Categories
Obat

Dulcolax Tablet untuk Penyakit Sambelit

Dulcolax tablet merupakan tablet salut enterik yang dibuat khusus untuk tahan terhadap cairan lambung dan usus halus. Sebagai obat pencahar mengatasi sambelit, menurut akronregister, obat ini juga merangsang pergerakan usus besar agar mudah mengeluarkan kotoran atau BAB. Karena terdapat kandungan zat aktif bisacodyl.

baca juga: Obat untuk Atasi Sariawan

Obat ini dapat dibeli secara bebas tanpa harus resep dokter terlebih dahulu. Dulcolax tablet berisikan dengan 2 kemasan dipasaran, yaitu :

  • 10 tablet 5 mg.
  • 4 tablet 5 mg.

Dosis penggunaan obat dulcolax tablet pun disesuaikan dengan usia pasien, yaitu :

  • Untuk pengobatan :

Dewasa 5-10 mg pada malam hari.

Anak-anak berusia 6-10 tahun 5 mg pada malam hari.

  • Untuk pengosongan pramedis :

Dewasa : 10 mg diberikan sebelum tidur malam selama 2 hari.

Anak-anak : 5 mg diberikan sebelum tidur malam selama 2 hari.

Indikasi

Kegunaan dulcolax adalah untuk mengatasi sulitnya buang air besar atau sambelit dan untuk mengosongkan isi perut sebelum prosedur operasi, colonoscopy, endosocopy, x-ray, atau prosedur pada usus lainnya.

Kontraindikasi

Bagi penderita hipersensitivitas/alergi terhadap bisacodyl jangan menggunakan obat ini dan hindari pemakaian obat pada bedah perut akut, penderita obstruksi usus, obstruksi ileus, perforasi usus, toksik kolitis, toksik megakolon, inflammatory bowel disease akut, apendisitis, dan dehidrasi berat.

Efek samping

Obat dulcolax tablet akan mengakibatkan beberapa efek samping, yaitu :

  • Terjadinya gangguan pada saluran pencernaan seperti rasa tidak nyaman atau kram perut.
  • Pada pengguna jangka panjang, obat ini akan menyebabkan diare seperti hipokalemia. Sehingga butuh pengawasan dari dokter.
  • Gripping terasa cengkraman dalam perut maupun otot.

Obat dulcolax bagi wanita hamil diperbolehkan setelah Anda sudah melewati trisemester pertama dan setelah berkonsultasi kepada dokter. Dan jika dikonsumsikan harus yang benar-benar membutuhkan, serta harus melakukan perubahan pola makan terlebih dahulu dengan mengonsumsi makanan yang berserat tinggi.

Yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat dulcolax tablet ini adalah :

  • Penggunaan obat pencahar termasuk obat dulcolax (bisacodyl) pada anak-anak sebaiknya dihindari dikhususkan usia 6 tahun kebawah. Kecuali telah mendapat resep dari dokter yang mengetahui dengan pasti kondisi anak tersebut. Perlu diketahui bahwa, frekuensi buang air besar yang jarang sangat biasa pada bayi. Hal ini dikarenakan bayi masih mengonsumsi jenis makanan dengan sedikit variasi yaitu susu saja atau kurangnya asupan cairan dan makanan yang berserat. Jika bayi Anda diberikan tambahan asupan makanan yang berseran dan peningkatan pemberian cairan dan tetap saja tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Obat pencahar osmotik seperti laktulosa atau obat pencahar pembentuk massa tinja seperti metilselulosa bisa menjadi pilihan.
  • Untuk mendapat efek obat yang cepat, gunakan obat saat perut Anda sedang kosong atau sebelum makan Anda minum obat dulcolax tablet.
  • Tidak ada data bisacodyl diekskresikan ke dalam air susu ibu  (ASI)

Interaksi obat

Jangan mengonsumsi obat dulcolax setidaknya 1 jam setelah penggunaan obat-obat antasida, susu atau produk-produk yang mengandung susu.

Dosis

Berikut dosis obat dulcolax tablet (bisacodyl) :

  • Untuk pengobatan

Dewasa : 5-10 mg 1 kali sehari pada malam hari.

Anak-anak (6-10 tahun) : 5 mg 1 kali sehari pada malam hari.

  • Untuk pengosongan pramedis

Dewasa : 10 mg sekali sehari sebelum tidur selama 2 hari.

Anak-anak (6-10 tahun) : 5 mg sekali sehari sebelum tidur selama 2 hari.

Demikian informasi yang dapat kami berikan terkait dengan obat dulcolax tablet untuk Anda, semoga bisa memberikan manfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *