Categories
Obat

Manfaat Obat Rivaroxaban dan Cara Pakai yang Tepat

Manfaat Obat Rivaroxaban

Salah satu obat yang sangat terkenal karena perannya dalam membantu mencegah pembekuan darah adalah rivaroxaban. Obat ini memiliki beberapa manfaat, salah satunya adalah mampu mencegah stroke. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah penjelasan manfaat obat rivaroxaban, efek samping dan cara pakainya.

Manfaat Obat Rivaroxaban

Sebagai obat pengencer darah, rivaroxaban memiliki beberapa manfaat. Salah satunya adalah untuk mencegah stroke pada orang dengan fibrilasi atrium nonvalvular. Beberapa pasien yang memiliki potensi stroke juga telah membuktikannya sendiri, bahwa memang obat yang satu ini memiliki peran yang sangat baik dalam melakukan pencegahan.

Obat ini juga memiliki manfaat dalam mencegah dan mengobati penggumpalan pada darah. Gangguan ini biasanya terjadi pada pembuluh darah yang berada pada kaki. Jika dibiarkan, penggumpalan darah ini akan berdampak pada paru-paru. Dampak paling menakutkannya adalah bisa menyebabkan emboli paru.

Selain itu, obat ini juga mampu mencegah trombosis vena dalam atau yang disingkat dengan DVT. Khususnya pada pasien yang telah melakukan operasi penggantian pinggul atau lutut. Manfaat obat rivaroxaban lainnya adalah untuk mengurangi risiko masalah jantung, seperti serangan jantung dan juga stroke, khususnya pada orang dengan penyakit aetreri coroner kronis (CAD).

Efek Samping

Setiap obat pasti memiliki efek samping, termasuk obat yang satu ini. Efek samping yang diterima oleh beberapa orang juga akan berbeda-beda, tergantung bagaimana respon tubuh terhadap suatu obat. Beberapa efek samping yang mungkin akan terjadi adalah sakit punggung, pusing, sakit kepala, dan urin berwarna gelap, seperti merah atau coklat tua.

Beberapa efek samping tersebut adalah termasuk efek samping yang ringan. Rivaroxaban juga memiliki potensi menyebabkan beberapa efek samping yang serius, seperti gusi berdarah, tinja berdarah yang disebabkan karena tidak berfungsinya usus atau kandung kemih, rasa terbakar, dan perasaan kesemutan.

Beberapa orang juga mengalami efek samping seperti peningkatan aliran menstruasi pada wanita, hal ini disebabkan efek dari obat rivaroxaban dalam melakukan pengenceran pada darah. Batuk darah juga bisa saja terjadi setelah mengonsumsi obat ini, dan jika Anda mengalaminya jangan khawatir, karena memang ini sangat sering terjadi setelah mengonsumsi obat ini.

Jika Anda mengalami masalah efek samping yang serius setelah mengonsumsi obat ini, Anda bisa menghubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. Jika memang tubuh tidak bisa menerima obat ini, mungkin saja efek samping yang serius bisa terjadi, dan dokter mungkin saja akan menyarankan untuk menghentikan pengobatannya.

Cara Kerja

Cara kerja dari obat ini sebenarnya sangat simpel. Sebagai obat yang disebut dengan antikoagulan, rivaroxaban akan menghambat penggumpalan darah. Cara kerjanya adalah dengan mencegah pembentukan gumpalan pada darah dengan melakukan pemblokiran pada zat yang disebut dengan faktor Xa atau penghambat.

Ketika faktor penghambat tersebut telah terblokir, maka akan mengurangi enzim yang disebut dengan thrombin yang ada pada tubuh. Zat ini merupakan zat yang dibutuhkan untuk membentuk pembentukan gumpalan darah. Ketika zat ini menurun, tentunya proses pembekuan pada darah pun tidak akan terjadi.

Dengan begitu, masalah-masalah seperti stroke, serangan jantung atau masalah jantung serius lainnya akan teratasi. Hal tersebut dikarenakan, beberapa penyakit tersebut bisa terjadi karena adanya pembekuan dalam darah.

Itulah tadi beberapa penjelasan tentang manfaat obat rivaroxaban, efek samping dan juga cara kerjanya. Selalu gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang telah diberikan oleh dokter. Sebelum mengonsumsinya, selalu baca keterangan yang tertera pada obat, untuk mengantisipasi, hal-hal yang tidak diinginkan.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Obat

Kurangi Kolesterol Jahat, Ini Rosuvastatin Dosis dan Cara Konsumsinya

Rosuvastatin Dosis

Kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam darah, akan meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit serius seperti serangan jantung dan strok. Oleh sebab itu, selain dengan mengatur pola makan, pengonsumsian obat khusus seperti rosuvastatin, akan bisa mengontrol keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Berikut ulasan mengenai rosuvastatin, rosuvastatin dosis, dan cara pengonsumsiannya.

Apa Itu Rosuvastatin?

Sebelum membahas tentang dosis rosuvastatin serta cara tepat pengonsumsiannya, ada baiknya Anda ketahui lebih banyak dulu mengenai obat rosuvastatin ini. Rosuvastatin merupakan obat yang dikonsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan juga trigliserida dalam tubuh. Dengan mengonsumsinya juga, maka kadar kolesterol baik dalam tubuh akan meningkat.

Rosuvastatin bekerja dengan cara menghambat enzim khusus, yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi kolesterol dalam tubuh. Alhasil, dengan tak adanya enzim yang dibutuhkan tersebut, kadar kolesterol jahat dalam darah bisa berkurang. Tentu saja, obat ini dikonsumsi bersamaan dengan pelaksanaan pola makan yang teratur.

Rosuvastatin juga kerap dikonsumsi untuk mengatasi hiperkolesterolemia yang diwariskan dari orang tua, baik yang bentuk homozigot maupun heterozigot. Selain itu, obat ini juga dikonsumsi oleh orang yang menderita aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan kondisi di mana terjadi penyempitan pada pembuluh arteri, disebabkan karena penumpukan plak pada dinding pembuluhnya.

Rosuvastatin Dosis 

Dosis rosuvastatin yang diberikan bisa saja berbeda antara satu pasien dengan pasien lainnya, didasarkan atas jenis penyakitnya, serta kondisinya. Bagi pasien dewasa yang menderita hiperkolesterolemia familial homozigot, dosisnya adalah sebanyak 20 miligram sekali dalam sehari dalam bentuk kapsul dan tablet. Dosis mungkin saja ditingkatkan hingga 40 miligram per harinya.

Selanjutnya, bagi orang dewasa yang menderita hiperlipoproteinemia tipe III, dosisnya mulai dari 10 hingga 20 miligram per hari. Dosis mungkin saja ditambah, namun tak akan lebih dari 40 miligram per hari. Bagi orang dewasa yang menderita hiperkolesterolemia familial heterozigot, dosis rovustatin yang diberikan umumnya mulai dari 5 hingga 40 miligram per hari dalam bentuk tablet.

Kemudian, bagi orang dewasa yang menderita aterosklerosis, dosis yang umum diberikan adalah sebanyak 5 hingga 40 miligram per hari. Bagi anak berusia 10 hingga 17 tahun yang menderita hiperkolesterolemia familial heterozigot, dosis yang umum diberikan adalah 5 hingga 10 miligram per hari. Sedangkan bagi yang berusia 8 hingga 9 tahun, dosisnya mulai dari 5 hingga 10 miligram.

Cara Tepat Pengonsumsian Rosuvastatin

Rosuvastatin yang berbentuk tablet atau pun kapsul, dikonsumsi dengan cara langsung ditelan. Jangan mengunyah atau pun menghaluskan rosuvastatin, karena akan bisa memperbesar kemungkinan munculnya efek samping tertentu. Selama mengonsumsi rosuvastatin, jangan konsumsi alkohol karena akan memicu timbulnya efek samping pada liver atau hati Anda.

Efek Samping Pengonsumsian Rosuvastatin

Pengonsumsian rosuvastatin dapat memicu efek samping berupa nyeri di bagian tubuh tertentu, tenggorokan kering, hidung berair, serta suara yang berubah. Efek samping tersebut merupakan tanda bahwa rosuvastatin sedang bekerja dalam tubuh. Umumnya, efek samping ini akan bisa sembuh dan hilang dengan sendirinya.

Berbeda dengan efek samping sebelumnya, efek samping seperti kesulitan untuk bergerak, nyeri dan bengkak pada sendi, serta kebas dan kram otot terbilang serius. Makanya, jika efek samping tersebut Anda rasakan setelah mengonsumsi rosuvastatin, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai rosuvastatin, rosuvastatin dosis, cara mengonsumsinya, serta efek samping yang berisiko ditimbulkannya. Obat yang tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet ini tak dijual dengan bebas, alias harus dengan resep dokter. Ikuti aturan pengonsumsiannya dengan tepat, agar manfaat obat ini bisa dirasakan dengan optimal.

Untuk tebus resep obat, anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat

Pioglitazone Termasuk Golongan Obat Diabetes Tipe 2? Simak Penjelasanya

Pioglitazone Termasuk Golongan

Apabila Anda mendapatkan obat yang mengandung pioglitazone, ini adalah obat diabetes. Khususnya pioglitazone termasuk golongan obat diabetes melitus tipe 2. Diabetes merupakan penyakit yang cukup kronis karena dapat memicu datangnya penyakit lain. Hal ini ditandai dengan kadar gula dalam darah di atas batas normal yang dikarenakan tidak berfungsinya hormon insulin yang bertugas untuk mengolahnya menjadi sumber energi. Oleh karena itu, simak terus informasi berikut ini untuk mengobati penyakit diabetes.

Fungsi Obat Pioglitazone

Obat yang tergolong kategori obat resep ini digunakan untuk mengontrol tingginya kadar gula dalam darah dengan cara mengembalikan respon tubuh terhadap insulin. Apabila hormon insulin sudah bisa berfungsi kembali, hal ini tentu bisa mencegah terjadinya kerusakan ginjal, masalah saraf hingga dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Dosis dan Penggunaan

Dosis pada awal pemberian obat dengan kondisi tanpa kegagalan jantung biasanya adalah 15 sampai 30 mg yang diminum sekali sehari. Sedangkan bagi Anda yang disertai kondisi kegagalan jantung, bisa menggunakan dosis 15 mg yang diminum sekali sehari. Apabila Anda menggunakan obat ini sebagai dosis perawatan, Anda bisa menggunakan dosis 15 sampai 45 yang diminum sekali sehari. Adapun 45 mg adalah dosis maksimal yang bisa digunakan.

Jika Anda mengalami diabetes melitus tipe 2, maka ada baiknya Anda mengonsumsi obat ini secara disiplin dan rutin. Caranya Anda bisa meminum obat ini diwaktu yang sama setiap harinya. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan manfaat yang optimal dari obat ini. Apabila Anda sedang mengonsumsi obat lain, ada baiknya Anda juga berkonsultasi mengenai interaksi obat yang terjadi.

Interaksi Obat

Pioglitazone termasuk golongan obat keras di mana untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter. Oleh karena itu, saat Anda hendak mengonsumsinya tidak disarankan mengkombinasikannya dengan obat lainnya. Terutama dengan obat rifampicin sebab dapat mengurangi kinerja pioglitazone dalam darah.

Sedangkan penggunaan obat ini yang dikombinasikan bersama obat gemfibrozil dan ketoconazole, dapat meningkatkan kadar pioglitazone dalam darah. Jadi, sebaiknya penggunaan obat ini perlu Anda konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping

Penggunaan obat tentu akan menimbulkan efek samping, terutama penggunaan obat diabetes.  Adapun beberapa efek samping ringan yang bisa Anda rasakan adalah gatal-gatal, kesulitan bernapas bahkan bisa terjadi pembengkakan di beberapa area seperti wajah, bibir, lidah maupun pada tenggorokan.

Segera hentikan pemakaian apabila Anda mengalami beberapa efek samping berat. Misalnya sakit perut, sakit saat buang air kecil hingga kencing berdarah, pembengkakan atau kenaikan berat badan secara cepat hingga menyebabkan Anda tidak bisa bernapas sekalipun pendek dan sudah mengerahkan sekuat tenaga.

Beritahukan juga kepada dokter terkait kondisi Anda. Misalnya mulai terasa sakit dada, pandangan menjadi kabur, nyeri di beberapa bagian tubuh seperti di punggung, otot, maupun pada gigi. Sekalipun efek samping ini semua terjadi pada sebagian orang, bila Anda merasakannya segera hubungi dokter agar dokter bisa memberikan saran kepada Anda.

Jadi, pioglitazone termasuk golongan obat untuk diabetes melitus tipe 2. Yakni suatu kondisi di mana sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga hormon insulin yang dihasilkan tidak bisa berfungsi dengan baik untuk mengolah glukosa menjadi energi. Apabila Anda sudah mengonsumsi obat ini, jangan lupa untuk memeriksa gula darah secara rutin sesuai anjuran dokter.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Anda juga bisa mengetahui info kesehatan terpercaya dengan mendaftarkan email anda di Ngovee.

Categories
Obat

Domperidone Syrup, Manfaat Dosis dan Efek Samping

Domperidone Syrup

Mungkin kita pernah mendengar obat bernama domperidone syrup. Tetapi untuk masalah penggunaannya serta apa manfaatnya pasti kita masih awam terhadap hal itu. Akan sangat berguna apabila kita mengetahui apa manfaat dari obat tersebut. Maka dari itulah kita perlu mencari tahu apakah yang berguna dari obat ini.

Penggunaan Obat

Domperidone digunakan untuk memacu pergerakan dari otot digesti terutama otot perut dan juga usus. biasanya obat ini digunakan untuk mengatasi mual dan muntah. pasien yang mengalami mual dan muntah memang harus segera disembuhkan karena jika tidak akan mengganggu cara pasien mengkonsumsi obat ataupun makanan. Memang terlihat seperti hal kecil padahal itu penting.

Penggunaan obat ini tentu tidak sembarangan. Anda memerlukan resep dokter dan juga dokter yang mengetahui dosis yang tepat untuk memberikan obat ini kepada Anda. Kebanyakan dari kita ingin cepat sembuh dan memakan obat ini sebanyak mungkin padahal itu tidak bagus. Efeknya bisa malah menimbulkan masalah lain yang baru untuk kita.

Efek Samping

Bentuknya beberapa obat memiliki efek samping yang menimbulkan sesuatu. Untuk obat jenis ini kemungkinan efek sampingnya adalah alergi apabila anda memiliki alergi obat pada domperidone. Apabila tidak maka tingkat khawatir akan bisa dikurangi. Apabila seseorang memiliki alergi terhadap saat ini maka sangat direkomendasikan untuk mengganti obat.

Akan tetapi ketika anda mengkonsumsinya terlalu banyak akan muncul efek samping yang sangat mengerikan seperti detak jantung tidak beraturan, susah bicara, pusing hingga kehilangan keseimbangan. hal tersebut akan terjadi apabila anda tidak mengikuti dosis atau saran dari dokter. Sangat penting bagi kita untuk mengikuti apa kata dokter karena mereka yang lebih tahu.

Interaksi Obat

Domperidone memiliki beberapa syarat untuk sebelum dikonsumsi. salah satunya adalah Anda tidak mengkonsumsi obat yang mungkin berinteraksi dengan obat ini. Ada banyak obat yang memungkinkan interaksi dengan domperidone. Maka dari itulah anda perlu melakukan konsultasi terhadap dokter Anda sebelum anda meminum obat ini.

Biasanya dokter telah menanyakan apakah anda mengkonsumsi obat lain atau tidak. Ada kemungkinan interaksi obat ini memicu munculnya efek samping berlebihan atau overdosis. Hal itulah yang ingin dihindari apabila anda mengkonsumsi obat domperidone. Ketika kita tidak mematuhi dosis jadi dokter maka bisa jadi itu menjadi sebuah bahaya.

Dosis

Pemberian obat domperidone syrup tentu tidak sama setiap pasien. Biasanya setiap pasien memiliki kadar khusus karena ditimbang melalui berat badan mereka. Kita perlu mempertimbangkan jenis kelamin, kondisi kesehatan hingga usia pasien. Tidak ada patokan resmi yang bisa diberikan kepada pasien selain menggunakan perhitungan tadi.

Maka dari itulah kita lebih baik menyerahkan ini semua kepada dokter. Seorang dokter akan memberikan dosis yang tepat bagi kita, dengan mempertimbangkan segala kemungkinan serta alergi dan interaksi obat yang mungkin terjadi. Hal itu sangat penting karena kita tidak bisa menghitung dosis sendiri serta kita akan dapat menghindari interaksi antar obat.

Apabila anda mengalami mual dan muntah tidak harus diberikan domperidone. obat ini memang tidak selalu diberikan kepada seorang pasien apalagi jika pasien tersebut memiliki latar belakang yang tidak bisa mengkonsumsi obat ini. Beberapa kasus seperti penyakit jantung emang kurang disarankan untuk mengkonsumsi obat ini.

Namun apabila dilakukan pada dosis yang tepat makan obat ini masih bisa diberikan. Mencari dosis yang tepat memang tidaklah mudah hanya seorang ahli seperti dokter yang bisa memberikan perhitungan secara persisi seperti itu. Domperidone syrup memiliki banyak manfaat namun tidak bisa dikonsumsi secara asal-asalan.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Kesehatan

7 Rekomendasi Makanan untuk Menjaga Tensi Darah Normal

Tensi Darah Normal

Untuk menjaga tekanan darah normal Anda dapat mengonsumsi makanan sehat dan menerapkan gaya hidup yang sehat. Apapun makanan yang Anda konsumsi setiap hari akan memberikan dampak bagi kesehatan jantung. Berikut ini adalah beberapa makanan untuk menjaga tensi dara normal.

1. Buah                                    

Seperti halnya sayuran, buah adalah sumber kaya kalium, magnesium, dan serat. Tambahkan buah dalam asupan harian. Contohnya, buah beri ke dalam sajian yoghurt lalu beri toping dengan kacang-kacangan. Anda bisa menyisipkan buah-buahan tersebut sebagai makanan penutup, sehingga gizi yang diterima tubuh bisa lebih lengkap.

Kombinasi ini dapat menjadi makanan selingan ataupun camilan sebelum menyantap makan siang atau makan malam. Hindari buah kalengan yang umumnya sudah ada tambahan garam ataupun gula. Ini hanya akan merusak pola makan sehat untuk menjaga tekanan darah supaya tetap normal. Anda bisa membuatnya menjadi jus, salad ataupun dimakan secara langsung.

2. Gandum Utuh

Makanan untuk menjaga tensi darah normal selanjutnya adalah gandum utuh. Mengonsumsi asupan tinggi gandum dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 30 persen. Pilihlah versi whole grain, tetapi jangan lupa untuk tetap memperhatikan ukuran porsi yang dimakan.

3. Susu Rendah Lemak

Menggabungkan pola makan sayuran, buah, dan pilihan gandum dengan mengurangi produk susu tanpa rasa lemak, seperti susu dan yoghurt dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Anda bisa mengkonsumsinya setiap hari di pagi hari atau malam hari sebelum tidur.

Pilih susu, keju, dan yoghurt tanpa lemak sebagai camilan bergizi. Anda dapat menikmati yoghurt tawar tanpa lemak dengan semangkuk sereal gandum hitam. Sebagai topping Anda bisa memberi beri dan kacang-kacangan. Tambahkan keju rendah lemak atau bisa juga irisan tomat dan alpukat sebagai opsi kombinasi topping lainnya.

4. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Kacang dan biji-bijian sangat lezat dan bergizi. Kacang-kacangan dan biji-bijian menyediakan lemak, protein, vitamin, dan mineral tak jenuh yang sehat. Kacang-kacangan, biji-bijian dan polong-polongan adalah bagian penting dari pola makan sehat. Cobalah untuk menyertakan kombinasi ini sebagai sajian makanan setiap hari.

5. Konsumsi Cokelat

Kandungan flavonoid dalam cokelat dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Namun, salah penelitian perguruan tinggi di Australia mengungkapkan bahwa cokelat hanya akan menurunkan tekanan pada penderita tekanan darah tinggi, bukan mereka yang memiliki tekanan darah normal.

6. Sayuran Hijau

Potasium yang terkandung di sayuran hijau dapat membantu ginjal untuk membuang sodium melalui urin. Hal tersebut dapat menurunkan tekanan darah. Contoh sayuran hijau yang mudah dikonsumsi antara lain selada, bayam, dan kale. Anda bisa mengolahnya sesuai dengan keinginan, olah semenarik mungkin agar menggugah selera.

7. Ikan dengan Omega 3 Tinggi

Ikan merupakan sumber protein tanpa lemak yang baik untuk tubuh. Ikan berlemak seperti salmon dan sarden mengandung lemak omega 3 sangat tinggi, yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan menurunkan trigliserida. Salmon juga mengandung vitamin D, yang juga baik untuk menurunkan tekanan darah.

Itulah tadi beberapa makanan yang akan membantu Anda dalam menjaga tensi darah normal. Makanan saja tentunya tidak cukup, Anda perlu mendukungnya dengan pola hidup yang sehat, mulai dari olahraga yang rutin dan selalu menjaga pola tidur, jangan sampai begadang. Jangan lupa untuk hindari asap rokok, karena rokok adalah penyumbang racun terbesar.

Kami dapat membantu anda memenuhi kebutuhan dan beli obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Categories
Obat

Cara Minum Allopirinol 100 mg yang Tepat

Cara Minum Allopirinol 100 mg

Allopurinol merupakan salah satu obat yang banyak digunakan untuk pengobatan asam urat dan juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa jenis batu ginjal. Berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang cara minum allopurinol 100 mg bagi Anda yang mungkin ingin menggunakannya, karena jika sampai salah akan sangat membahayakan tubuh.

Aturan Pakai Allopurinol

Obat ini biasanya diminum sekali sehari atau persis seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Minat obat ini setelah makan untuk mengurangi sakit perut. Jika dosis yang diarahkan melebihi 300 mg per hari, mungkin Anda bisa membaginya ke dalam beberapa dosis yang kecil, misalkan seperti 100 mg untuk sekali minum.

Obat ini paling baik diminum dengan segelas air putih (240ml) untuk setiap dosis, dan setidaknya minum 8 gelas lebih cairan sehari. Kecuali jika dokter menyarankan untuk mengurangi konsumsi air putih Anda bisa mengikuti sesuai dengan anjurannya. Alasan tersebut bisa saja karena untuk mengurangi asam yang dalam urin, dengan tujuan menghindari asam askorbat.

Penentuan dosis harus didasarkan pada kondisi medis seseorang dan juga respon tubuh pada obat yang akan dikonsumsinya. Allopurinol harus digunakan secara rutin dan teratur untuk bisa memdapatkan manfaatnya. Cara agar selalu rutin dan teratur adalah dengan mengkonsumsinya pada waktu atau jam yang sama di setiap harinya.

Khusus untuk pengobatan nyeri sendiri yang diakibatkan oleh asam urat, rasa efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini akan lebih lama, mungkin hingga beberapa minggu. Beberapa masalah atau efek samping yang ditimbulkan biasanya adalah seperti encok. Hal tersebut dikarenakan tubuh akan menghilangkan kelebihan asam urat.

Jika kondisi belum juga membaik meskipun telah mengkonsumsi obat dalam waktu yang cukup lama, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter. Hal tersebut bisa dikarenakan adanya ketidak cocokan obat atau karena masalah lain.

Cara Penyimpanan Obat Allopurinol

Setelah membahas mengenai cara pakai Allopurinol 100 mg, yang penting untuk diketahui juga adalah tentang penyimpanan obatnya. Pertama, selalu simpan Allopurinol pada suhu ruangan. Selalu jauhkan dari cahaya langsung dan juga jangan disimpan pada tempat yang memiliki tingkat kelembapan tinggi.

Jika masa berlakunya habis, Anda bisa langsung saja membuangnya atau jika memang sudah tidak diperlukan lagi. Selalu pastikan bahwa Anda membuangnya ditempat yang aman, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti dikonsumsi oleh orang, atau binatang. Jangan sampai menyiram obat ke dalam toilet dan juga saluran pembuangan.

Efek Samping

Setiap obat pasti memiliki efek samping, termasuk pula obat Allopurinol ini. Bahkan efek sampingnya mungkin akan sampai berhari-hari atau bahkan bulanan. Beberapa efek samping yang ditimbulkan adalah gatal, kesulitan bernapas, dan merasa ingin pingsan. Hal-hal tersebut sangat umum terjadi, jadi tidak perlu khawatir.

Namun, jika Anda mengalami demam, ruam kulit, sakit kepala parah, kulit mengelupas, dan rasa sakit saat buang air kecil, mungkin Anda harus menghentikan pengobatannya. Beberapa efek samping tersebut tergolong ke dalam efek samping yang serius. Sehingga, Anda perlu mengkonsultasikannya ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaiknya.

Itulah tadi beberapa penjelasan tentang cara pakai Allopurinol 100 mg dengan benar. Ingat, selalu perhatikan aturan pakai obat-obatan. Apapun obatnya, Anda harus memperhatikannya, karena jika penggunaan dengan sembarangan bukan sehat yang akan didapat, justru sakit yang semakin parah. Jadi, selalu ikutin anjuran dokter, dan rutin melakukan konsultasi.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Dokter Kesehatan

6 Keuntungan Telemedik di Tengah Pandemi COVID-19

Keuntungan Telemedik

Teknologi dapat memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia termasuk hadirnya telemedik. Adapun telemedik itu sendiri adalah layanan sektor kesehatan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi yang bisa diakses dari jarak jauh. Berikut ini ada beberapa informasi mengenai keuntungan telemedik yang bisa Anda ketahui.

1. Mendapatkan Informasi tentang Kesehatan

Di era yang sudah memasuki digitalisasi ini semua informasi sudah tersedia dengan mudah. Termasuk dengan informasi mengenai kesehatan. Anda bisa mendapatkan informasi mengenai seluk beluk kesehatan mulai dari berbagai macam penyakit maupun berbagai jenis obat-obatan.

Pandemi Covid-19 mengharuskan Anda harus tinggal di rumah untuk menjaga kesehatan. Anda juga bisa memperbarui informasi mengenai perkembangan, pencegahan dan sebagainya melalui telemedik. Dengan begitu, Anda bisa lebih menjaga asupan nutrisi untuk kesehatan.

2. Bebas Berkonsultasi

Saat Anda mengalami gejala-gejala yang membuat tubuh Anda terasa tidak nyaman, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter pilihan. Pemilihan dokter pun bisa Anda sesuaikan dengan bidangnya masing-masing.

Apabila Anda merasa mengalami gejala terkait dengan kulit, Anda bisa memilih dokter di bidang tersebut untuk mengkonsultasikan kondisi Anda. Dokter yang bersangkutan akan memberikan diagnosis dan penyelesaian dari gejala dan kondisi Anda.

3. Terhubung dengan Fasilitas Kesehatan

Apabila Anda sudah mendapatkan diagnosis dari dokter terkait dengan kondisi tubuh yang memerlukan penanganan lanjut, dengan telemedik Anda bisa menemukan fasilitias kesehatan yang terdekat. Anda juga bisa memilih fasilitas kesehatan yang berada di lokasi yang Anda tentukan. Dengan begitu, Anda dengan mudah menemukan fasilitas kesehatan di mana saja Anda berada yang sesuai dengan pengaturan lokasi ponsel pintar.

4. Mudah Menebus Obat

Keuntungan telemedik yang berikutnya adalah Anda akan mudah untuk menebus obat. Setelah memilih dokter sesuai dengan bidangnya dan berkonsultasi yang mengharuskan Anda mengonsumsi obat, Anda bisa langsung menebus obat melalui telemedik. Terutama bagi Anda yang memiliki kondisi yang tidak memungkinkan untuk keluar rumah.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 seperti ini kemudahan berkonsultasi dan menebus obat menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan. Anda tidak perlu lagi keluar rumah bahkan berkerumun di tengah antrean. Pasalnya hal-hal seperti ini yang menyebabkan gejala penyakit Covid-19 bisa menular.

5. Solusi Atas Masalah Jarak dan Geografis

Hadirnya telemedik juga merupakan solusi darurat di tengah wabah pandemi Covid-19. Terutama saat Anda harus berada di dalam rumah terus. Ketika jarak yang mengharuskan dan tetap dilaksanakan serta jauhnya fasilitas kesehatan bagi daerah tertinggal, tentu hal ini menjadi solusi dan kemudahan yang tiada terkira. Hanya dengan sekali sentuh dan berada dekat yaitu melalui ponsel pintar, Anda sudah bisa merasakan nikmatnya fasilitass yang ditawarkan oleh telemedik.

6. Meningkatkan Kualitas Hidup dan Kesehatan Masyarakat Luas

Manfaat hadirnya telemedik tentu bisa dirasakan oleh pasien atau pengguna. Di samping itu, hadirnya telemedik ini juga bisa meningkatkan kualitas hidup orang lain. Misalnya para pengembang, dokter, serta tempat atau fasilitas kesehatan. Selain itu dengan hadirnya telemedik diharapkan masyarakat lua lebih aware lagi perihal kesehatan.

Itulah beberapa informasi mengenai keuntungan telemedik yang bisa Anda rasakan di tengah pandemi Covid-19. Ada banyak telemedik yang saat ini sudah hadir di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah Lifepack. Apabila Anda ingin memanfaatkan telemedik Lifepack ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang telah dijelaskan di atas.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Kesehatan Penyakit

6 Cara Menangani Paru-Paru Basah agar Tidak Kambuh

Cara Menangani Paru-paru Basah

Penyakit paru-paru basah identik dengan permasalahan pada sistem pernapasan. Hal ini dikarenakan paru-paru mengalami peradangan dan infeksi. Oleh karena itu bagi Anda yang tidak memiliki penyakit ini ada baiknya Anda menjaga kesehatan. Sedangkan bagi Anda yang sedang menjalani perawatan ada baiknya Anda menyimak informasi berikut mengenai cara menangani paru-paru basah agar tidak kambuh lagi.

1. Melakukan Vaksinasi

Penyakit paru-paru basah ini bisa terjadi disebabkan adanya infeksi karena jamur, bakteri atau virus. Langkah penanganan agar penyakit ini tidak kambuh adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap diri Anda sendiri. Terutama terkait vaksin influenza maupun vaksin pneumonia yang bisa menyebabkan penyakit ini.

2. Menjauhi Rokok dan Alkohol

Apabila ada penyakit yang menyerang pada sistem pernapasan, itu tandanya Anda harus berhati-hati terhadap dengan udara di sekitar Anda. Terutama menjaga kesehatan sistem pernapasan dari asap rokok. Bagi Anda yang merupakan seorang perokok aktif, segera hentikan kebiasaan ini.

Pasalnya, merokok dapat merusak dan memperparah kondisi paru-paru. Sedangkan bagi Anda yang merupakan perokok pasif, ada baiknya Anda menjauhi lingkungan yang mengandung banyak kepulan asap. Begitu juga dengan alkohol yang dapat membahayakan kesehatan.

3. Menjaga Kebersihan Diri

Cara menangani paru-paru basah berikutnya adalah menjaga kebersihan diri sendiri. Misalnya dari membiasakan sering mencuci tangan di mana saja dan sebelum serta sesudah melakukan aktivitas atau menyentuh benda apapun. Hal ini ditujukan demi menghindari penularan kuman dari orang lain atau dari benda yang terkontaminasi kuman.

Selain itu, Anda juga harus menjaga kebersihan diri terkait dengan lingkungan yang ada disekitar Anda. Misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan rumah secara rutin setidaknya setiap hari harus Anda sapu. Hal ini ditujukan agar sirkulasi udara disekitar Anda tetap terjaga dengan baik.

4. Mengganti Pola Hidup Lebih Sehat Lagi

Cara yang terpenting lainnya adalah menjaga pola hidup agar sistem pernapasan lebih sehat lagi. Beberapa diantaranya adalah berolahraga. Ada baiknya Anda melakukan olahraga di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari pagi dengan baik. Sebelum keluar rumah, jangan lupa juga untuk menggunakan masker. Hal ini ditujukan agar polusi, udara kotor, maupun droplet dari orang lain tidak mengenai Anda.

5. Menjaga Asupan Nutrisi yang Lengkap

Pada saat tubuh Anda mengalami suatu penyakit, hal tersebut menandakan sistem imun atau pertahanan tubuh sedang melemah. Oleh karena itu, Anda bisa menambah asupan gizi untuk proses pemulihan tubuh. Terutama asupan gizi yang berfungsi sebagai antioksidan. Jangan lupa untuk makan makanan dari sayuran, buah-buahan, ikan ataupun dari produk susu.

6. Meminum Air Putih

Menjaga tubuh agar tetap sehat, termasuk menjaga apa yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satunya adalah air putih. Apabila Anda memiliki hobi minum kopi atau lainnya, mulai saat ini biasakan untuk mengonsumsi air putih. Tubuh memerlukan air putih agar tidak terjadi dehidrasi. Adapun ukuran minimal air putih yang bisa Anda konsumsi adalah 8 gelas per hari. Lebih dari itu juga bisa Anda konsumsi.

Demikianlah beberapa informasi mengenai cara menangani paru-paru basah yang bisa Anda lakukan agar penyakit pernapasan ini tidak kambuh. Apabila Anda mengalami gejala lain misalnya batuk, Anda bisa meminimalisir rasa sakit dengan meminum teh peppermint dengan air hangat. Apabila Anda mengalami gejala lainnya, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat

Ketahui Dosis dan Cara Konsumsi Dulcolax agar Efeknya Optimal

Cara Konsumsi Dulcolax

Dulcolax terbilang sebagai obat yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Obat ini tergolong sebagai obat laksatif atau pencahar, sehingga tak heran jika dulcolax digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Walau obat ini dijual secara bebas, dosis dan cara konsumsi dulcolax harus dilakukan dengan tepat agar efek pengonsumsian atau penggunaannya bisa optimal.

Cara Kerja Dulcolax

Dulcolax yang merupakan obat pencahar, bekerja dengan cara menstimulasi pergerakan usus besar. Dengan adanya stimulasi pada usus besar ini, maka pengeluaran feses pun bisa kembali lancar. Selain digunakan untuk mengatasi sembelit dan konstipasi, dulcolax juga umum digunakan untuk membersihkan atau mengosongkan usus besar sebelum dilakukan operasi atau kolonoskopi.

Dosis Penggunaan Dulcolax Tablet dan Suppositoria

Bagi orang yang mengonsumsi dulcolax untuk konstipasi, dosis yang dianjurkan adalah 5 hingga 15 miligram atau 1 hingga 3 tablet, yang dikonsumsi sekali sehari. Sedangkan jika obatnya berbentuk suppositoria rektal, dosis dulcolax yang umum digunakan adalah sebanyak 10 miligram atau setara dengan 1 suppositoria sebanyak sekali sehari.

Cara Penggunaan atau Pengonsumsian Dulcolax

Cara penggunaan dulcolax tentu akan berbeda sesuai dengan bentuk obatnya. Perlu Anda ketahui dulu bahwa dulcolax ini tersedia dalam bentuk tablet dan suppositoria. Cara konsumsi dulcolax yang berbentuk tablet adalah dengan cara ditelan. Perhatikan untuk tidak melumatkan, mengunyah, atau pun memotong tablet dulcolax sebelum diminum. Konsumsilah obat ini dengan segelas air putih.

Setelah  mengonsumsi dulcolax yang berbentuk tablet, maka pergerakan usus besar akan terjadi dalam kurun waktu 6 hingga 12 jam. Kemudian, untuk penggunaan dulcolax yang berbentuk suppositoria adalah dengan memasukkannya ke dalam tubuh melalui rektum. Dengan cara ini, maka pergerakan usus akan terjadi dalam kurun waktu 15 hingga 60 menit setelah penggunaan.

Sebelum menggunakan dulcolax dalam bentuk suppositoria, dianjurkan untuk buang air kecil terlebih dahulu. Kemudian, berbaringlah dalam posisi menyamping, lalu angkat lutut sebelah kanan ke depan dada. Selanjutnya, masukkan suppositoria ke dalam rektum dengan panjang sekitar 1 inci. Tahan kondisi berbaring selama beberapa menit, hingga suppositoria mencair optimal. 

Perlu diperhatikan untuk tidak mengonsumsi atau menggunakan obat dalam bentuk apapun dalam kurun waktu 2 jam sebelum dan sesudah menggunakan dulcolax. Tak hanya itu saja, Anda yang akan mengonsumsi dulcolax dalam bentuk tablet, dianjurkan menghindari pengonsumsian susu dan antasida sekitar 1 jam sebelum meminum dulcolax.

Efek Samping Akibat Pengonsumsian Dulcolax

Perlu diketahui bahwa setelah mengonsumsi atau menggunakan dulcolax, ada efek samping yang mungkin Anda alami. Umumnya, efek samping yang muncul seperti kram perut, mual, muntah, diare, serta rasa perih di area rektum jika Anda menggunakan dulcolax berbentuk suppositoria. Efek samping ini terbilang normal, serta akan bisa sembuh atau hilang dengan sendirinya.

Selain itu, ada juga efek samping serius yang mungkin terjadi akibat penggunaan dulcolax. Kadar sodium dan potasium dalam tubuh akan mengalami pengurangan, serta fungsi usus mengalami ganggaun setelah mengonsumsi dulcolax dalam kurun waktu yang lama.  Segera periksakan diri ke dokter jika efek samping serius ini Anda alami setelah menggunakan dulcolax.

Itulah tadi ulasan mengenai dosis, cara konsumsi dulcolax, beserta dengan efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Obat ini sendiri dijual dengan bebas, sehingga bisa dikonsumsi tanpa resep dokter. Walau begitu, tetap patuhi dosis penggunaan dan cara pengonsumsiannya yang tepat. Dengan begini, Anda bisa merasakan efek optimal dari pengonsumsian atau penggunaan dulcolax.

Kami dapat membantu anda memenuhi kebutuhan dan beli obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google PlayStore maupun AppStore sekarang.

Categories
Penyakit

Alami Sakit Perut Sebelah Kiri? 5 Penyakit Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Sakit Perut Sebelah Kiri

Perut merupakan salah satu masalah yang paling sering dialami. Namun menggambarkan gejala sakit perut, nyeri perut maupun perut melilit terbilang masih kurang spesifik. Lokasi juga merupakan salah satu bahan pertimbangan untuk mengetahui penyebab rasa sakit tersebut. Ini dia beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri.

1. Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut merupakan peradangan pada pankreas yang terletak di sisi kiri atas perut. Gejalanya bisa muncul secara mendadak dan menyebabkan nyeri di daerah perut bagian atas. Rasa nyerinya juga bisa menjalar ke daerah punggung. Penyakit ini juga bisa melibatkan organ lain. Kondisi ini juga bisa berkembang menjadi pankreatitis kronis.

2. Gastritis

Gastritis bisa terjadi ketika ada iritasi pada lapisan lambung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan luka. Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit tertentu atau terlalu banyak minum minuman beralkohol juga bisa menjadi penyebab gastritis.

Gejala yang paling sering dialami yakni rasa nyeri pada bagian kiri atas perut yang disertai dengan rasa terbakar, mual dan muntah hingga perasaan perut atas penuh setelah makan. Gastritis bisa terjadi secara tiba-tiba atau perlahan dari waktu ke waktu. Dalam kondisi tertentu penyakit ini berisiko meningkatkan kanker lambung.

3. Angina

Angina merupakan istilah yang sering digunakan untuk nyeri dada yang disebabkan karena berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Biasanya angina sering digambarkan sebagai sensasi dada diremas-remas, tertekan, berat, sesak dan sakit di dada. Angina atau yang sering disebut dengan anemia pectoris juga bisa menjadi masalah yang berulang atau tiba-tiba.

Gejala angina yang dirasakan wanita cukup berbeda dari gejala angina klasik. Bila terjadi pada wanita penderitanya akan merasakan gejala seperti mual, sakit perut sebelah kiri, sesak nafas dan kelelahan ekstrem yang disertai dengan nyeri dada. Bahkan rasa tidak nyaman ini juga bisa terjadi pada leher, rahang dan punggung.

4. Penyakit Ginjal

Masalah batu ginjal umumnya disebabkan karena tingginya kadar kalsium atau asam urat dalam tubuh. Selain itu dehidrasi juga bisa menjadi penyebab batu ginjal. Gejala penyakit batu ginjal yang sering dialami antara lain seperti sakit perut pada bagian kiri bawah, mual dan muntah, nyeri di pangkal paha hingga demam.

Sakit perut pada bagian kiri bawah juga bisa disebabkan karena infeksi pada ginjal. Peradangan umumnya terjadi mulai dari kandung kemih yang kemudian menjalar ke ginjal. Rasa nyeri juga bisa terjadi saat buang air kecil. Bahkan terkadang urine juga berdarah. Jika mengalaminya pastikan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

5. Kista Indung Rahim

Rahim merupakan tumor jinak yang berisi cairan dan tumbuh di dalam atau permukaan dinding rahim. Ada beberapa wanita yang memiliki kista Indung rahim pada beberapa titik selama hidup mereka. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya. Bahkan mayoritas kista ovarium juga bisa menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

Namun pada beberapa kasus kista ovarium yang pecah bisa menyebabkan gejala yang serius. Mulai dari sakit perut sebelah kiri, terasa nyeri pada panggul secara tiba-tiba, perut yang parah dan rasa sakit yang disertai dengan demam atau muntah. Jadi jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter

Itu dia beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri yang perlu Anda waspadai. Meski terkesan sepele namun sakit perut juga bisa menjadi salah satu pertanda adanya masalah serius dalam tubuh. Jadi jangan ragu untuk rutin melakukan pemeriksaan agar terhindar dari beberapa masalah di atas. Selain itu jangan lupa untuk rutin berolahraga dan memulai gaya hidup sehat.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.