Categories
Penyakit

Pertolongan Pertama Cara Mengobati Ambeien di Rumah

cara mengobati ambeien

Sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa nyeri, pembengkakan, dan gatal pada anus yang terjadi akibat ambeien. Beberapa cara berikut ini memang tergolong sederhana namun cukup efektif untuk mengurangi keluhan yang sedang Anda alami. Nah ini dia beberapa cara mengobati ambeien di rumah. 

Makan Makanan Berserat Tinggi

Mengonsumsi lebih banyak buah, sayur dan biji-bijian juga menjadi salah satu cara efektif untuk mengobati ambeien di rumah. Cara yang satu ini mampu melembutkan tinja dan meningkatkan curah guna membantu Anda menghindari ketegangan yang dapat memperburuk gejala wasir yang sedang dialami. Tambahkan serat secara perlahan guna menghindari masalah dengan gas. 

Menggunakan Obat Topikal

Menggunakan obat topikal merupakan cara mengobati ambeien paling mudah yang bisa Anda lakukan. Ada banyak sekali obat ambeien yang bisa digunakan. Baik dioleskan, dimasukkan ke liang anus atau menggunakan bantalan yang mengandung agen rasa mati. Jenis obat-obatan ini bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan menciutnya pembuluh darah. 

Rendam Air Hangat atau Sitz Bath

Merendam anus menggunakan air hangat juga merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri akibat ambeien. Anda hanya perlu menyiapkan bak mandi yang berisi air hangat. Kemudian rendam anus ke dalam air hangat tersebut selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Lakukan setidaknya dua hingga tiga kali sehari. 

Metode merendam anus di dalam air hangat ini juga sering disebut sebagai sitz bath yang mampu membantu menenangkan daerah wasir yang meradang dan membengkak. Namun hal yang perlu Anda perhatikan adalah kehangatan air tersebut. Pastikan air jangan sampai terlalu panas ya. 

Selalu Jaga Kebersihan Anus

Meski terasa tidak nyaman dan perih, namun penting juga bagi Anda untuk selalu membersihkan daerah anus. Pastikan bersihkan daerah Anda setiap hari saat mandi. Khusus untuk daerah kulit di sekitar anus lakukan dengan lembut. 

Selain itu Anda juga bisa menggunakan air hangat sebagai kelanjutan dari metode sitz bath. Hindari membersihkan anus dengan menggunakan tisu berbasis alkohol atau parfum. Jangan lupa keringkan daerah anus dengan menggunakan handuk secara lembut atau menggunakan pengering rambut. 

Hindari Menggunakan Tisu Toilet Kering

Demi menjaga daerah anus agar tetap bersih setelah buang air besar, Anda bisa menggunakan handuk lembap atau tisu toilet basah yang tidak mengandung parfum atau alkohol. Pastikan untuk menghindari menggunakan tisu kering yang teksturnya cenderung lebih kasar. Mengapa demikian? Pasalnya hal yang satu ini dikhawatirkan mampu menimbulkan iritasi pada area anus. 

Kompres Dingin

Ketika ambeien atau wasir tiba-tiba terasa begitu nyeri atau membengkak, Anda bisa mengatasinya dengan mengoleskan es batu atau kompres dingin pada area anus. Jangan langsung menempelkan es batu pada area anus cara langsung, gunakan pelapis seperti handuk atau kain. 

Minum Obat Analgetik

Jika Anda belum sempat pergi ke dokter untuk mengobati ambeien yang sedang dirasakan, maka Anda bisa mengobatinya dengan obat pereda nyeri atau obat analgetik. Obat yang satu ini sudah dijual bebas di pasaran seperti paracetamol, aspirin, ibuprofen dan lain sebagainya. Jenis obat-obatan tersebut mampu mengatasi rasa sakit untuk sementara waktu. 

Nah itu dia cara mengobati ambeien di rumah yang umumnya akan mereda dalam waktu 1 minggu. Jika rasa nyeri sudah berangsur-angsur membaik atau justru Anda mengalami sakit yang disertai pendarahan hebat pastikan segera temui dokter. Anda juga bisa menggunakan obat tradisional berbahan alami untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan akibat ambeien. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Kesehatan Obat

Efek Samping Cataflam yang Mungkin Terjadi

efek samping cataflam

Mengonsumsi cataflam secara teratur dan berkelanjutan juga memiliki efek samping yang cukup berbahaya. Obat yang diresepkan oleh dokter dan dikonsumsi dengan benar memiliki manfaat yang lebih besar daripada risiko efek sampingnya. Namun, Anda tetap perlu mengetahui efek samping cataflam yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi cataflam.

Tekanan Darah Tinggi 

Salah satu efek samping konsumsi cataflam yang berkepanjangan mempunyai resiko untuk menyebabkan tekanan darah tinggi. Sehingga memerlukan diagnosa dari dokter harus segera dilaksanakan. Ada baiknya juga Anda mengetahui berbagai gejala yang menyertainya. Seperti kenaikan berat badan, pembengkakan pada kaki dan tangan, serta perubahan pendengaran. 

Masalah Ginjal

Efek samping cataflam lainnya, jika dikonsumsi secara berlebihan juga bisa berpengaruh dengan kesehatan ginjal. Gejala umum yang bisa Anda rasakan adalah leher akan terasa kaku dan tidak bisa untuk dijelaskan, dan juga adanya perubahan jumlah urine. Ketika gejala tersebut sudah terjadi, segeralah untuk periksa ke dokter untuk memperoleh bantuan medis.  

Penyakit Hati

Cataflam juga mempunyai efek samping untuk masalah penyakit hati yang serius walaupun sangat jarang terjadi. Akan tetapi, segeralah untuk periksa ke dokter jika ada gejala-gejala seperti mual dan muntah, sakit perut, kehilangan nafsu makan secara terus-menerus, nyeri ulu hati, mata atau kulit menguning dan juga urine berwarna gelap. 

Reaksi Alergi

Reaksi alergi juga dapat dipandang sebagai efek samping mengonsumsi obat cataflam. Beberapa gejala alergi seperti ruam, pusing parah bengkak atau gatal, dan juga kesulitan bernapas. Beberapa efek umum lainnya dari mengonsumsi cataflam termasuk kembung, terbakar, kram, urin keruh, sembelit, dan penurunan kemampuan berkonsentrasi. 

Orang yang memakai obat ini juga bisa kehilangan nafsu makan, nyeri di daerah dada bagian bawah, perdarahan, dan penurunan berat badan.Selain itu, obat ini bisa membuat Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karenanya, hindari sinar matahari langsung dengan mengoleskan tabir surya dan mengenakan pakaian yang tertutup saat Anda keluar rumah.

Efek Samping Lain

Selain efek samping diatas, ada juga efek samping lain yang sering terjadi untuk beberapa orang yang terlalu sering mengonsumsi obat cataflam. Adapun gejala umum yang sering terjadi setelah mengonsumsi cataflam sebagai berikut : sakit perut, refluks asam lambung, diare, sendawa, sembelit, mengantuk dan juga pusing. 

Walaupun gejala ringan, jika tidak kunjung mendingan dan semakin memburuk. Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Selain itu ada juga efek samping yang lebih serius dan memerlukan penanganan dari tenaga medis. Diantaranya sebagai berikut : pembengkakan pada kaki maupun tangan (Edema), perubahan suasana hati, nyeri dada dan juga masalah penglihatan.

Obat ini juga bisa membuat Anda merasa mengantuk dan pusing, sehingga sangat tidak dianjurkan untuk Anda dengan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti mengemudi, dan juga membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Orang tua juga lebih rentan terhadap efek samping dari obat cataflam, sehingga penggunaannya harus diawasi sepenuhnya oleh dokter.

Anda tidak boleh mengonsumsi obat ini jika Anda alergi terhadap obat yang mengandung kalium diklofenak, aspirin, atau NSAID lainnya. Selain itu juga, hindari saat Anda sudah mengonsumsi vitamin, suplemen dan produk obat lain yang kemungkinan saling kontradiksi dengan senyawa yang terkandung dalam obat cataflam. 

Perlu diingat juga kalau tidak semua orang mengalami efek samping saat minum obat ini. Mungkin juga ada efek samping yang belum disebutkan di atas. Akan tetapi akan lebih aman jika Anda senantiasa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu baik secara rutin maupun dalam waktu tertentu saja, untuk meminimalisir efek samping cataflam

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat

Bisa Kurangi Nafsu Makan, Ini Sederet Efek Samping Ibuprofen

efek samping ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat generik yang dijual bebas. Obat satu ini dikenal sebagai obat Pereda rasa sakit, khususnya saat seseorang menderita demam, sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri pada salah satu bagian tubuh. Disamping bisa meredakan sakit, ibuprofen juga bisa menimbulkan efek samping setelah pengonsumsiannya. Berikut deretan efek samping ibuprofen yang harus Anda ketahui. 

Efek Samping yang Ringan 

Efek samping yang relatif ringan dikarenakan ibuprofen seperti mual, muntah, sakit kepala, diare, hilangnya nafsu makan, konstipasi, pusing, serta mengantuk. Umumnya, efek samping yang ringan ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika efek samping ini tetap bertahan dan malah memburuk kondisinya, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter. 

Selain itu, pengonsumsian ibuprofen juga bisa memicu naiknya tekanan darah. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk mengukur tekanan darah secara rutin saat mengonsumsi ibuprofen ini. Jika misalnya tekanan darah Anda tinggi setelah mengonsumsinya, maka segera kunjungi dokter untuk mengatasinya. 

Efek Samping yang Serius

Selain efek samping yang terbilang ringan, pengonsumsian ibuprofen juga bisa menimbulkan efek samping yang serius. Efek samping tersebut meliputi memar pada kulit atau pendarahan, telinga berdenging, mood swing, tegangnya otot leher, dan gangguan pada penglihatan. Gejala gagal jantung seperti pembengkakan pada kaki, juga termasuk dalam efek samping serius dari ibuprofen. 

Efek Samping yang Fatal 

Efek samping yang fatal memang terbilang langka terjadi dikarenakan pengonsumsian ibuprofen. Namun, kemungkinannya tentu selalu ada. Pengonsumsian ibuprofen ini sendiri berpotensi menyebabkan penyakit liver yang serius. Segera periksakan diri Anda jika sekiranya gejala seperti urin yang berwarna gelap, mual dan muntah berkepanjangan, serta mata dan kulit menguning muncul. 

Gejala Overdosis Ibuprofen 

Setelah tadi dijelaskan mengenai efek samping ibuprofen, Anda pun harus tahu apa saja gejala yang menandakan seseorang mengalami overdosis ibuprofen. Dengan mengetahui gejala overdosis ini, maka pengobatan sedini mungkin akan bisa diberikan kepada orang yang mengalami overdosis tersebut. 

Seseorang yang mengalami overdosis ibuprofen berpotensi mengalami kesulitan untuk tidur. Selain itu, bibir dan kulitnya akan membiru, berhalusinasi, mood swing, kram perut, detak jantung tak beraturan, pingsan, dan bahkan tak bernapas. Jika gejala ini muncul dalam waktu yang relatif berdekatan, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri pada dokter. 

Dosis Pengonsumsian Ibuprofen 

Munculnya efek samping diakibatkan oleh pengonsumsian ibuprofen tentu tak bisa dihindari. Apalagi, efek samping yang muncul ini berkaitan dengan kondisi orang yang mengonsumsi obat tersebut. Namun, terkait dengan overdosis ibuprofen tentu bisa dihindari dengan mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. 

Khusus untuk meredakan rasa nyeri pada orang dewasa, dosis yang dianjurkan adalah sebanyak 200 hingga 400 miligram setiap 4 hingga 6 jam sekali. Sedangkan jika ibuprofen digunakan untuk meredakan demam pada orang dewasa, pengonsumsiannya sebanyak 200 miligram setiap 4 hingga 6 jam sekali. 

Ibuprofen pun bisa dikonsumsi oleh anak-anak, namun dosisnya memang harus diresepkan langsung oleh dokter. Umumnya alokasi dosis ibuprofen untuk anak-anak didasarkan pada berat badannya, serta suhu badannya jika sekiranya ia sedang demam. Dengan mengonsumsinya sesuai dosis, maka efektivitas obat tersebut akan bisa diperoleh. 

Itulah tadi penjelasan mengenai efek samping ibuprofen, dari yang ringan hingga yang fatal, berikut dengan gejala saat overdosis ibuprofen. Jika Anda mengalami gejala yang ringan, umumnya akan bisa hilang dengan sendirinya, tanda bahwa tubuh bereaksi dengan obat tersebut. Namun jika efeknya tak kunjung hilang atau efeknya serius, segeralah berkonsultasi dengan dokter. 

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.