Categories
Kesehatan

Bagaimana Dampak Emotional Eating bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Dampak Emotional Eating

Beberapa orang mungkin menggunakan makanan sebagai pelepas stress ataupun sebagai hadiah bagi diri sendiri. Makanan yang dimakan kebanyakan adalah makanan fast food, junk food, ataupun makanan manis. Tetapi sebenarnya aktivitas tersebut adalah emotional eating. Ada beberapa dampak emotional eating ini terhadap kesehatan jika sudah berlebihan.

Kapan Emotional Eating itu Salah?

Pada dasarnya, aktivitas makan sebagai pelepas stress ataupun hadiah diri sendiri bukanlah sesuatu yang salah. Hal ini baru bisa dikategorikan sebagai kesalahan ketika sudah masuk ke dalam proses coping mechanism seseorang. Maksudnya adalah ketika seseorang lebih memilih untuk makan demi meredakan stress daripada berbicara dengan orang lain.

Menggunakan makanan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan emosional adalah kesalahan besar. Pasalnya, emosi negatif yang ada dalam diri tidak akan menjadi hilang atau berkurang hanya karena makanan yang dikonsumsi. Faktanya lagi, makan berlebihan akibat emotional eating ini seringkali menimbulkan perasaan bersalah yang menjadi-jadi.

Bagaimana Emotional Eating Berdampak pada Kesehatan?

Di awal menerapkan makan sebagai pengalihan emosi mungkin tidak akan tampak masalah kesehatan yang mengganggu. Mungkin beberapa hal yang timbul hanyalah perasaan kembung atau malas karena perut yang terlalu penuh menyimpan makanan.

Ternyata, aktivitas emotional eating yang berlangsung terus menerus bisa secara langsung mengganggu kesehatan tubuh. Pola makan akan menjadi memburuk seiring berjalannya waktu karena sulitnya melepaskan aktivitas makan saat tertekan. Dampaknya adalah makan menjadi satu-satunya aktivitas yang dilakukan sehingga kalori yang masuk tidak lagi terkontrol.

Dalam jangka waktu tertentu, berat badan seseorang akan mulai berubah dan menjadi lebih gemuk. Sangat mungkin seseorang dengan emotional eating akan mengalami obesitas dalam beberapa waktu ke depan utamanya ketika mulai menua. Obesitas sendiri menjadi salah satu permasalahan kesehatan serius yang menjadi perhatian banyak negara.

Banyak permasalahan kesehatan yang mulai muncul ketika seseorang sudah memiliki berat badan berlebih seperti misalnya diabetes. Orang dengan obesitas juga memiliki resiko lebih tinggi terkena serangan jantung ataupun penyakit kanker akibat menumpuknya lemak dalam tubuh.

Ketika berat badan sudah mulai berlebih, akan muncul juga masalah mental akibat terbiasanya seseorang memendam masalah dengan makan. Perasaan sendirian, cemas, bahkan tertekan tidak bisa lagi dibagi ke individu lain akibat pola hidup yang sebelumnya.

Bagaimana Mengatasi Emotional Eating?

Mengatasi emotional eating sebenarnya bukan perkara mudah apalagi ketika tubuh sudah terbiasa dengan hal itu. Alam bawah sadar akan terus menerus memaksa Anda untuk makan ketika sewaktu-waktu pikiran sedang buruk atau kesepian. Mengatasi emotional eating sebenarnya didasari oleh kesadaran untuk berdamai dengan diri sendiri juga.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah jangan enggan untuk bercerita dengan orang lain ketika terjadi masalah. Kesepianlah yang menjadi salah satu penyebab mengapa makan ketika pikiran sedang kalut terasa meringankan sedikit beban. Dengan berbicara dengan orang lain, Anda tidak akan mencari makanan untuk dimakan.

Cobalah juga untuk menerima perasaan Anda meskipun itu adalah perasaan buruk yang kerap menghantui. Biarkan perasaan buruk itu tetap ada lalu coba untuk menahannya tanpa perlu mencari makanan untuk menghindari perasaan tersebut. Melakukan hal ini juga bisa membuat mengerti bagaimana mengontrol stress dan apa saja yang bisa dilakukan nantinya.

Secara garis besar, dampak emotional eating sendiri tidak akan terasa dalam jangka waktu pendek. Jangan pernah meremehkan hal ini karena nanti ketika sadar, semuanya mungkin sudah terlambat. Coba untuk hidup sehat dengan mengatur pola makan dan konsumsi vitamin yang cukup setiap harinya.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *