Categories
Kesehatan

Apa Itu Kalium dan Makanan Apa Saja yang Memiliki Kandungan Kalium

Apa Itu Kalium

Kalium, atau yang juga dikenal dengan nama potasium, adalah salah satu jenis mineral dan elektrolit yang penting bagi tubuh. Salah satu fungsi utamanya adalah untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Lebih jelasnya, berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang apa itu kalium.

Mengenal Mineral Kalium

Kalium disebut sebagai mineral yang penting untuk tubuh ini berfungsi mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh dan membantu mengontrol tekanan darah. Tidak hanya itu, kalium penting untuk mengontrol jantung dan menjaga kerja saraf serta otot. Kekurangan kalium tentu memicu terjadi berbagai masalah di tubuh.

Ketika kekurangan kalium, akan ada berbagai gangguan kesehatan yang muncul. Salah satunya adalah terganggunya metabolisme tubuh, karena nutrisi yang harusnya diserap menuju sel-sel tubuh mengalami gangguan. Oleh karena itu, asupan kalium harian perlu dicukupi, agar terhindar dari masalah kesehatan akibat kekurangan kalium.

Meski fungsinya sangat penting, sayangnya tubuh tidak bisa memproduksi kalium sendiri. Asupan kalium hanya bisa diperoleh dari makanan atau minuman dan kebutuhan kalium setiap orang dapat berbeda-beda.

Normalnya, kadar kalium dalam darah adalah sekitar 3,6-5,0 mmol/L. Jika kurang dari 3,5 mmol/L, bisa dikatakan bahwa tubuh sedang kekurangan kalium. Lalu jika kadarnya sudah kurang dari 2,5 mmol/L, kamu perlu waspada, karena kondisi ini dapat membahayakan kesehatan dan butuh pertolongan secepatnya.

Pada tahap yang ringan, kekurangan kalium mungkin tidak menimbulkan gejala yang berarti. Sebab, gejala biasanya baru muncul ketika tubuh kekurangan kalium dalam jumlah banyak. Beberapa gejala yang terjadi misalnya adalah seperti kesemutan, konstipasi, otot tubuh melemah atau kram, palpitasi, sesak napas, dan tubuh terasa lelah.

Makanan yang Mengandung Kalium

Setelah mengetahui tentang apa itu kalium, selanjutnya kita akan membahas tentang makanan-makanan dengan kalium yang tinggi. Agar terhindar dari bahaya kekurangan kalium, Anda perlu mencukupi kebutuhan hariannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi, seperti dibawah ini.

1. Kentang

Kentang merupakan salah satu makanan yang mengandung kalium tinggi, yaitu sekitar 600 miligram dalam 1 buah kentang yang berukuran sedang. Anda bisa mengonsumsi kentang dengan cara yang sehat, seperti memanggang atau mengukusnya bersama dengan kulitnya.

2. Tomat

Tomat segar juga merupakan salah satu sumber kalium. Sebuah tomat mengandung sekitar 300 miligram kalium. Namun, kandungan kalium yang lebih tinggi justru terdapat di saus tomat atau tomat yang sudah dikeringkan.

3. Pisang

Selain kaya akan karbohidrat dan serat, buah pisang ternyata juga mengandung kalium yang baik untuk tubuh. Dalam satu buahnya, terkandung sekitar 400 miligram kalium. Kandungan kalium juga terdapat dalam buah-buahan segar lainnya, seperti aprikot, alpukat, melon, kiwi, jeruk, dan stroberi.

4. Makanan Laut

Sebagian besar jenis makanan laut memiliki kandungan kalium tinggi, terutama ikan kakap, tuna, dan salmon. Meski begitu, Anda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsi ikan laut. Pastikan ikan yang Anda konsumsi tidak memiliki kandungan merkuri tinggi. Selain itu, hindari mengolah ikan dengan cara menggoreng, agar lebih sehat.

5. Kacang Merah

Dalam 100 gram kacang merah, terkandung kurang lebih 600 miligram kalium. Namun, selain kacang merah, jenis kacang lain yang juga kaya akan kalium adalah kacang kedelai, lentil, dan kacang mete.

Itulah sedikit penjelasan tentang apa itu kalium dan beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah kekurangan kalium. Pastikan untuk mengonsumsi semua makanan itu dan imbangi juga dengan makanan bernutrisi lain, agar tubuh tetap fit

Temukan lebih banyak lagi melalui aplikasi Jovee. Unduh melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Kesehatan

Mengenal Apa Itu Tembaga dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Apa Itu Tembaga

Tembaga merupakan mineral yang memiliki manfaat untuk mengobati dan mencegah defisiensi tembaga. Kebutuhan tembaga umumnya dapat terpenuhi melalui makanan. Namun, jika seseorang tidak dapat mencukupi tembaga dari makanan maka bisa juga mendapatkan dari suplemen tembaga. Nah, berikut informasi mengenai apa itu tembaga dan manfaatnya bagi kesehatan.

Pengertian Tembaga

Copper atau tembaga adalah mineral yang penting dan terkandung di dalam makanan serta dibutuhkan oleh tubuh agar sehat dan berfungsi dengan baik. Tembaga dapat ditemukan di hampir semua jaringan tubuh, namun sebagian besar berada di hati, otak, jantung, ginjal dan sistem rangka.

Cara Mengonsumsi Tembaga

Tembaga dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan tubuh akan mineral dan vitamin. Apalagi jika tubuh kekurangan tembaga dan menderita kondisi tertentu serta jika mengonsumsi obat yang dapat mengganggu metabolisme mineral.

Anda bisa mengonsumsi suplemen tembaga jika hanya dibutuhkan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi. Anda bisa mendapatkan asupan tembaga dari makanan-makanan yang mengandung tembaga seperti kerang, ati, ampela, kentang, sayuran hijau dan kuaci.

Manfaat Tembaga

Nah, untuk mengetahui lebih jelas apa itu tembaga yang memiliki banyak manfaat. Berikut ini berbagai macam manfaat tembaga yang perlu Anda ketahui.

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Tembaga memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Hal ini dikarenakan tembaga di dalam tubuh mampu mempertahankan jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk mempertahankan tubuh dari penyakit. Maka dari itu, Anda harus mengonsumsi tembaga dalam jumlah yang cukup agar jumlah sel darah putih tidak menurun.

2. Mendukung Produksi Kolagen

Tembaga juga bermanfaat untuk memproduksi kolagen dan elastin yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jaringan tubuh. Apabila asupan tembaga tidak tercukupi, maka tubuh tidak akan bisa memperbaiki dan mengganti jaringan yang rusak atau kolagen yang rusak. Kekurangan kolagen juga dapat menyebabkan tubuh mengalami kesalahan fungsi sendi.

3. Menjaga Kesehatan Sistem Kardiovaskular

Memiliki sistem kardiovaskular yang sehat sangat penting untuk tubuh Anda. Anda harus mengonsumsi tembaga dalam dosis yang tepat karena tembaga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jumlah tembaga yang dikonsumsi secara tepat dapat meningkatkan fungsi jantung dan menguatkan jantung.

4. Mencegah Osteoporosis

Manfaat tembaga yang selanjutnya adalah membantu mencegah tulang rapuh yang menyebabkan osteoporosis. Konsumsilah tembaga yang dikombinasikan dengan kalsium, seng dan mangan untuk membantu memperlambat kehilangan kepadatan tulang.

5. Membantu Pertumbuhan dan Perkembangan

Jika Anda ingin mendapatkan tubuh yang ideal maka pertumbuhan dan perkembangan tubuh harus berjalan dengan baik. Mineral yang memiliki manfaat untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh adalah tembaga.

Asupan tembaga yang cukup dalam masa pertumbuhan dan perkembangan tubuh dapat menurunkan risiko cacat lahir. Tak hanya itu saja, jika asupan yang dikonsumsi Anda sudah memenuhi jumlah yang dibutuhkan maka akan membuat pertumbuhan dan perkembangan tubuh Anda tidak terhambat.

6. Mencegah Penyakit Kanker

Tembaga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Maka dari itu, tembaga bermanfaat untuk menangkal berbagai radikal bebas yang dapat menyebabkan oksidatif di dalam tubuh. Jika Anda mengonsumsi tembaga dalam jumlah yang cukup maka kerusakan oksidatif dapat dicegah.

Tak hanya itu saja, tembaga juga bermanfaat untuk mencegah munculnya penyakit kanker. Hal ini karena tembaga dapat meningkatkan produksi protein yang dapat menghambat pertumbuhan tumor baik ganas maupun jinak.

7. Menjaga Sistem Pencernaan

Tembaga juga memiliki sifat inflamasi yang berguna bagi tubuh untuk mengobati sakit maag. Selain itu, tembaga juga memiliki sifat antibakteri yang bermanfaat untuk menjaga pertumbuhan bakteri baik dan menekan pertumbuhan bakteri jahat di dalam saluran pencernaan.

Nah, itulah informasi mengenai apa itu tembaga dan manfaatnya untuk kesehatan. Pastikan Anda mengonsumsi tembaga dengan cukup agar tidak mengalami gangguan kesehatan. Namun, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter apabila Anda harus mengonsumsi suplemen tembaga.

Jangan sampai ketinggalan tren dan informasi terbaru. Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi vitamin sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit

8 Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda yang Sering Disepelekan

Serangan jantung bisa terjadi ketika aliran darah yang mengalir ke jantung tersumbat. Penyumbatan pembuluh darah di area jantung dapat terjadi akibat penumpukan lemak kolesterol dan zat lainnya yang membentuk plak di arteri. Plak tersebut pecah dan membentuk gumpalan. Berikut beberapa penyebab serangan jantung yang umum terjadi. 

1. Melakukan Aktivitas Fisik yang Berat

Melakukan berbagai aktivitas berat pada orang yang pembuluh darahnya bermasalah ternyata dapat memicu terjadinya serangan jantung. Namun jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak berolahraga ya. Pasalnya olahraga ringan dan teratur terbukti efektif untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya. Mulai dari kanker, stroke, diabetes, hingga jantung. 

2. Emosi atau Marah

Adu argumen,  perseteruan dan debat juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya serangan jantung. Sebuah studi membuktikan orang marah berpotensi mengalami serangan jantung 9 hingga 14 kali lipat selama 2 jam saat marah. Tak hanya itu saja marah juga bisa mengacaukan kinerja alat pemacu jantung pada penerima gangguan Irama jantung. 

3. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi yang terjadi di usia muda akibat pola makan yang tidak sehat juga menjadi penyebab serangan jantung. Hal ini disebabkan karena sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan tinggi lemak. Jika dibiarkan organ jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah keseluruhan tubuh. Kondisi ini bisa meningkatkan terjadinya risiko serangan jantung. 

4. Kolesterol Tinggi

Saat ini ada banyak sekali makanan cepat saji dan makanan olahan tinggi lemak jenuh yang beredar di pasaran. Kolesterol tinggi dalam darah bisa menyebabkan penumpukan plak pada dinding arteri termasuk Arteri koroner. Hal ini menyebabkan pasokan darah ke jantung menjadi berkurang dan meningkatkan risiko serangan jantung di usia muda. 

5. Diabetes 

Kadar gula yang tinggi dalam darah juga bisa merusak pembuluh darah dan sel-sel saraf di seluruh tubuh. Kondisi ini juga bisa menyebabkan otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Umumnya faktor utama penyebab diabetes di usia muda adalah resistensi insulin. Kondisi ini terjadi ketika respons sel tubuh terhadap insulin terganggu. 

6. Merokok

Merokok baik itu aktif maupun pasif juga meningkatkan risiko terkena serangan jantung di usia muda. Kandungan nikotin dalam rokok mampu meningkatkan tekan tekanan darah, mempercepat detak jantung, memicu penumpukan plak dan mengurangi asupan oksigen jantung. Jika terjadi secara terus-menerus hal ini bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung di usia muda. 

7. Stres

Stres bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Ketika stres Anda tentu akan mengabaikan kesehatan tubuh. Tak hanya itu stres juga ikut memicu peningkatan tekanan darah dan menurunkan kolesterol baik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Jadi penting bagi Anda untuk selalu menjaga suasana hati agar terhindar dari masalah serangan jantung. 

8. Faktor genetik

Sebenarnya ada banyak sekali penyakit yang bisa diturunkan di keluarga. Mulai dari hipertensi, diabetes tipe 1,trombofilia dan hiperkolesterolemia. Beberapa hal tersebut membuat seseorang memiliki risiko terkena penyakit serangan jantung di usia muda lebih tinggi. Jadi Apabila penyakit tersebut tidak dikendalikan maka risiko terjadinya serangan jantung juga akan ikut meningkat

Itu dia beberapa penyebab serangan jantung di usia muda yang patut untuk Anda waspadai. Mulai dari gaya hidup, kondisi kesehatan tertentu, hingga riwayat keluarga. Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebabnya untuk membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung di usia muda. Jadi pastikan untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat dari sekarang. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Waspada 4 Gejala Penyakit Tiroid Mengancam Kesehatan

Kesehatan adalah aspek yang harus dijaga demi keberlangsungan hidup yang lama. Menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan berbagai cara terutama untuk mencegah terjadinya penyakit tiroid. Apabila Anda mengalami gejala-gejalanya, segera jaga asupan gizi. Oleh karena itu, kenali gejala penyakit tiroid agar Anda segera terhindar dari penyakit tiroid ini.

1. Penyakit Gondok

Bagi sebagian orang kata gondok sudah bukan hal asing lagi. Gondok yang merupakan salah satu dari penyakit tiroid ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasalnya penyakit ini muncul berupa benjolan yang terjadi di area leher. Benjolan ini terjadi karena kelenjar tiroid mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini disebabkan kurangnya iodin dalam asupan nutrisi. 

Pada umumnya, benjolan ini tumbuh kecil. Namun lambat laun menjadi membesar. Saat benjolan ini muncul dan semakin membesar, benjolan ini ditandai dengan gejala-gejala seperti sulit menelan (disfagia), sulit bernapas, suara serak dan batuk bahkan nyeri di area leher.

Apabila Anda mengalami gejala demam, lemas, mual, muntah, nyeri perut, diare atau konstipasi, keringat berlebih atau merasa kedinginan, berat badan meningkat atau menurun drastis, sesak napas, kejang, hingga mengalami penurunan kesadaran, segera menuju ke dokter. Hal ini bisa menyebabkan adanya perubahan hormon tiroid yang harus segera ditangani.

Akibat adanya benjolan tersebut dapat menekan tenggorokan atau kerongkongan, mempengaruhi perubahan suara, Anda sering mengalami batuk, hingga kesulitan menelan atau bernapas. Oleh karena itu segera obati dengan menuju ke dokter dan sebagai bentuk atau upaya pencegahan, selalu konsumsi iodin dalam porsi yang pas.

2. Nodul Tiroid

Penyakit ini tidak jauh berbeda seperti penyakit gondok. Ciri dari penyakit ini juga ditandai dengan adanya benjolan yang terbentuk dalam kelenjar tiroid dan jumlahnya bisa lebih dari satu. Namun bentuk benjolan ini bisa berupa benjolan padat ataupun benjolan lunak yang berisi air. Benjolan ini bisa berubah menjadi tumor jinak atau kista. Penyebab adanya  benjolan ini juga bisa disebabkan karena defisiensi iodin.

Saat benjolan mulai tumbuh dan masih kecil, Anda tidak akan merasakan gejala apapun. Namun saat terjadi pembengkakan yang besar barulah Anda mengalami gejala penyakit tiroid ini. Gejala itu berupa kesulitan bernapas terutama saat berbaring rata. Selain itu, suara Anda juga terdengar parau dan serak atau berubah dari biasanya. Anda pun lebih sering merasa kesakitan dibagian leher hingga kesulitan untuk menelan makanan.

3. Hipotiroidisme

Penyakit ini terjadi disebabkan kelenjar tiroid mengalami penurunan. Penyakit ini bisa dipicu dari gangguan autoimun, riwayat operasi pengangkatan kelenjar tiroid seperti penyakit gondok, paparan tinggi terhadap iodin, dan pengaruh obat yang mengandung litium.

Timbulnya penyakit ini pun juga dimulai dengan berbagai macam tanda-tanda atau gejala. Gejala itu seperti kulit kering, sensitif terhadap suhu lingkungan yang dingin, mudah lelah, konstipasi atau sembelit, lemas, hingga kenaikan berat badan yang tidak jelas.

4. Hipertiroidisme

Penyakit ini adalah kebalikan dari penyakit sebelumnya. Hal ini dikarenakan kelenjar tiroid diproduksi terlalu banyak atau berlebihan. Gejalanya adalah detak jantung yang cepat bahkan tidak beraturan, berat badan turun cepat, sering berkeringat, gelisah, hingga suasana hati mudah berubah atau moody.

Demikianlah beberapa informasi mengenai gejala penyakit tiroid yang harus Anda waspadai. Apabila Anda mengalami salah satu gejala dari beberapa gejala tersebut segala hubungi tenaga medis terdekat atau ke fasilitas kesehatan. Segera konsultasikan mengenai keadaan Anda agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Kesehatan Suplemen

5 Fungsi Selenium, Zat Pembantu Mencegah Kerusakan Sel

Fungsi Selenium

Mineral adalah salah satu komponen yang diperlukan oleh tubuh meskipun tidak banyak orang menyadari hal itu. Beberapa mineral bisa diproduksi oleh tubuh tapi tentu saja melalui pengolahan terlebih dahulu atau langsung didapatkan dari makanan. Salah satu jenis mineral yang ada di dalam tubuh adalah selenium. Ada berbagai fungsi selenium ini, yuk disimak.

1. Metabolisme Hormon Tiroid

Salah satu fungsi dari selenium sendiri adalah mengurangi kemungkinan permasalahan di kelenjar tiroid. Kelenjar tersebut memiliki berbagai manfaat bagi tubuh salah satunya adalah mengatur keseluruhan metabolisme yang dilakukan tubuh.

Di dalam kelenjar tiroid sendiri ternyata ada banyak kandungan selenium yang juga merupakan organ dengan kandungan selenium tertinggi. Selenium itu berfungsi sebagai pengatur agar tidak terjadi inflamasi serta berkurangnya kemungkinan terjadi infeksi bakteri. Kekurangan selenium bisa membuat kelenjar tiroid mengalami pembengkakan bahkan hingga nyeri.

2. Menjaga dan Mensintesis DNA

Selenium sendiri telah dipelajari dan menunjukkan hasil yang sangat menguntungkan bagi DNA. Mineral ini terbukti membantu pembentukan DNA baru dan juga menjaga sel dari kerusakan kromosom serta kelainannya.

Kandungan selenium membantu tubuh untuk menghasilkan protein unik yang berfungsi dalam hal sintesis DNA. Selain itu, protein yang disebut dengan enzim antioksidan tersebut bisa membantu mengurangi kerusakan sel ataupun DNA di dalam sel.

3. Membentuk Kekebalan Tubuh

Banyak negara di dunia yang sudah menggunakan selenium ini sebagai obat yang menekan pertumbuhan virus dalam tubuh. Salah satu hal yang menunjukkan fungsi selenium ini adalah orang dengan HIV di tubuhnya. Riset di Amerika menunjukkan bahwa selenium bisa menekan pertumbuhan orang dengan HIV agar tidak berkembang menjadi AIDS.

Suplemen selenium memang digunakan untuk seseorang pengidap HIV tersebut meskipun memang belum banyak riset yang dilakukan. Untuk wanita, ada kelebihan dari selenium yang mencegah keguguran serta lahirnya bayi dengan penyakit asma. Memang kekebalan tubuh ini berhasil membentuk pertahanan tubuh bagi bahan aktif berbahaya.

4. Menurunkan Resiko Kanker

Sebagai fungsi lanjutan dari terbentuknya kekebalan tubuh, selenium ini bisa menurunkan resiko kanker jika dikonsumsi dalam takaran tertentu. National Cancer Institute (NCI) berkata bahwa kadar selenium pada pria harus terjaga dalam kondisi optimal, tidak boleh terlalu tinggi.

Di lain sisi, ada juga penelitian lain yang menunjukkan hubungan konsumsi suplemen selenium dengan kanker paru-paru. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dengan kandungan selenium rendah lebih rentan terkena kanker paru-paru. Selenium ini berfungsi sebagai antibodi yang nantinya akan menyerang sel-sel abnormal penyebab kanker tersebut.

5. Membantu Kemampuan Kognitif Otak

Ketika selenium masuk dan diproses oleh tubuh, akan ada enzim yang terbentuk yakni bernama selenoprotein. Beberapa jenis yang dihasilkan diantaranya dalam bentuk glutathione peroxidases yang berfungsi sebagai antioksidan. Molekul tersebut bisa mencegah kerusakan sel otak dengan mengubah bahan-bahan berbahaya menjadi tidak berbahaya.

Antioksidan yang cukup bisa menjaga sel-sel tubuh agar berada dalam kondisi prima dan sehat. Jika kandungan selenium rendah atau kurang, maka otomatis sel yang dilindungi nanti bisa saja rusak dan terganggu. Penurunan kemampuan kognitif otak karena bertambahnya usia juga bisa menjadi resiko yang tak terhindarkan.

Ada banyak sekali fungsi selenium bagi tubuh yang memang menjadi mineral penting sebagai penyusun tubuh. Beberapa hal lain yang bisa terbantu dengan adanya selenium yaitu imunitas tubuh, fungsi reproduksi, dan juga detoksifikasi pada cardiovascular. Hitung terlebih dahulu kebutuhan selenium dalam tubuh dan bila perlu bisa mengkonsumsi suplemen.

Penasaran dengan tips dan trik kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Kesehatan

Kenali! Ini Dia 4 Gejala Darah Rendah yang Sering Muncul

Gejala Darah Rendah

Pernahkah Anda mengalami darah rendah? Darah rendah menjadi salah satu penyakit yang sering menimpa hampir setiap orang. Darah rendah sendiri terjadi ketika tekanan darah berada pada posisi 90/60 mmHg. Nah, untuk Anda yang belum tahu tentang gejala darah rendah, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Pusing

Gejala pertama yang sangat sering dialami orang-orang yang mengalami darah rendah adalah mereka akan merasa pusing. Biasanya rasa using ini muncul pada saat seseorang berdiri terlalu lama, atau bahkan duduk terlalu lama dan kemudian berdiri.

Rasa pusing ini akan muncul ketika seseorang mengubah posisi. Orang yang mengalami pusing karena darah rendah disebabkan oleh kurangnya oksigen yang dibawa ke otak. Dengan demikian, kepala akan terasa lebih cepat pusing.

2. Mata Berkunang-kunang

Selain pusing, gejala darah rendah berikutnya yang sering terjadi adalah mata berkunang-kunang atau pandangan menjadi kabur. Gejala yang satu ini biasanya muncul ketika Anda duduk atau berdiri terlalu lama.

Proses mata berkunang-kunang juga dikarenakan pasokan oksigen dalam darah yang berkurang. Sehingga, oksigen yang dibutuhkan oleh organ mata juga kurang. Dampaknya, penglihatan menjadi kabur, berkunang-kunang bahkan gelap.

Jika Anda mengalami gejala ini, jangan langsung berjalan. Cobalah untuk duduk atau berbaring sejenak hingga penglihatan Anda kembali normal. Baru deh setelah itu Anda bisa berdiri untuk melanjutkan aktivitas kembali.

3. Lemas, Pucat, Tidak Bersemangat

Tidak hanya pusing dan mata berkunang-kunang saja. Gejala darah rendah lain yang sering muncul adalah wajah menjadi pucat, tubuh menjadi lemas dan bahkan tidak bersemangat. Anda hanya ingin rebahan sepanjang hari tanpa melakukan aktivitas apapun.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini karena suplai darah yang menuju ke otak berkurang. Sehingga dampaknya sampai ke organ lain, misalnya saja e kulit dimana darah tidak sampai ke lapisan terluar. Sehingga kulit terlihat lebih pucat.

Untuk rasa lemas juga sama, ketika otak kekurangan oksigen, otomatis hal ini akan membuat tubuh menjadi lemas dan tidak bersemangat. Jika Anda sering mengalami gejala ini, ada baiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Perut Mual

Orang yang mengalami darah rendah juga biasanya akan mengalami sebuah gejala seperti perut terasa mual. Hal ini sangat wajar mengingat suplai darah yang kurang sedangkan darah membawa energi yang diperlukan oleh tubuh. Dampaknya perut akan terasa mual, meskipun Anda merasa tidak salah makan.

Cara Mengobati Tekanan Darah Rendah

Bagi Anda yang merasakan gejala-gejala di atas, tenang saja dan tidak perlu khawatir. Pasalnya, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan cara-cara di bawah ini. Bagaimana caranya? Yuk langsung saja simak selengkapnya di sini.

  1. Cobalah dengan perbanyak makanan yang mengandung banyak garam. Misalnya dengan menambah sedikit garam pada makanan agar rasanya lebih asin sedikit.
  2. Selalu menyeimbangkan posisi berdiri dan duduk, dengan demikian tubuh tidak hanya bertumpu pada satu bagian saja.
  3. Perbanyak mengonsumsi air mineral. Fungsi air mineral di sini untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Pasalnya, dehidrasi termasuk dalam salah satu penyebab seseorang mengalami darah rendah.
  4. Cobalah tidur dengan menggunakan 2 sampai 3 bantal. Tujuannya adalah agar Anda tidak mengalami penurunan tekanan darah secara drastis pada saat Anda baru saja bangun tidur.
  5. Cobalah untuk duduk atau berbaring sebentar ketika baru saja baru bangun tidur. Jangan langsung berdiri karena hal ini hanya akan memperburuk keadaan tekanan darah Anda.

Apakah Anda juga pernah mengalami gejala darah rendah di atas? Yuk lakukan pencegahan agar gejala ini tidak kambuh lagi dan memiliki tubuh yang sehat.

Jangan sampai ketinggalan tren dan informasi terbaru. Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi vitamin sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Obat

Suplemen Vitamin C untuk Jerawat? Ini Penjelasannya

Banyak yang rutin melakukan perawatan untuk mendapatkan kulit yang cerah dan bebas jerawat. Dari sekian banyak produk untuk kulit berjerawat, produk dengan kandungan vitamin C dipercaya mampu membuat kulit lebih cerah secara merata. Vitamin C juga dipercaya mampu mengatasi masalah jerawat.  Seberapa efektifkah suplemen vitamin C untuk jerawat? Ini penjelasannya. 

Bisakah Vitamin C Mengatasi Masalah Jerawat?  

Jerawat merupakan bentuk infeksi ringan yang terjadi akibat kotoran yang bersarang dalam pori-pori. Ada banyak faktor mengapa jerawat bisa muncul pada wajah. Salah satunya adalah wajah yang tidak dibersihkan secara optimal sehingga tubuh lebih mudah mengalami infeksi. Melihat fakta ini dapat disimpulkan jika vitamin C juga ikut berperan dalam mengatasi masalah jerawat. 

Suplemen vitamin C untuk jerawat sendiri mampu membantu meningkatkan imunitas sekaligus menurunkan intensitas informasi yang terbentuk. Hal ini akan membantu mencegah terbentuknya infeksi jerawat baru sekaligus mempercepat proses penyembuhan infeksi yang sudah ada. 

Tak hanya itu saja, vitamin C juga ikut mendorong produksi kolagen yang bermanfaat untuk proses regenerasi kulit. Jadi sel kulit yang rusak akibat efek infeksi jerawat sedikit demi sedikit akan mulai membaik dan normal kembali berkat vitamin C. Bahkan vitamin C juga bermanfaat untuk menurunkan intensitas produksi minyak pada wajah yang bisa memicu timbulnya jerawat. 

Rutin Mengonsumsi Vitamin C

Setidaknya tubuh membutuhkan 90 mg vitamin C setiap hari. Namun agar bisa mendapatkan manfaat yang maksimal Anda membutuhkan asupan vitamin C kurang lebih 1000 mg. Tubuh manusia cenderung lebih mudah membuang vitamin C melalui cairan. Bukan hanya urine, vitamin C juga bisa terbuang bersama keringat.

Selain itu semakin bermasalah tubuh Anda baik karena mengalami gangguan imunitas ataupun penurunan produksi kolagen, semakin besar pula kebutuhan vitamin C harian yang Anda butuhkan. Jadi tak ada salahnya untuk rutin mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi sebelum memulai terapi. 

Mengoleskan Vitamin C

Guna mengatasi jerawat dan sisa luka yang membekas di area wajah penting untuk memastikan jika wajah sudah tersuplai vitamin C dengan optimal. Tak mudah mengetahui apakah wajah Anda sudah tersuplai vitamin C atau belum. Cara paling mudah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar vitamin C pada wajah adalah dengan menggunakan serum atau krim vitamin C. 

Serum dengan kandungan vitamin C bisa membantu mempercepat pengeringan jerawat dan mempercepat proses pembentukan sel baru. Serum ini juga bekerja menurunkan intensitas radikal bebas pada wajah dan terlarut pada aliran darah di area sekitar wajah. Selain itu serum juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kulit mengatasi inflamasi dan infeksi bakteri. 

Seberapa Cepat Vitamin C untuk Membantu Mengatasi Masalah Jerawat? 

Pada dasarnya vitamin C bekerja secara ganda yakni menurunkan intensitas inflamasi sekaligus mempercepat proses penyembuhan sehingga menjadi kulit yang sehat dan halus kembali. Dalam jangka waktu pendek vitamin C bekerja menurunkan intensitas inflamasi dan membantu mengatasi bakteri. Jadi vitamin C sendiri berperan untuk mengurangi efek merah meradang pada jerawat. 

Namun jika asupan vitamin C yang dibutuhkan wajah terpenuhi secara optimal, maka hal ini efektif untuk mengatasi jerawat sekaligus mengurangi pembentukan jerawat baru. Sisa kulit akibat jerawat juga akan memudar dan membentuk jaringan kulit yang baru. 

Nah di atas merupakan beberapa penjelasan mengenai seberapa efektifkah suplemen vitamin C untuk jerawat. Tak hanya mampu meningkatkan daya tahan tubuh saja, ternyata vitamin C juga bermanfaat untuk membantu mengatasi masalah kulit wajah berjerawat. 

Ingin tahu apakah makanan yang Anda konsumsi sudah memenuhi kebutuhan vitamin harianmu? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee Anda dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Kesehatan Obat Suplemen

Glucosamine Adalah Gula Amino, Ini Dia Pengertian dan Cara Menggunakannya

Nama glucosamine mungkin sudah sering Anda dengar dalam dunia medis. Namun, tahukah Anda apa itu glucosamine? Glucosamine adalah gula amino yang memiliki manfaat untuk tulang dan sendi. Nah, untuk Anda yang ingin tahu informasi lengkapnya, langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Glucosamine?

Glucosamine adalah sebuah zat alami yang biasanya ditemukan pada tulang rawan. Namun, glucosamine juga ditemukan pada suplemen herbal lho. untuk glucosamine yang ditemukan pada suplemen herbal biasanya diambil dari kulit kerang.

Suplemen herbal ini juga memiliki bentuk yang berbeda-beda. Mulai dari glucosamine sulfate, glucosamine hydrochloride, dan ada juga N-acetyl-glucosamine. Meskipun demikian, ketiga jenis glucosamine ini juga akan memberikan efek yang berbeda pada saat digunakan.

Pada umumnya, glucosamine akan digunakan untuk menjaga kesehatan tulang rawan dan sendi. Namun, saat ini ia juga digunakan untuk mengobati beragam kondisi seperti peradangan, penyakit karena hilangnya tulang rawan atau osteoarthritis, hingga kerusakan pada tulang rawan.

Selain itu, suplemen ini juga dikonsumsi dengan cara diminum. Namun, saat ini juga ditemukan glucosamine dalam bentuk lain lho, seperti bentuk oles atau obat injeksi.

Cara Menggunakan Glucosamine

Sama halnya seperti Anda menggunakan obat pada umumnya. Saat menggunakan obat ini, Anda harus memperhatikan petunjuk penggunaan agar bisa merasakan manfaatnya dengan baik. Adapun cara menggunakannya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Meskipun suplemen ini dijual bebas di apotek, namun ada baiknya Anda memerlukan konsultasi dengan ahli medis yang profesional sebelum menggunakan obat ini. Konsumsilah suplemen ini sesuai dengan petunjuk dokter dan jangan lupa untuk memeriksa aturannya pada label obat yang tersedia.
  • Jika Anda menggunakan salah satu dari glucosamine, maka ada baiknya untuk tidak menggunakan formula glucosamine lainnya dalam waktu yang bersamaan. Pasalnya, hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya overdosis.
  • Pada saat menggunakan suplemen ini, ada kemungkinan pemeriksaan gula darah akan berpengaruh. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.
  • Pastikan untuk mengikuti saran dari dokter maupun apoteker sebelum mengonsumsinya.
  • Ketika Anda melewatkan satu dosis untuk satu sampai 2 hari tidak menimbulkan efek yang berbahaya. Namun, ada baiknya untuk mengonsumsinya secara teratur agar mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Jika Anda tidak memahami informasi yang tertera pada kemasan, tanyakan kepada pihak yang profesional untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut.

Cara Menyimpan Glucosamine

Untuk menyimpan suplemen yang satu ini, caranya sama seperti Anda hendak menyimpan obatan lainnya. Nah, di bawah ini ada beberapa cara yang perlu diperhatikan ketika Anda akan menyimpan obat ini selama digunakan.

  • Simpanlah suplemen ini pada tempat yang memiliki suhu ruangan
  • Jangan pernah menyimpan suplemen di tempat yang lembab.
  • Jangan pula menyimpan suplemen di tempat yang terpapar sinar matahari langsung karena dapat merusak kandungan suplemen.
  • Jangan di simpan di kamar mandi.
  • Jangan disimpan pada tempat beku apalagi di dalam freezer.
  • Glucosamine hadir dengan beberapa merek, setiap merek mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Oleh sebab itu, pastikan membaca informasi penyimpanan dengan tepat.
  • Obat ini juga dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika Anda sudah selesai menggunakannya dan tidak akan menggunakannya lagi, ada baiknya segera buang suplemen ini.

Tertarik untuk menggunakan Glucosamine? Glucosamine adalah salah satu suplemen yang bisa Anda andalkan untuk merawat kesehatan tulang dan sendi. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Kesehatan Suplemen

Apa itu Jintan Hitam dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar jintan hitam. Jintan hitam biasanya juga disebut sebagai habbatussaudah. Biasanya jintan hitam ini digunakan sebagai komposisi oat terutama sebagai obat herbal. Namun apakah Anda sudah mengetahui pasti apa itu jintan hitam? Apa sajakah manfaat dari penggunaan jintan hitam ini? Simak terus informasi berikut.

Pengertian Jintan Hitam

Jintan hitam termasuk tanaman terna, yaitu tanaman dengan batang lunak tidak berkayu. Biasanya tanaman terna memiliki ciri daunnya berbau segar, bijinya mengandung minyak asiri dan lemak. Pada umumnya jintan hitam ini digunakan untuk rempah-rempah maupun sebagai komposisi obat, baik itu obat herbal maupun obat lainnya.

Olahan Jintan Hitam

Tanaman yang memiliki nama lain Nigella Sativa ini bisa dikonsumsi baik secara langsung maupun dioleskan pada kulit. Pada umumnya jintan hitam ini bisa diolah menjadi produk seperti minyak, suplemen, serbuk maupun dalam bentuk lainnya. Di beberapa negara, jintan hitam ini juga digunakan sebagai perasa untuk roti, kari, hingga acar.

Manfaat Jintan Hitam

1. Jaga Kesehatan Kulit

Jintan hitam yang diolah menjadi minyak dapat Anda gunakan untuk menjaga kesehatan kulit yakni melembabkan. Terutama bagi Anda yang memiliki kulit normal cenderung kering. Hal ini dibuktikan dari penelitan bahsawannya lotion yang memili kandungan jintan hitam 10 persen dapat mencegah dan mengatasi pertumbuhan jerawat. Tidak hanya itu saja, minyak jintan hitam juga bisa menyembuhkan luka luar pada kulit.

2. Mengurangi Faktor Risiko Kolesterol Tinggi

Bagi Anda yang masih penasaran apa itu jintan hitam, Anda bisa mencobanya karena jintan hitam ini bisa mengurangi risiko kolesterol. Hal ini dikarenakan dalam jintan hitam mengandung asam lemak sehat yang dapat menjaga kadar kolesterol agat tetap stabil. Asam lemak tersebut adalah linoleat dan asam oleat. Cara memanfaatkannya pun terbilang mudah. Anda bisa memilih dalam bentuk rempah sebagai campuran makanan maupun dalam bentuk suplemen.

3. Mengurangi Risiko Obesitas

Pada umumnya perempuan menginginkan bentuk badan yang ideal. Apabila Anda sudah menjaga berat badan dengan berolahraga, Anda bisa mencoba mengimbanginya dengan mengonsumsi jintan hitam. Jintan hitam diyakini dapat berguna untuk mengurangi faktor risiko obesitas terutama pada perempuan. Meski demikian, Anda juga harus melalukan diet kalori agar hasilnya lebih maksimal.

4. Mencegah Kanker

Manfaat lain dari jintan hitam adalah mencegah kanker. Hal ini dikarenakan di dalam biji jintan hitam mengandung senyawa aktif yang bernama thymoquinone. Senyawa ini diyakini memiliki efek antikanker. Selain itu, thymoquinone juga berperan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker secara efektif yang ada dalam tubuh.

5. Meningkatkan Fungsi Otak

Jintan hitam juga diyakini dapat memberikan nutrisi untuk sel otak. Seperti meningkatkan kinerja otak, meningkatkan daya ingat, maupun menjaga otak agar tidak cepat pikun. Hal ini dikarenakan dalam jintan hitam juga mengandung omega 3 maupun omega 6. Selain itu, jintan hitam juga dapat memperbaiki peredaran darah ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan maupun kepada lansia.

Apabila Anda ingin mengonsumsinya, ada baiknya Anda melihat kondisi tubuh Anda terlebih dahulu. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, maka Anda bisa berkonsultas terlebih dahulu dengan dokter. Bila Anda masih penasaran apa itu jintan hitam, Anda bisa langsung membeli jintan hitam dalam bentuk rempah-rempah, obat herbal maupun dalam bentuk viamin.

Dapatkan promo vitamin menarik dengan mengunduh aplikasi Jovee. Unduh melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Kesehatan

5 Macam Vitamin Corona Tingkatkan Imunitas

Kesehatan adalah aspek penting yang harus dijaga di tengah-tengah merebaknya berbagai penyakit. Terutama di tengah pandemi corona. Oleh karena itu Anda bisa menjaga kesehatan melalui vitamin. Simak informasi berikut ini mengenai macam-macam vitamin corona yang bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh yang bisa Anda konsumsi setiap hari.

1. Zinc

Kesehatan terutama sistem pernapasan dapat terjaga dengan mengonsumsi zinc atau seng. Apabila saat sakit terutama flu atau pilek, pemberian zin ini dapat memperpedek durasi penyakit tersebut sampai 2 hari sekaligus mempercepat proses pemulihan saat sakit. Oleh karena itu, Anda bisa menambahkan zinc pada menu makanan Anda.

Dosis yang bisa Anda gunakan setidaknya antara 20 mg per minggu sampai 92 mg per hari atau sesuai saran dokter. Jika Anda memutuskan untuk menambahkan zinc ke dalam daftar belanjaan, Anda bisa memilih dari sumber makanan yang mengandung zinc.

Misalnya daging sapi, kerang, tiram, kepiting, udang, kacang-kacangan seperti buncis, kangkung, bji rami, labu, wijen, kacang tanah, kacang mede, kacan almond, telur, susu, keju, dan produk olahan susu lainnya.

2. Vitamin C

Sistem imunitas tubuh juga dapat terjaga dari pengonsumsian vitamin C ini. Vitamin C berperan berperan membantu tubuh dengan mengeluarkan sisa-sisa radikal bebas yang bisa merusak tubuh.

Apabila Anda mengonsumsinya, vitamin C juga bisa berperan sebagai suplemen anti inflamasi atau peradangan saat tubuh melawan infeksi dari benda asing yang mencoba masuk ke dalam tubuh. Anda bisa mendapatkan vitamin C ini dari jeruk, jambu merah, lemon, pepaya, paprika merah, dan bayam.

3. Vitamin D

Corona merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Pnyakit yang disebaban oleh virus ini, bisa diobati dan dicegah dengan bantuan vitamin D. Vitamin D yang bisa disebut-sebut sebagai vitamin corona berperan dengan cara mempengaruhi hormon untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Pengruh ini dapat dipicu dari paparan sinar matahari pagi sekitar jam 07.30 hingga 09.00.

Pada saat Anda berjemur, tubuh akan merasa hangat. Selain itu, sistem pernapasan terutama telinga, hidung dan tenggorokan akan terasa sedikit lega. Terutama bagi Anda yang memiliki gejala hidung tersumbat, telinga sering gatal dan sesak napas. Berjemurlah setidaknya 30 menit agar Anda merasakan tubuh terasa segar.

4. Vitamin B6

Vitamin B6 juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Vitamin ini berperan dalam membantu proses produksi sel darah merah sehingga dapat meringankan gejala darah tinggi juga.

Selain itu, vitamin B6 ini berguna untuk fungsi otak dan saraf sehingga dapat meningkatkan kinerja otak dan menjaga kesehatan tubuh. Anda bisa mendapatkan sumber vitamin B66 ini dari daging ayam maupun dari sayuran hijau seperti buncis.

5. Vitamin E

Selain memiliki manfaat untuk kesehatan kulit, ternyata vitamin E juga bisa melindungi kesehatan. Pasalnya vitamin E juga berperan sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu tubuh melawan infeksi.

Adapun peran dari antioksidan adalah sebagai pelindung dari radikal bebas yang dapat memicu risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Apabila Anda ingin mendapat makanan kaya vitamin E, Anda bisa mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, bayam, kacang almond, mangga, tomat, kiwi, maupun biji bunga matahari.

Demikianlah beberapa informasi mengenai vitamin corona yang bisa menghindarkan Anda dan menjaga kesehatan dari virus corona. Anda juga bisa mendapatkan sumber vitamin tersebut dari berbagai macam suplemen atapun vitamin. Apabila Anda ingin mengonsumsinya, usahakan sesuai dosis pemakaian. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.