa apabila pikiran atau psikologis penderita tidak bisa terjaga dengan stabil. Namun, kondisi jantung berdebar ini akan hilang dengan sendirinya apabila Anda berusaha untuk mengendalikan pikiran untuk bersikap rileks.

3. Telapak Tangan Berkeringat

Biasanya telapak tangan yang berkeringat disangkut pautkan dengan kondisi jantung yang lemah. Anggapan seperti ini belum tentu benar. Gejala ini bisa saja muncul akibat dari peningkatan aktivitas fisik rangsangan atau impuls saraf dari otak ke dalam berbagai macam bagian tubuh. Misalnya saja terlalu tertekan, bingung, cemas hingga stres. 

4. Sakit Punggung Belakang

Terlalu cemas atau stres yang berlebih dapat mengakibatkan munculnya keluhan fisik. Keluhan fisik yang biasa dialami adalah nyeri atau sakit pada punggung terutama pada bagian belakang. Keluhan fisik ini akan semakin terasa hingga melumpuhkan aktivitas Anda apabila berada pada situasi dan kondisi yang terasa begitu tertekan. Akibatnya menjadi beban pikiran yang semakin meningkat.

5. Sakit Kepala dan Migrain

Selain sakit punggung, keluhan fisik yang bisa terasa adalah sakit kepala. Sakit kepala ini pun beragam. Ada yang berupa sakit kepala bagian depan, bagian belakang dan samping atau migrain. Apabila Anda sudah merasakan sakit kepala yang menderu, ada baiknya Anda beristirahat dari aktivitas Anda. Usahakan Anda mengatur pikiran agar tidak terlalu tegang.

6. Mudah Lelah

Penyakit psikosomatik bisa juga ditandai dengan adanya gejala mudah lelah. Apabila Anda merasakan anggota tubuh Anda terasa mudah lelah, usahakan langsung istirahat. Hal ini bisa menunjukkan kalau Anda beraktivitas terlalu berat hingga membuat pikiran Anda tidak stabil. Akibatnya menyiksa pada fisik.

7. Nyeri Otot

Manajemen pikiran menjadi penting karena impuls saraf dari otak ke dalam berbagai macam bagian tubuh bisa terpengaruhi. Termasuk nyeri otot yang juga bisa disebabkan pikiran Anda terlalu tegang. Awalnya Anda akan memberikan obat pereda nyeri otot, namun tidak akan berhasil karena sumbernya ada di pikiran. Oleh karena itu, jaga kesehatan pikiran agar tidak berpengaruh pada otot.

8. Nyeri Ulu Hati

Nyeri pada bagian ulu hati biasanya disebabkan  makan terlalu banyak. Hal ini bisa disebabkan adanya refluks asam lambung. Namun, nyeri ulu hati juga bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit psikosomatik. Apabila Anda sudah merasakan nyeri, lebih baik Anda mengistirahatkan pikiran dan tubuh. Jangan lupa segera konsumsi air putih yang banyak.

9. Bernafas dengan Cepat

Gejala lain yang bisa Anda ketahui adalah bernafas dengan cepat. Terkadang ada juga yang disertai dengan gejala demam layaknya orang sakit demam. Awalnya mungkin Anda akan mengira benar-benar mengalami penyakit lainnya. Namun, ini semua bisa bersumber dari pikiran hingga mengakibatkan fisik sakit. 

Menjaga pikiran agar tidak mudah stres, cemas, khawatir, takut akan juga berpengaruh pada menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit psikosomatik. Dengan begitu, pikiran adalah sumber utama kesehatan jiwa raga Anda. Jangan lupa juga untuk menjaga olahraga agar hormon serotonin atau hormon bahagia terjaga.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

Apa Itu Insomnia dan Cara Mudah Mengatasinya

apa itu insomnia

Mungkin sebagian orang telah mengetahui tentang apa itu insomnia. Salah masalah yang juga banyak menjangkit siapapun. Dibawah ini adalah sedikit penjelasan tentang insomnia dan cara untuk mengatasinya yang juga sangat mudah. 

Penjelasan Singkat Insomnia

Sebenarnya penjelasan tentang insomnia mungkin sudah sangat jelas. Insomnia merupakan salah satu gangguan kesehatan yang membuat penderitanya mengalami kesulitan tidur. Hal ini akan sangat mengganggu kesehatan dan membuat penderitanya akan merasa mudah lelah serta kurang prima.

Tidak bisa dipungkiri, kualitas tidur juga akan mempengaruhi kualitas hidup Anda. Hal tersebut dikarenakan kurang tidur akan membuat tubuh tidak bisa bekerja secara optimal dan pastinya hal ini akan mempengaruhi prestasi Anda.

Tips Mengatasi Susah Tidur yang Mudah dan Aman

Setelah mengetahui tentang apa itu insomnia, sekarang Anda bisa mengatasi masalah tersebut dengan beberapa cara. Tidak perlu obat-obatan, Anda hanya perlu merubah beberapa kebiasaan atau pola hidup yang mungkin tidak sehat. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi masalah susah tidur yang bisa Anda coba.

1. Hindari Nikotin, Alkohol dan Kafein

Hindari rokok, alkohol, teh, kopi, juga coklat. Semua itu mengandung stimulan yang bisa menghambat Anda tidur dengan lelap. Jangan merokok dan minum yang mengandung stimulan, sedikitnya 4 jam sebelum tidur.

2. Mengganti Suasana Kamar

Ganti suasana di kamar Anda dengan mengurangi suara-suara yang mengganggu. Atau jika berada di lingkungan yang hiruk pikuk, pakailah penyumbat telinga saat mau tidur. Pastikan juga kamar atau tempat tidur Anda tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

3. Buat Pola Tidur

Cobalah bangun pada waktu yang sama setiap pagi dan pergi tidur pada saat yang sama pula. Selelah apapun, sangat penting untuk membiasakan diri tidur dan bangun pada saat yang sama, setiap hari, agar bisa melatih pikiran mengatur ritme tidur secara alami.

4. Mandi Air Hangat

Sebelum tidur, mandilah dengan air hangat untuk merileks-kan tubuh. Nyalakan musik yang lembut, baca buku sambil berendam sejenak untuk mengiringi pikiran dan tubuhmu memasuki suasana tidur yang nyaman.

5. Tidak Menggunakan Tempat Tidur untuk Aktivitas Lain

Jangan gunakan tempat tidur Anda untuk merajut, menonton televisi atau mengerjakan hal lain. Jika dilakukan, tempat tidur akan selalu Anda hubungkan dengan semua hal, selain tidur, dan Anda akan merasa kesulitan untuk bisa beristirahat dan tidur.

6. Olahraga Teratur

Biasakan olahraga secara teratur. Kita semua tahu, selain bisa menyehatkan tubuh dan pikiran, berolahraga juga membuat Anda lelah dan mengantuk pada waktu tidur. Anda bisa membuat jadwal olahraga di akhir pekan agar bisa membuat tubuh selalu bugar.

7. Konsumsi Makanan Ringan

Makanlah kudapan ringan, seperti sepotong biskuit atau segelas susu hangat sebelum tidur. Memberi rasa puas dan muncul rasa kantuk. Tapi hindari makanan yang pedas atau makan berat sebelum tidur.

8. Pergi ke Dokter

Jika sudah berusaha mencoba dan masih saja tidak dapat tidur, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Mungkin saja ada masalah yang mengganggu tidur Anda. Dokter akan menyarankan terapi relaksasi, memberikan obat atau membantu mengatasi stres.

Itulah tadi sedikit penjelasan tentang apa itu insomnia dan beberapa tips dalam mengatasi insomnia. Seseorang pada umumnya membutuhkan 8 jam tidur dalam sehari untuk menjaga tubuh tetap fit. Memiliki kualitas tidur yang baik tentu akan membuat hari Anda akan lebih produktif dan penuh semangat. 

Jangan sampai ketinggalan tren dan informasi terbaru. Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi vitamin sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit

Pertolongan Pertama Cara Mengobati Ambeien di Rumah

cara mengobati ambeien

Sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa nyeri, pembengkakan, dan gatal pada anus yang terjadi akibat ambeien. Beberapa cara berikut ini memang tergolong sederhana namun cukup efektif untuk mengurangi keluhan yang sedang Anda alami. Nah ini dia beberapa cara mengobati ambeien di rumah. 

Makan Makanan Berserat Tinggi

Mengonsumsi lebih banyak buah, sayur dan biji-bijian juga menjadi salah satu cara efektif untuk mengobati ambeien di rumah. Cara yang satu ini mampu melembutkan tinja dan meningkatkan curah guna membantu Anda menghindari ketegangan yang dapat memperburuk gejala wasir yang sedang dialami. Tambahkan serat secara perlahan guna menghindari masalah dengan gas. 

Menggunakan Obat Topikal

Menggunakan obat topikal merupakan cara mengobati ambeien paling mudah yang bisa Anda lakukan. Ada banyak sekali obat ambeien yang bisa digunakan. Baik dioleskan, dimasukkan ke liang anus atau menggunakan bantalan yang mengandung agen rasa mati. Jenis obat-obatan ini bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan menciutnya pembuluh darah. 

Rendam Air Hangat atau Sitz Bath

Merendam anus menggunakan air hangat juga merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri akibat ambeien. Anda hanya perlu menyiapkan bak mandi yang berisi air hangat. Kemudian rendam anus ke dalam air hangat tersebut selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Lakukan setidaknya dua hingga tiga kali sehari. 

Metode merendam anus di dalam air hangat ini juga sering disebut sebagai sitz bath yang mampu membantu menenangkan daerah wasir yang meradang dan membengkak. Namun hal yang perlu Anda perhatikan adalah kehangatan air tersebut. Pastikan air jangan sampai terlalu panas ya. 

Selalu Jaga Kebersihan Anus

Meski terasa tidak nyaman dan perih, namun penting juga bagi Anda untuk selalu membersihkan daerah anus. Pastikan bersihkan daerah Anda setiap hari saat mandi. Khusus untuk daerah kulit di sekitar anus lakukan dengan lembut. 

Selain itu Anda juga bisa menggunakan air hangat sebagai kelanjutan dari metode sitz bath. Hindari membersihkan anus dengan menggunakan tisu berbasis alkohol atau parfum. Jangan lupa keringkan daerah anus dengan menggunakan handuk secara lembut atau menggunakan pengering rambut. 

Hindari Menggunakan Tisu Toilet Kering

Demi menjaga daerah anus agar tetap bersih setelah buang air besar, Anda bisa menggunakan handuk lembap atau tisu toilet basah yang tidak mengandung parfum atau alkohol. Pastikan untuk menghindari menggunakan tisu kering yang teksturnya cenderung lebih kasar. Mengapa demikian? Pasalnya hal yang satu ini dikhawatirkan mampu menimbulkan iritasi pada area anus. 

Kompres Dingin

Ketika ambeien atau wasir tiba-tiba terasa begitu nyeri atau membengkak, Anda bisa mengatasinya dengan mengoleskan es batu atau kompres dingin pada area anus. Jangan langsung menempelkan es batu pada area anus cara langsung, gunakan pelapis seperti handuk atau kain. 

Minum Obat Analgetik

Jika Anda belum sempat pergi ke dokter untuk mengobati ambeien yang sedang dirasakan, maka Anda bisa mengobatinya dengan obat pereda nyeri atau obat analgetik. Obat yang satu ini sudah dijual bebas di pasaran seperti paracetamol, aspirin, ibuprofen dan lain sebagainya. Jenis obat-obatan tersebut mampu mengatasi rasa sakit untuk sementara waktu. 

Nah itu dia cara mengobati ambeien di rumah yang umumnya akan mereda dalam waktu 1 minggu. Jika rasa nyeri sudah berangsur-angsur membaik atau justru Anda mengalami sakit yang disertai pendarahan hebat pastikan segera temui dokter. Anda juga bisa menggunakan obat tradisional berbahan alami untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan akibat ambeien. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Kesehatan Penyakit

Cara Menyembuhkan Kista Dengan Metode Yang Ampuh

Kista adalah penyakit yang menjangkit pada tubuh manusia. Penyakit ini berbentuk seperti sebuah benjolan yang berisi cairan. Tidak hanya muncul di bagian kulit saja, ada beberapa bagian tubuh lain yang menjadi tempat bertumbuhnya kista. Seperti rahim, otak, atau pada bagian ginjal.

baca: Konsultasi Kista di Apotek Online

Kista sendiri dibagi menjadi 2 yaitu kista jinak dan kista ganas. Sedangkan untuk jenisnya terdapat berbagai macam yang cara menyembuhkan kista juga berbeda-beda.

Metode-metode untuk menyembuhkan kista

Penyakit kista terkadang muncul tanpa disadari karena tidak adanya gejala yang dirasakan sebelum munculnya penyakit ini. Namun jangan cemas masih ada banyak orang yang ingin mengetahui tentang cara menyembuhkan kista dengan metode yang ampuh. Yuk, cek caranya:

1. Direndam dengan Air Hangat

Cara menyembuhkan kista adalah dengan merendam di air hangat. Terdapat beberapa jenis kista antara lain adalah kista bartholin yang dapat diatasi dengan cara ini. air hangat akan berguna dalam membuat benjolan kista mengecil dan hilang. Air hangat yang mengandung belerang di pemandian air panas lebih dianjurkan untuk pengobatan kista.

Metode dengan cara berendam di air panas ini hanya berlaku untuk penyakit kista yang jinak dan tidak terlalu parah. Berbeda dengan kista yang lebih ganas, yang harus diobati dengan prosedur kedokteran yang lebih efisien.

2. Menggunakan obat Kortikosteroid

Penyakit kista berbentuk benjolan yang mana untuk menyembuhkan dan membuat kulit kembali sehat seperti sedia kala, dokter yang menangani penyakit ini akan memberikan obat kortikosteroid dengan cara disuntikkan pada kista sehingga menghilangkan radangnya. Bilamana radang yang terdapat pada kista hilang maka kulit akan berangsur-angsur pulih.

3. Obati dengan antibiotik

Benjolan pada kista mengandung cairan yang di dalamnya terdapat kuman sehingga menyebabkan infeksi. Kuman penyebab infeksi ini dapat diatasi dengan memberikan obat antibiotik. Sebenarnya kuman inilah yang membuat kista tidak sembuh-sembuh. Jadi cara menyembuhkan kista adalah dengan obat antibiotik.

Obat antibiotik akan membunuh kuman-kuman yang berada pada benjolan kista dan mengeluarkannya lewat keringat dan urin pasien. Obat ini dapat diperoleh dengan mudah di apotik namun untuk penggunaannya harus dengan resep dokter ya supaya dosisnya sesuai dengan kegunaan dan tidak menyebabkan penyakit lainya.

4. Metode Aspirasi

Permasalahan pada penyakit kista terdapatnya cairan yang berada di dalam kulit. Jangan mencoba untuk mengeluarkan sendiri cairan ini. Meskipun dengan menekan dan memencet dengan tangan akan membuat cairan ini keluar, tetapi cara ini sangat berbahaya untuk dilakukan. Sehingga untuk menyembuhkan kista harus ditangani oleh dokter untuk mengeluarkan cairan itu.

Metode aspirasi adalah cara untuk menyembuhkan kista. Dokter menusukkan jarum suntik ke dalam kista dan menghisap cairan sehingga akan berpindah dari dalam benjolan ke dalam tabung suntik. Jenis kista yang mampu diatasi dengan metode aspirasi adalah kista ganglion.

5. Penyinaran Laser

Laser yang telah disesuaikan oleh dokter untuk pengobatan kista akan disiarkan pada benjolan yang terdapat pada tubuh pasien. Laser ini yang kemudian akan menyembuhkan dan menyusutkan benjolan kista. Beberapa rumah sakit telah menyarankan dan melakukan metode penyinaran untuk kista.

6. Operasi Kista

Jika cara menyembuhkan kista yang telah dibahas diatas belum mampu untuk menyembuhkan penyakit ini. Cara yang harus pasien ambil adalah dengan operasi kista. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kista pada organ dalam pada tubuh. Sebelum operasi dokter akan memeriksa pasien terlebih dahulu sebelum operasi dilakukan.

baca: Cek Tekanan Darah Normal

Itulah cara menyembuhkan kista. Supaya terhindar dari penyakit kulit seperti kista disarankan untuk selalu menjaga kebersihan diri, selalu berdoa dan berikhtiar agar selalu diberikan kesehatan ya. Tetap positif dan semangat!

Categories
Penyakit

Yuk Kenali Definisi, Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Rubella

Rubella menjadi salah satu penyakit yang cukup populer, terutama pada tahun 2016 silam. Penyakit ini disebut juga dengan campak Jerman yang biasanya secara umum menyerang kalangan anak-anak. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan pula, kalangan dewasa akan terkena penyakit rubella. Berikut ini informasi lengkapnya terkait rubella. Yuk disimak!

Definisi Rubella

Penyakit Rubella disebut juga campak Jerman yakni sebuah infeksi virus yang menimbulkan tanda berupa ruam merah pada area kulit. Umumnya, penyakit ini menyerang kalangan anak-anak dan juga remaja. terutama di Indonesia tepatnya pada tahun 2016 yang tercatat sebanyak 800 kasus yang disebabkan rubella.

baca: Beberapa Gejala Tifus yang Sering Muncul

Penyebaran rubella sangatlah mudah yang dapat ditularkan melalui bulir-bulir liur di udara, terutama ketika batuk dan bersin. Berbagi makanan dan minuman dengan penderita rubella sangatlah dilarang, guna menjaga tubuh agar terhindar dari serangan rubella yang dapat menular dengan mudah.

Gejala Rubella

Seperti yang disinggung sebelumnya, rubella lebih rentan menyerang anak-anak. Hal ini dapat ditunjukkan dengan gejala seperti demam, sakit kepala, pilek, nafsu makan yang kurang, area mata memerah, adanya pembengkakan kelenjar limfa yakni pada area telinga dan leher. Selain itu, gejala lainnya yakni adanya ruam berbintik merah yang mulanya muncul di area wajah, yang perlahan menyebar menuju badan, tangan, dan kaki serta adanya rasa sakit pada persendian.

Penyebab Terjadinya Rubella

Setiap penyakit tentunya muncul karena alasan tertentu. Begitu pun dengan rubella, kehadirannya bukan tanpa sebab. Namun terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya rubella. Adapun penyebabnya yakni disebabkan oleh virus bernama Rubella. Virus ini dapat menyebar dengan mudah melalui bulir air liur yang terpercik dari penderita rubella, terutama ketika bersin dan batuk.

Cara Mencegah Penyakit Rubella

Selanjutnya, melakukan pencegahan tentunya lebih baik dibanding melakukan pengobatan. Beberapa cara dapat dilakukan guna mencegah terjadinya penyakit rubella. Di antara cara yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

1. Melakukan Imunisasi Rubella

Pertama, pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi Rubella. Untuk kawasan Indonesia, imunisasi Rubella diberikan dalam bentuk MMR atau MR. Imunisasi biasanya dilakukan pada usia 15 bulan dan selanjutnya akan diulang pada usia 5 tahun. Jenis imunisasi rubella tentunya bisa didapatkan oleh orang dewasa,  namun tidak untuk wanita hamil.

2. Hindari Kontak Secara Langsung dengan Penderita Rubella

Selanjutnya, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak secara langsung dengan para penderita rubella. Hal ini sebagai salah satu langkah atau pun upaya agar terhindar dari rubella. Cara ini hendaknya dilakukan terutama oleh mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi rubella. Pencegahan lebih baik dilakukan sebelum penyakit lebih kuat menyerang tubuh.

3. Menjaga Kebersihan dengan Baik

Kebersihan adalah salah satu kunci agar tubuh tetap sehat. Begitupun untuk menghindari penyakit yang menimbulkan ruam merah pada kulit ini hendaknya jagalah kebersihan dengan sebaik mungkin. Kebersihan lingkungan dan kebersihan tubuh menjadi salah satu penunjang agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai serangan penyakit.

4. Olahraga yang Teratur

Selanjutnya, melakukan olahraga yang teratur menjadi salah satu cara lainnya yang bisa dilakukan agar terhindar dari rubella. Melakukan olahraga secara teratur akan membuat tubuh lebih terlihat bugar. Selain itu, olahraga yang teratur juga akan membantu menjaga stamina tubuh lebih maksimal serta sistem kekebalan tubuh pun lebih baik.

5. Menjalani Vaksinasi MMR Bagi Penderita Serumah

Agar terhindar dari rubella, hendaknya lakukan vaksinasi MMR pada penderita yang tinggal serumah. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mencegah penularan dari penderita rubella. Langkah ini juga biasanya dilakukan pada ibu hamil agar terhindar dari penularan rubella yang bisa menyerang ibu hamil.

baca: Apa Obat Penyakit Gondogan?

Nah, itulah beberapa informasi terkait penyakit rubella mulai dari definisi, gejala, hingga pencegahan yang bisa dilakukan. Apapun penyakitnya, melakukan pencegahan lebih baik sebelum terjadinya serangan berbagai penyakit yang dapat berdampak buruk pada tubuh.

Categories
Obat Penyakit

Kenali Obat untuk Penyakit Gondongan dan Penyebabnya

Salah satu jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia adalah penyakit gondongan. Penyakit ini dalam penelusuran AkronRegister menyebabkan timbulnya bengkak pada salah satu bagian wajah. Bengkak ini menimbulkan rasa sakit atau nyeri saat Anda menelan makanan atau minuman. Tubuh pun mengalami demam yang cukup tinggi sebelumnya. Untuk mengobati penyakit ini bisa dilakukan dengan cara alami seperti di bawah ini.

Penyakit Gondongan dan Penyebabnya

Penyakit gondongan timbul akibat adanya infeksi oleh virus yang menyerang kelenjar parotis sehingga membengkak. Kelenjar parotis sendiri bekerja sebagai penghasil air liur. Sehingga serangan virus pada kelenjar parotis akan mempengaruhi produksi air liur pada tubuh. Virus yang menyerang kelenjar parotis disebut sebagai virus paramyxovirus.

baca juga: Obat Sariawan yang Alami

Virus paramyxovirus bisa menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui air liur yang keluar dari bersin maupun batuk. Penularan ke orang lain bisa terjadi baik secara langsung seperti terpapar air liur akibat batuk dan bersin penderita gondongan. Selain itu penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung lewat barang yang telah terkontaminasi oleh virus paramyxovirus. Penularan lewat barang terjadi ketika air liur penderita menempel pada barang tersebut. 

Waktu yang dibutuhkan oleh virus paramyxovirus dalam menginfeksi inangnya yakni 14 hingga 25 hari. Virus ini pertama-tama akan masuk ke saluran pernapasan dan berkembang biak di kelenjar parotis. Gejala yang mungkin dirasakan penderita meliputi:

  • Sulit untuk menelan makanan bahkan minuman hingga menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan
  • Saat mengunyah makanan merasakan rasa nyeri dan sakit di area dekat tenggorokan
  • Demam tinggi dengan suhu bisa melebihi 38 derajat Celcius
  • Kering pada area organ mulut 

Jenis Obat Alami untuk Penyakit Gondongan

Untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri akibat penyakit gondongan bisa menggunakan bahan alami berikut.

  • Bawang Putih

Di dalam bawang putih terkandung zat aktif allicin yang memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Dengan konsumsi lebih banyak bawang putih, maka kondisi imunitas tubuh akan semakin baik dan penyakit gondongan akan lebih cepat sembuh. 

  • Jahe

Di dalam jahe terkandung minyak asiri yang memiliki kemampuan dalam menaikkan imunitas tubuh. Minyak asiri memiliki kemampuan sebagai anti peradangan yang dapat membuat rasa nyeri pun berkurang. 

  • Lidah Buaya

Pada seseorang yang mengalami gondongan, maka akan timbul bengkak pada salah satu sisi wajah. Lidah buaya dapat digunakan sebagai pereda bengkak di salah satu bagian wajah. Caranya cukup dengan mengoleskan bagian daging lidah buaya yang telah dibelah menjadi dua. Olesan dari daging lidah buaya akan memberikan efek dingin dan menenangkan wajah yang bengkak. 

  • Konsumsi Air Putih

Seseorang yang sedang mengalami sakit gondongan akan merasakan rasa nyeri di sisi rahang belakang. Hal ini menyebabkan penderita sakit gondongan tidak tertarik untuk mengkonsumsi makanan ataupun minuman. Hal ini dapat menyebabkan penderita merasa dehidrasi parah. Oleh karena itu sebaiknya tetap konsumsi cukup air selama sakit agar imunitas tubuh dapat kembali sehat. 

  • Larutan Air Garam

Untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat penyakit gondongan bisa dilakukan dengan berkumur menggunakan larutan air garam. Cara membuatnya cukup dengan mencampurkan beberapa sendok garam ke dalam air hangat. Kemudian gunakan air garam yang masih hangat itu untuk berkumur secara rutin agar nyeri berkurang.

Sebenarnya, kunci dari pengobatan penyakit gondongan adalah menaikkan sistem imunitas tubuh agar gondongan dapat menghilang dengan sendirinya. Hanya saja, rasa sakit yang dirasakan penderita akibat gondongan tentu sebaiknya diobati agar tidak mengganggu.

Categories
Penyakit

Waspadai! Begini Cara Penyebaran Bakteri Difteri

Penyebaran bakteri difteri memang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Hal ini dikarenakan apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, dapat menimbulkan dampak yang fatal, salah satunya yaitu terjadinya kematian. Ketika penanganan medis dilakukan, maka dokter akan memberikan pengobatan secara khusus. Tujuannnya supaya infeksi dan bakteri dapat dibasmi sekaligus menghilangkan racun.

baca juga: Tips Memilih Dokter Gigi di Bandung

Perlu diketahui dengan baik bahwa untuk penyakit yang satu ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang telah memproduksi adanya racun berbahaya. Penyakit jenis ini mempunyai gejala yang khas dan bisa dibedakan dari jenis penyakit yang lainnya. Gejala yang mudah dikenali yaitu adanya kehadiran pseudomembran yang pada biasanya akan menempel pada bagian tenggorokan, amandel, bahkan di bagian hidung.

Pseudomembran adalah selaput yang tebal dengan warna abu-abu. Pada bagian teksturnya memang sangat halus, yaitu seperti lendir. Selain itu pseudomembran juga dapat menempel keras di bagian lapisan bawahnya. Untuk lapisan tersebutlah yang bisa saja menghalangi adanya aliran udara yang terdapat pada saluran pernafasan. Oleh karena itu difteri seringkali menimbulkan penderita mengalami kesulitan menelan makanan dan kesulitan bernafas.

Cara Penyebaran Difteri

Bakteri Difteri bisa saja menimbulkan pembengkakan yang terdapat pada bagian leher dan terjadi di saluran pernafasan paling atas. Secara umum dokter bisa mengidentifikasi penyakit tersebut dengan 2 gejala khas. Dalam mengatasinya penyakit menular ini, dokter akan melakukan diagnosis dengan cara melalui pemeriksaan secara fisik maupun sampel pada kultur melalui laboratorium terlebih dahulu. 

Tindakan pengobatan yang secara umum dilakukan oleh petugas medis atau dokter yaitu seperti memberikan bantuan pernafasan melalui alat bantu pernafasan, memberikan antibiotik, serta memberikan obat Difteri yang berupa antitoksin. Supaya Anda dapat terhindarkan dari adanya penyebaran bakteri Difteri, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, yaitu mengenai bagaimana cara penyebaran bakteri Difteri, seperti berikut ini:

  1. Melalui Tetesan Udara

Pada saat bersin atau batuk difteri dapat ditularkan, terutama diri seseorang yang sudah terinfeksi bakteri. Batuk dan bersin dapat melepaskan udara pada tetesan yang terkontaminasi. sehingga orang yang berada di dekatnya dan menghirupnya maka bisa tertular penyakit. Difteri bisa saja menyebar melalui cara ini. Terlebih lagi ketika diri seseorang berada dalam kondisi yang tidak sehat atau di ruangan yang penuh.

  1. Barang yang Terkontaminasi

Selain melalui batuk dan bersin, penyakit atau penyebaran bakteri juga bisa terjadi melalui barang yang terkontaminasi, Apabila seseorang memegang barang yang terkontaminasi, baik itu dari segi minuman atau makanan maupun barang pribadi yang lainnya. Hal ini sekresi pada saraf bakteri dapat tersimpan, sehingga penyebaran bakteri tersebut dapat menularkan ke orang lain yang memegang barang tersebut.

  1. Bersentuhan

Penyebaran selanjutnya yang bisa menularkan bakteri difteri yaitu melalui sentuhan. Terlebih lagi apabila penderita memiliki luka terbuka atau seperti lesi kulit, maka hal ini lebih memudahkan orang lain mengalami penyebaran bakteri. Untuk itu disarankan Anda untuk lebih berhati-hati supaya penyebaran bakteri Difteri tidak Anda alami. Selain bersentuhan pada luka, ternyata menyentuh pakaian yang terkena luka terbuka juga beresiko adanya penyebaran bakteri Difteri.

Apabila pasien sudah menunjukkan gejala-gejala yang parah, maka dokter akan memberikan penanganan yang tepat sambil menunggu hasil dari diagnosis laboratorium. Pada masa pengobatan tersebut bisa dilakukan untuk mencegah adanya komplikasi Difteri secara serius. Apabila tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, maka dapat menimbulkan kerusakan beberapa organ tubuh seperti Jantung, ginjal, maupun sistem saraf.